Saran-saran berikut ini secara langsung mengarah pada sifat-sifat
anak pratama dan bagaimana sifat-sifat itu memengaruhi proses
belajar-mengajar.
Anak pratama lebih senang belajar dari apa yang dapat mereka alami
secara konkrit dan fisik daripada secara lisan -- misalnya berbicara
dengan mereka. Mereka sangat memerhatikan kepekaan fisik dan mereka
menggunakannya untuk mendapatkan ide-ide dan informasi baru.
Apakah anak-anak usia prasekolah bisa menarik manfaat dari aktivitas
menghafal ayat di sekolah minggu?
Esok hari, dapatkah anak balita mengutip ayat hafalan yang
dipelajarinya hari ini? Kemungkinan tidak. Tetapi dengan bantuan,
mereka dapat mengingat kembali bagian ayat hafalan tersebut, dan
mereka akan melihat apakah aktivitas itu menyenangkan atau tidak.
Daud menulis: "Bagaimana seorang anak muda memelihara hidup kudus?
Dengan hidup sesuai dengan perkataannya.
Lembut, banyak tidur, merah, berkerut, menyenangkan untuk disayangi,
lemah, kecil -- pilihlah kata apa saja untuk menggambarkan bayi.
Siapa yang tidak menyukai anak kecil ini? Dan mendengar orang tua
dan saudara-saudaranya dengan bangga dan bahagia mengatakan bahwa
bayi mereka adalah bayi yang paling cantik dan disayangi oleh semua
orang. Tentu saja seorang bayi merupakan suatu mukjizat. Dari sebuah
telur yang dibuahi (kira-kira sebesar titik yang ada dalam huruf i),
kira-kira sembilan bulan kemudian, menjadi seorang manusia yang
benar-benar utuh.
Riset membuktikan bahwa kegiatan bermain, tepatnya bermain bebas,
adalah cara terbaik dalam proses perkembangan anak. Bermain
menyediakan dasar yang kuat untuk pertumbuhan intelektual,
kreativitas, dan penyelesaian masalah.
Mungkin akan sedikit menakutkan ketika kita diminta mendongeng
sebuah cerita. Hal pertama yang harus diingat adalah jangan panik.
Karena bisa jadi, Anda lebih berpengalaman daripada apa yang Anda
cemaskan. Hanya sedikit orang yang mencapai masa dewasanya tanpa
pernah mendengarkan cerita yang dibacakan untuk mereka, membaca
cerita sendiri, dan mungkin bercerita untuk orang lain. Pikirkan
bagaimana Anda menikmati sebuah gaya bercerita dan simpan hal itu
dalam pikiran selama Anda mempersiapkan diri Anda sendiri.
Mengajar cerita Alkitab merupakan suatu usaha untuk menyampaikan
berita sukacita Tuhan kepada anak-anak. Karena kemampuan anak untuk
memahami dan berkonsentrasi belum sebaik orang dewasa, pengajar
harus dapat menyampaikan cerita secara menarik. Itu sebabnya,
pelayanan terhadap anak menuntut kreativitas yang lebih besar
daripada pelayanan terhadap orang dewasa.
Secara garis besar, ada dua tahap utama dalam mengajar cerita
Alkitab, yaitu persiapan dan penyampaian.
Bila seseorang berkata: "Saya mau bercerita kepadamu" atau "Pada
zaman dahulu", kita langsung merasa tertarik, ada sesuatu yang
menarik perhatian kita. Bila kata-kata ini diungkapkan dalam acara
formal, kita melihat orang-orang menjadi santai dan kita bisa
merasakan adanya suatu harapan. Seperti yang dikatakan oleh J.R.R.
Tolkien, bahwa suatu cerita bisa "... membuat anak atau orang yang
mendengarnya ... menahan nafas, jantungnya berdebar-debar ...". Ini
memang benar, tetapi mengapa?
Ada banyak alasan untuk bercerita, dan kita perlu menghilangkan
anggapan seolah-olah bercerita itu hanya sebagai kegiatan anak-anak.
Secara tradisional, hal itu belum pernah terjadi.
Cerita-cerita menegaskan identitas kelompok. Mereka memenuhi
kebutuhan untuk mengetahui dan merasakan keberadaan kita sebagai
bagian dari suatu keluarga, bersatu melawan kesepian dan kerasnya
kehidupan.
Cerita membantu untuk menjawab pertanyaan fundamental kehidupan:
Siapakah saya? Di mana Tuhan berada?
Seorang penutur cerita yang baik tentu terlihat dari seni yang
mereka miliki dalam berbicara. Sebagai penutur cerita, Yesus
menunjukkan hal tersebut. Berdasarkan cerita yang terdapat dalam
Injil, kapan pun Yesus bercerita, ada banyak orang yang mendengarkan
dengan saksama dan berbondong-bondong mengikuti Dia hanya untuk
mendengarkan cerita-Nya. Seni bercerita-Nya yang menarik terlihat
dari bakat-Nya sejak kecil.