Feed aggregator

Berbagi tentang “Penginjilan kepada Suku Digital” ke GSJA Wilayah V Palembang

Blog SABDA - Fri, 11/18/2022 - 11:36

Salam jumpa kembali Sahabat SABDA. Bersyukur sekali, saya bisa berbagi pengalaman yang sangat seru ketika mengikuti roadshow online pada Jumat, 11 November 2022, kepada jemaat di GSJA Wilayah V Palembang. Materi yang disampaikan dalam roadshow ini adalah Penginjilan kepada Suku Digital (PkSD). Materi ini sudah kami sampaikan ke beberapa gereja dan komunitas pelayanan, seperti: GKAI, GBI, GSJA Bogor, Lembaga NAT (Nafiri  Allah Terakhir), dan yang terakhir GSJA Wilayah V Palembang. Dan, pastinya dalam acara Seminar SABDA MLC. Wow, tentunya kesempatan ini kami pakai dengan baik agar pergumulan di balik PkSD ini dapat dibagikan kepada banyak orang.

Acara berlangsung pkl. 19.00 - 21.00 WIB dan diikuti oleh 47 peserta. Acara ini dipandu oleh host dan moderator dari GSJA Wilayah V, yaitu Pak Parni Sinaga. Setelah doa pembukaan, Pak Parni langsung mempersilakan tim SABDA untuk mengisi acara. Diawali dengan perkenalan Bu Evie dan dilanjutkan dengan memperkenalkan kami (saya, There, Ody, dan Nikos). Setelah itu, Bu Evie langsung menyampaikan materi yang diawali dengan memberikan pengantar berupa data-data terbaru terkait suku digital secara umum. Setelah Bu Evie selesai presentasi, berikutnya giliran saya menyampaikan materi utamanya kepada peserta.

Saya berbagi tentang siapa suku digital, apa yang mereka lakukan, dan strategi apa yang dapat dilakukan untuk menolong suku digital mencintai Tuhan dan firman-Nya. Landasan utama dalam melakukan penginjilan kepada suku digital adalah missiological foundation/fondasi dasar dalam misiologi. Ada 4 poin strategi penting yang perlu dipahami, yaitu: Digital Word for Digital WorldChristian Digital Quotient/CDQ, pemuridan 4H (Head, Heart, Hand, dan HP), dan ide/cara lain (komik, bahan-bahan multimedia, media sosial untuk PA, IG Live untuk PA online). Selama 50 menit saya menyampaikan materi utama ini. Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta aktif bertanya dan kami (saya, Bu Yulia, Bu Evie) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Karena waktu hampir habis, Bu Evie segera menginfokan tentang e-book PkSD. Kami membagikan e-book ini kepada semua peserta. Kiranya menjadi berkat!! Puji Tuhan! Bersyukur acara dapat berjalan dengan baik dan materi dapat dipahami oleh peserta.

Selalu ada pelajaran-pelajaran baru yang saya dapat meski materi Penginjilan kepada Suku Digital ini sudah kami sampaikan kepada beberapa gereja. Dalam roadshow kali ini, saya diingatkan lagi tentang hati Tuhan untuk seluruh bangsa, termasuk suku digital. Mereka adalah ladang terbesar pada abad ini, dan mereka ada di dunia digital yang notabene "gelap", maka saya sangat bersemangat dalam berbagi agar dapat bekerja sama dengan gereja sehingga kita bisa membawa firman Tuhan yang terang itu kepada dunia digital yang gelap, tempat mereka berada saat ini. Ini memang tugas berat. Namun, jika saya mau bertobat dan membagikannya mulai sekarang ini, mereka bisa mengenal Tuhan yang hidup melalui anugerah dari Yesus Kristus sendiri. Tentu saja, saya harus menggunakan semua kesempatan yang ada untuk terlibat aktif melayani suku digital, baik dengan berbagi langsung maupun berdoa bagi mereka. Kiranya materi dan sharing ini juga dapat ditangkap oleh semua peserta melalui roadshow kali ini.

Categories: PEPAK

Kelas Diskusi Langsung “Transmisi Alkitab”

Blog SABDA - Fri, 11/11/2022 - 13:31


Halo, Sahabat SABDA. Senang bisa menyapa Sahabat sekalian. Saya akan sharing tentang Kelas Diskusi Langsung (KDL) berjudul Transmisi Alkitab. KDL ini merupakan program baru SABDA, dan baru dua kali diselenggarakan. Kelas ini memang berbeda dengan kelas-kelas lainnya karena diskusinya dilakukan secara langsung -- pertanyaan-pertanyaan diberikan saat kelas berlangsung. Pastinya, peserta harus selalu siap sedia dengan berbagai pertanyaan yang diberikan dan durasi menjawab hanya 1 menit untuk 1 pertanyaan. Sangat menantang, bukan?

Diskusi yang dilakukan pada 2 - 4 November 2022, pkl. 10.30 – 12.00 WIB, melalui platform Zoom, membuat saya bersemangat untuk ikut belajar sambil membantu sebagai admin. Keseruan peserta dalam berdiskusi sangat menyenangkan dan membantu peserta untuk bersiap diri dalam  menjawab pertanyaan-pertanyaan teologis dengan jawaban yang sesuai. Wah, akan lebih baik jika tidak hanya saya yang berbagi berkat dari kelas KDL ini. Karena itu, izinkan saya membagikan berkat yang didapatkan oleh beberapa peserta KDL.

1. Darmawan

Segala puji dan syukur kepada Tuhan yang dahsyat. Melalui tim SABDA, kita dapat mengikuti diskusi langsung dengan tema Transmisi Alkitab. Walaupun waktu diskusi relatif singkat, tetapi kita sudah diberi materi singkat untuk kita baca terlebih dahulu. Dalam diskusi yang dilakukan, kita diberi waktu untuk menjawab dan menanggapi jawaban dari teman-teman juga sehingga kita dapat menerima tambahan wawasan/pengetahuan. Dan, yang lebih penting adalah melalui diskusi ini, kita melihat bagaimana proses transmisi ini berlangsung, bagaimana gereja menerima keabsahan dari Alkitab dan bagaimana Alkitab bertahan sampai saat ini.

Lebih penting buat saya pribadi, bagaimana kita menghargai dan terus rindu membaca dan merenungkan firman Allah yang sudah ada di tangan kita kapan pun dan di mana pun kita berada. Akhir kata, terima kasih kepada tim SABDA untuk pelayanan yang diberikan. Saya berdoa tim SABDA dan teman-teman KDL terus jadi berkat. Salam sehat selalu. Bagi Dialah segala kemuliaan dan kehormatan.

2. Indriwati

Segala pujian syukur bagi Tuhan, saya berkesempatan mengikuti KDL kali ini di tengah kondisi yang tidak sehat, tetapi tidak kehilangan berkat-Nya. Sungguh hal yang baru, metode diskusi langsung ini sangat hangat dengan jumlah peserta yang cukup dinamis dan hasil kesimpulan dari moderator yang sangat memperjelas setiap jawaban. Topik yang istimewa ini sangat memberkati dan menolong saya untuk mengetahui bagaimana transmisi Alkitab berlangsung dan diterima gereja hingga bertahan sampai saat ini dan terbukti akurat.

Dengan belajar transmisi Alkitab, saya dapat memahami bahwa firman diturunkan oleh Tuhan untuk semua manusia sehingga saya sangat bersyukur dan lebih mencintai firman-Nya, bersedia mengajarkannya kepada anak-anak, dan men-sharing-kan firman Tuhan kepada keluarga maupun orang lain. Itu hal yang saya terus lakukan dan menjadi aplikasi sebagai tanggung jawab atas kelestarian Alkitab.

Terima kasih kepada Ibu Yulia sebagai moderator dan seluruh tim SABDA. Kiranya SABDA terus dipakai Tuhan. Semakin inovatif dan kreatif membawa kaum awam lebih mencintai Tuhan pada era digital ini. Tuhan Yesus memberkati.

3. Winarti S.

Walau acara diskusi berlangsung singkat dan materi cukup berat, saya bersyukur bisa mengikutinya dengan baik dan bisa mendapat berkat dari bahan-bahan SABDA dan melalui linkYouTube yang diberikan. Proses transmisi Alkitab yang luar biasa teruji dari salinan ke salinan dengan melewati berbagai tahap yang tidak mudah, dengan keterlibatan orang-orang pilihan dalam komunal, dan kriteria yang ketat sungguh merupakan proses perjalanan yang harus dihargai. Betapa semuanya bisa terjadi pastinya hanya karena campur tangan Allah sendiri yang sungguh menjadikan firman-Nya hidup dan memiliki kuasa bagi yang menghidupi-Nya. Saya sangat terberkati dengan pelajaran proses transmisi; melihat begitu besar kerinduan Tuhan untuk menurunkan firman-Nya kepada umat-Nya lewat penyertaan dan kuasa-Nya yang memampukan orang-orang pilihan-Nya, serta campur tangan-Nya dalam setiap proses transmisi Alkitab yang bukan saja dapat diterima oleh iman, tetapi juga terbukti secara sejarah sehingga dunia juga mengakuinya. Alkitab adalah firman Allah, yaitu perkataan Allah sendiri yang kekal dan tidak tergoyahkan.

Aplikasi praktis yang saya lakukan setelah kelas ini tentunya membawa saya untuk sungguh-sungguh menghargai dan mencintai firman Tuhan. Bukan hanya sampai di situ, tetapi menjadikan semangat yang lebih lagi untuk mendalami dan menggali Alkitab, membaca, mendengar, merenungkan, dan melakukan apa yang tertulis dalam Alkitab, serta membagikan firman-Nya kepada sesama. Terima kasih tim SABDA dan teman-teman KDL. Terus menjadi berkat dalam pekerjaan Tuhan di mana pun kita semua ditempatkan. Semangat dan sukacita.

Nah, itulah sharing dari beberapa peserta KDL. Simak sharing berkat dari peserta KDL lainnya di sini https://www.pesta.org/sharing_berkat_dari_peserta_kdl_transmisi_alkitab.

Puji Tuhan, kelas ini dapat diselesaikan dengan baik meski di awal peserta mengalami kesulitan untuk memahami apa itu transmisi Alkitab. Namun, pada pertemuan kedua dan ketiga, semua peserta sudah bisa saling menimpali dengan baik. Bersyukur karena Tuhan memampukan teman-teman yang terlibat dalam kelas ini, baik moderator kelas (Ibu Yulia), host yang memandu acara selama tiga hari (Sdri. Roma, Ibu Evie, Sdr. Rei), admin (Mbak Mei), tim teknis Zoom (Christian dan Mas Ody). Sayangnya, dari 16 peserta yang mendaftar, hanya 13 peserta yang dinyatakan lulus. Selamat bagi peserta yang lulus! Peserta yang tidak lulus dikarenakan kesibukan pelayanan yang tidak terelakkan.

Sebelum saya menutup tulisan ini, penting untuk kita ketahui bahwa transmisi Alkitab diturunkan berdasarkan inspirasi Alkitab melalui oral dan tertulis. Meski naskah asli Alkitab sudah tidak ada, salinan yang ada juga mengandung intervensi Allah dan dikerjakan dengan sangat teliti dan akurat. Firman Allah itu tetap kekal untuk selama-lamanya. Menyadari hal ini, saya semakin menghargai firman Tuhan dan orang-orang yang Tuhan pakai untuk melakukan transmisi Alkitab. Bagaimana dengan teman-teman?

Mari kita sama-sama semakin mencintai firman Tuhan dan terus mempelajarinya, kemudian membagikannya kepada orang lain. Bagi Dialah segala kemuliaan dan syukur!

Categories: PEPAK

Alkitab Kuno yang “Kekinian”

Blog SABDA - Tue, 11/08/2022 - 22:29

Alkitab terus berkembang dari masa ke masa dalam berbagai macam versi terjemahan, dan tentunya Alkitab masa kini tidak asal dibuat begitu saja. "Alkitab Kuno" menjadi fondasi dasar pembuatan terjemahan masa kini, dan SABDA telah melihat potensi dari bahan-bahan kuno sejak 20+ tahun yang lalu.

Nah, bertepatan dengan bulan ulang tahun SABDA, Oktober ini, SABDA kembali meluncurkan situs baru kuno.sabda.org. Situs ini dikupas tuntas dalam program SABDA Unboxing! pada Kamis, 27 Oktober 2022, melalui Instagram Live @sabdaresources dan @sabda_ylsa.

Bahan kuno SABDA sudah ada di situs studi alkitab.sabda.org sejak 10+ tahun yang lalu. Seiring dengan pertambahan bahan yang semakin banyak dan teks kuno yang agak sulit untuk diketik, maka pada 2020 dibuatlah situs kuno.sabda.org. Tujuan dari situs ini bukan sekadar menjadi "gudang" buku kuno, tetapi juga sebagai "Pusat Perpustakaan Digital" untuk bahan-bahan kuno dan menjadi bagian dari keluarga besar situs studi Alkitab, selain sejarah.cosejarah.sabda.orgalkitab.sabda.orgalkitab.mobisuku.sabda.org, dan bakat.sabda.org.

Untuk saat ini, terdapat 300+ naskah Alkitab kuno, baik PL dan PB, atau salah satunya, dan ada juga yang berupa potongan per pasal. Ada juga bahan pendukung lainnya, seperti kamus, glossarium, grammarvocabulary, sejarah suatu daerah, kisah perjalanan peziarah, dan ragam buku lainnya. Wow!! Sangat luar biasa kekayaan dari bahan-bahan kuno ini.

Sebagai narasumber SABDA Unboxing! sekaligus orang yang berkesempatan terlibat dalam pengerjaan situs ini, saya merasa kagum dengan bahan-bahan kuno ini. Saya sempat kesulitan ketika diminta Mas Hadi untuk membantu mengategorikan bahan-bahan PDF kuno, tetapi ini menjadi tantangan sekaligus menjadi sesuatu yang menarik. Saya dapat melihat ragam bahasa dari tulisan yang masih bisa dibaca sampai tulisan yang tidak terbaca oleh saya karena berbentuk aksara kuno. Teman-teman lain di divisi ITS pun memiliki tantangan lain dalam pengerjaan situs ini, salah satunya mereka harus memikirkan navigasi dan tampilan yang tepat agar situs ini bisa untuk studi Alkitab dan dapat digunakan dengan mudah. Pemrosesan PDF menjadi image yang baik dan ringan juga menjadi tantangan tersendiri.

Inilah sedikit cerita dari saya ketika terlibat dalam pengerjaan situs kuno.sabda.org. Kiranya menjadi berkat ya. Oh ya, mohon dukungan doa dari Sahabat SABDA agar kami dapat terus memelihara dan mengembangkan situs-situs yang telah Tuhan percayakan untuk kami kelola. To God be the glory.

Categories: PEPAK

Roadshow GoSABDA! “Studi Ber-BOT Alkitab!” dalam Perayaan Ulang Tahun Komunitas Grup Cinta Alkitab

Blog SABDA - Tue, 11/01/2022 - 15:15

Pada Sabtu, 22 Oktober 2022, SABDA berkesempatan untuk menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam pertemuan daring yang diadakan oleh Komunitas Grup Cinta Alkitab (GCA) dari Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Kelapa Gading dalam rangka perayaan ulang tahun ke-3 GCA. Dalam pertemuan tersebut, SABDA diminta untuk menyampaikan materi tentang penggunaan bot untuk memperkaya studi Alkitab. Kedengaran tidak asing? Tentu saja, karena SABDA sudah pernah menyampaikan materi yang sama lewat seminar daring Seri GoSABDA! Studi Ber-BOT Alkitab! pada Jumat, 17 Juni 2022. Bahkan, SABDA tidak mempresentasikan ulang materi yang sama secara langsung dalam pertemuan GCA tersebut, melainkan memutarkan video rekaman dari seminar sebelumnya yang dirasa sudah cukup lengkap dan jelas.

Beberapa staf SABDA yang ikut hadir dalam pertemuan ini adalah Hadi, Evie, dan Ibu Yulia sebagai narasumber, Theresia sebagai admin Zoom, dan saya sendiri sebagai admin teknis. Kemudian, anggota GCA yang bertugas memandu acara adalah Bpk. Marten Kasodu sebagai host, dan Ibu Rara Kalesaran sebagai moderator. Selain 40 orang (termasuk kami) yang menghadiri pertemuan ini melalui Zoom, masih banyak lagi anggota GCA yang mengikuti acara ini secara streaming melalui YouTube.

Pertemuan dibuka dengan doa oleh Pdt. L.Z. Raprap, kemudian dilanjutkan dengan sekilas tentang kemajuan GCA sejak komunitas ini didirikan. Beberapa hal yang disoroti dalam bagian ini termasuk kemajuan rencana baca Alkitab harian mereka, beberapa penyesuaian teknis yang perlu dilakukan sepanjang perjalanan, dan penambahan jumlah anggota. Salah seorang anggota juga diminta untuk memberikan pesan dan kesan dari keterlibatannya dalam komunitas.

Setelah itu, sebelum benar-benar masuk ke dalam pemaparan materi, Ibu Yulia dan Evie memberikan pengenalan singkat tentang pelayanan Yayasan Lembaga SABDA, dilanjutkan dengan pengantar dari Hadi tentang materi yang akan disampaikan. Selanjutnya, pemutaran video materi berlangsung selama kurang lebih 40 menit, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai batas waktu yang sudah ditentukan.

Respons dan pertanyaan dari peserta yang hadir cukup beragam. Beberapa peserta ingin belajar lebih banyak tentang fitur-fitur SABDA Bot yang sudah dijelaskan; beberapa yang lain lebih tertarik untuk tahu lebih banyak tentang pelayanan SABDA; sedangkan beberapa yang lain lagi lebih ingin berdiskusi tentang posisi teknologi secara umum dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen dan dalam hubungan kita dengan Allah. Berbagai respons dan pertanyaan tersebut pun tidak hanya ditanggapi oleh narasumber dari SABDA, tetapi juga oleh beberapa pendeta yang bergabung dalam komunitas GCA dan ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Tidak mengherankan, semua sepakat bahwa teknologi berasal dari Allah yang memampukan manusia untuk menciptakan teknologi tersebut, dan teknologi itu harus dipakai dengan penuh hikmat untuk melayani Allah dan mendalami firman-Nya. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, sesi tanya jawab yang berlangsung cukup seru tersebut terpaksa harus diakhiri. Dan, sebagai komentar terakhir untuk menutup sesi, moderator mempersilakan Pdt. Tyas Messakh untuk memberikan tanggapannya sekaligus menutup seluruh rangkaian acara dalam doa.

Saya bersyukur karena roadshow berlangsung lancar dan banyak peserta mengungkapkan ucapan syukur dan terima kasih mereka untuk materi yang sudah disampaikan dan untuk pelayanan SABDA secara keseluruhan. Semoga segala hal yang sudah dipelajari tentang SABDA Bot juga bisa diterapkan dalam komunitas ini untuk menolong mereka melakukan studi Alkitab dengan lebih kaya. Kiranya segala berkat yang kami terima juga tidak berhenti pada diri kami saja, tetapi dapat juga kami bagikan kepada keluarga dan teman-teman di sekitar kami. Tuhan menolong kita!

 

Categories: PEPAK

Puncak SABDA 28 – “SMART Bible Now!”

Blog SABDA - Mon, 10/31/2022 - 21:20

Setelah menyelesaikan acara seminggu Gotong Royong Suku Bible Sites, SABDA menutup rangkaian perayaan ulang tahun SABDA dengan acara #SMART Bible - Now! yang menjadi Puncak #SABDA28 pada Senin, 24 Oktober 2022. Acara ini diadakan secara hybrid (online dan on-site). Yang lebih luar biasanya lagi, acara ini diisi dengan 20 presentasi mini seputar #SMART Bible dari tim SABDA. Setiap presentasi disampaikan dalam waktu 3 menit. Wah, pastinya singkat, padat, dan jelas ya!

Setelah sambutan dari Roma, perwakilan dari panitia, kita diajak melihat bagaimana timeline perkembangan dan kegiatan SABDA dari tahun ke tahun yang dipresentasikan oleh Ibu Evie. Woow! Saya melihat bagaimana penyertaan dan pertolongan Tuhan memampukan setiap staf SABDA dalam mengerjakan proyek-proyek yang dapat menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat Kristen Indonesia.

Tidak berhenti di situ saja, acara dilanjutkan dengan 20 presentasi mini terkait SMART(+S) Bible yang menjadi tema utama acara ulang tahun ke-28 SABDA. Presentasi tentang perkembangan proyek yang SABDA kerjakan ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama menjelaskan tentang (S)tudi, (M)edia, dan (A)I. Sesi kedua tentang (R)elasi, (T)ech, dan (S+)osial. Sahabat SABDA bisa melihat tayangan presentasi kami melalui:

Sebagai penutup untuk 20 presentasi mini, Ibu Yulia menjelaskan tentang Quo Vadis atau rencana pengembangan proyek-proyek SABDA akan seperti apa, hal-hal yang dimungkinkan dalam pengembangan SMART Bible ke depannya.

Saya dan teman-teman SABDA berharap 20 presentasi mini yang telah disampaikan dapat menjadi berkat bagi semua Sahabat SABDA. Dukung dalam doa untuk pengembangan proyek-proyek SABDA agar dapat menjangkau orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Mari kita memanfaatkan teknologi untuk kemuliaan Tuhan. God to be the glory.

Categories: PEPAK

Serunya Program “Kenal Sahabat SABDA”

Blog SABDA - Mon, 10/24/2022 - 21:44

Pada 17 Oktober, saya berkesempatan untuk nonton IG Live Kenal Sahabat SABDA yang dipandu oleh host ternama di kalangan SABDA, yaitu Ibu Evie. Saya juga mengenal salah satu sahabat SABDA yang kali ini menjadi guest, yaitu Bang Jason Reynaldi. Bang Jason adalah hamba Tuhan di GKE BSD, Tangerang Selatan, yang fokus pelayanannya adalah remaja. Bang Jason sudah melihat dan mengenal Software SABDA sejak SMA. Luar biasa sekali ya! Bang Jason ini menggunakan situs SABDA untuk mempersiapkan firman Tuhan. Beliau menyampaikan bahwa situs SABDA sangat membantu karena tersedia leksikon, Alkitab dalam beragam versi, commentary, tafsiran-tafsiran, dll. yang mungkin saja Bang Jason belum miliki.

Ketika host bertanya tentang produk SABDA yang cocok digunakan oleh jemaat, Bang Jason ternyata hanya mengenal situs SABDA. Beliau juga belum pernah memperkenalkan situs SABDA dan memberikan training kepada jemaat yang dilayaninya. Namun, Bang Jason pernah memberi training penggunaan situs SABDA kepada para leader di gerejanya. Selain itu, Bang Jason juga mengungkapkan bahwa kekurangan situs SABDA adalah interface-nya masih banyak menu dan cukup mengganggu.

View this post on Instagram

A post shared by Ylsa Sabda (@sabda_ylsa)

Bang Jason berharap SABDA bukan hanya aplikasi penyedia, melainkan juga memiliki seseorang yang dapat mem-follow up sehingga setiap orang (khususnya anak muda) yang menggunakan produk SABDA dapat menemukan circle yang positif. Di akhir live, Bang Jason mengucapkan ulang tahun ke-28 untuk SABDA, "Tetap semangat! Maju terus dan jangan menyerah!"

Acara ini sangat seru! Saya semakin mengetahui bahwa pelayanan SABDA benar-benar berdampak bagi banyak orang. Selain itu, saya juga semakin mengenal Sahabat SABDA. Minggu depan, bakalan ada lagi nih Kenal Sahabat YLSA dengan Kak Elizabeth Nathania sebagai guest-nya. Yuk, ikutan setiap Senin (selama Oktober), pkl. 16.00 WIB, melalui IG @sabda_ylsa. Kami tunggu ya!

Categories: PEPAK

#unHACK2022 “Gotong Royong Suku Bible Sites” Penuh Sukacita

Blog SABDA - Sat, 10/22/2022 - 15:45

Sahabat SABDA, Oktober menjadi bulan yang sangat penting bagi kami. Mengapa? Karena dalam bulan ini, kami merayakan ulang tahun ke-28 SABDA. Ulang tahun ini dirayakan sebulan penuh. Seru, bukan? Ya, selain seru, kami tentunya juga sangat sibuk dengan semua kegiatan dan event SABDA yang hampir setiap hari berjalan, baik pagi maupun malam. Puji Tuhan!

Nah, kali ini, saya akan berbagi tentang keseruan #SABDA28 dalam mengadakan #unHACK2022. Ini merupakan salah satu fokus kami dalam rangkaian acara #SABDA28. Event #unHACK2022 merupakan acara #Hackhaton ala SABDA yang sudah diadakan sejak 2019.

Tahun ini, event #unHACK2022 bertema Gotong Royong Suku Bible Sites. Jadi, selama satu minggu (10 - 15 Oktober 2022), kami dari staf SABDA bersama 20+ peserta dari luar bergotong royong mengerjakan audit situs dan menginventarisasi 121 situs Alkitab bahasa suku di Indonesia. Semua situs yang dievaluasi ini tentu akan sangat berguna bagi suku-suku di Indonesia. Nah, untuk melihat hasil gotong royong dari proyek tersebut, silakan kunjungi situsnya di: https://codeforgod.org/unhack/2022.

Saya sungguh bersyukur karena Tuhan sungguh menyertai acara ini, baik dalam pra #unHACK2022 (7 Oktober), pembukaan (10 Oktober), gotong royong (10 - 15 Oktober), dan penutupan #unHACK2022 (15 Oktober). Saya, sebagai panitia #unHACK tahun ini, dapat melihat dan belajar bahwa begitu banyak suku di Indonesia, dan setiap suku perlu mendapatkan bahan-bahan yang alkitabiah sehingga mereka dapat intim dengan firman Tuhan dalam bahasa ibu mereka.

Saya juga sangat bersyukur karena banyak mukjizat yang Tuhan nyatakan dalam event ini. Salah satunya adalah ratusan situs bahasa suku yang dimiliki oleh mitra kami dapat dicek secara keseluruhan. Tuhan sungguh bekerja di balik semua ini sehingga Kerajaan Tuhan makin dinyatakan bagi semua suku di Indonesia. Belum lagi, hari-hari kami dalam mengaudit situs, saya melihat sebuah persekutuan yang hangat di antara sesama staf ataupun dengan peserta luar. Saya bekerja satu tim dengan Bu Brenda. Saya melihat sukacita dan antusias Bu Brenda yang setiap hari mengaudit situs dengan sangat cakap. Beliau juga tidak segan-segan bertanya kepada saya saat kami sedang mengevaluasi situsnya. Itu baru satu orang. Saya mengajak Sahabat SABDA juga untuk melihat beberapa testimoni pendek dari peserta yang mengikutinya:

1. Ibu Yulia
Puji Tuhan. Kita doakan untuk suku-suku lain yang belum punya situs Alkitab. Kiranya Tuhan menolong.

2. Ibu Feronica
Terima kasih tim SABDA atas kegiatan #unHACK yang sangat luar biasa. Membaca situs bahasa suku membuat saya pribadi terharu.

3. Pak Zeth Parinding
Yakinlah Tuhan Yesus Kristus menuntun kita melalui Roh Kudus Allah untuk mengenal TUHAN Allah melalui situs-situs suku di Indonesia.

Itulah sedikit testimoni yang dapat Sahabat SABDA baca. Jika ingin melihat keseruan dan respons peserta lainnya, silakan berkunjung ke YouTube SABDA Alkitab dan lihat di bagian playlist #unHACK 2022. So, apakah Sahabat SABDA tergerak untuk ikut dalam event #unHACK pada tahun-tahun mendatang? Silakan kontak kami ya! Mari berdampak untuk perluasan pekerjaan Tuhan di Indonesia. Amin!

Categories: PEPAK

Mengenal Pelayanan TELAGA

Blog SABDA - Thu, 10/20/2022 - 15:32

"Keluarga yang sehat menciptakan gereja dan masyarakat yang sehat."

Kalimat tersebut diutarakan oleh Pak Jusuf Niti Tjahyanto, koordinator pelayanan TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga), salah satu mitra pelayanan YLSA, pada Senin, 19 September 2022, dalam acara IG Live Kenal Mitra. Sore itu, YLSA, yang diwakili oleh Ibu Evie, berkesempatan untuk bincang-bincang bersama Pak Jusuf dari TELAGA; menanyakan sejarah, visi-misi, proses produksi, sampai perkembangan pelayanan TELAGA.

Menurut penuturan Pak Jusuf, terbentuknya TELAGA sebenarnya diawali dari pembinaan kepada 6 pasangan di Marriage Encounter (ME) oleh Bpk Pdt. Dr. Yakub Susabda. Dari pembinaan itu, serta berbagai seminar dan ceramah pembinaan keluarga yang mereka adakan, pada 2 Mei 1990, terbentuklah LBKK (Lembaga Bina Keluarga Kristen) yang bersifat interdenominasi dan Bapak Gunawan Santoso ditunjuk sebagai ketua.  

Pada waktu itu, Pdt. Dr. Yakub Susabda mengusulkan agar pelayanan ini bisa dibuat seperti pelayanan Focus on the Family, sebuah program radio untuk keluarga. Dari perbincangan dengan Pdt. Paul Gunadi (Focus on the Family), tercetuslah nama TELAGA dengan bentuk pelayanan program radio tanya-jawab selama 30 menit yang dimulai pada Februari 1998. Pada awalnya, rekaman bahan menggunakan alat Parakaleo yang dipinjam dari Ibu Pdt. Rahmiati Tanudjaja. Namun sekarang, TELAGA sudah memiliki alat rekam mobile sendiri yang bisa dipakai untuk merekam suara dari mana saja. 

Sampai tahun 2022, TELAGA telah menghasilkan 1150+ rekaman dengan topik keluarga dan rumah tangga yang telah disiarkan oleh 42 radio termasuk 2 radio luar negeri di Hongkong dan Timor Leste. Pak Jusuf berharap agar banyak keluarga Kristen bisa mendengar bahan-bahan TELAGA untuk mendampingi kehidupan rumah tangga mereka. Jika ada radio yang ingin menyiarkan program dari TELAGA ini, Pak Jusuf akan membagikannya, baik melalui CD maupun Google Drive, dengan terlebih dahulu menghubungi TELAGA melalui email staf-...@telaga.org

Dalam kemitraannya, YLSA menolong TELAGA untuk menyajikan bahan-bahannya dalam berbagai platform, seperti app He Cares, Spotify, dan Google Podcast. Beberapa testimoni dari pengguna dan pendengar bahan-bahan TELAGA juga semakin menegaskan karya Allah dalam kerja sama antara dua pelayanan ini; TELAGA dengan bahan-bahannya dan YLSA dengan teknologinya. Ayo kenali lebih lanjut pelayanan TELAGA dengan mengakses situsnya di telaga.org. Simak juga rekaman IG Live Kenal Mitra - TELAGA di tautan ini: https://www.instagram.com/p/CisA7KjpjXZ. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: PEPAK

Cerdas Cermat Alkitab: Cara Asyik Mengasah Pengetahuan tentang Alkitab!

Blog SABDA - Wed, 10/19/2022 - 15:10

Halo Sahabat SABDA. Jumpa lagi dengan tulisanku di Blog SABDA ini. Kali ini, saya akan bercerita seputar keseruan lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA) Keluarga. Yuk, baca blog ini sampai selesai ya.

Bersyukur pada 12 Oktober 2022, YLSA menyelenggarakan lomba CCA. Lomba ini diadakan dalam rangka #SABDA 28 dan bulan keluarga. Tujuannya supaya Alkitab selalu hidup dalam setiap hati keluarga Kristen. Teman-teman SABDA sangat membantu untuk kelancaran acara ini. Ada Kak Yudo dan Kak Nikos yang menjadi pemandu; saya dan Kak There menjadi host; Kak Ody dan Tian sebagai tim teknis; Kak Mei dan Kak Sandra sebagai admin. Nah, karena ini perlombaan, tentu ada yang menjadi juri, yaitu Kak Rei. Ada 6 tim yang menjadi peserta. Masing-masing tim mempersiapkan yel-yel supaya lebih bersemangat, antusias, dan meriah.

Acara ini dibuka dengan prakata dari Ibu Evie, lalu perkenalan petugas dan dilanjutkan dengan perkenalan tim dan yel-yelnya. Setelah itu, masuk ke acara inti yang dipandu oleh Kak Yudo dan Kak Nikos. Acaranya berlangsung seru dan masing-masing tim menjawab setiap pertanyaan. Lomba ini dibagi menjadi 3 babak. Babak pertama adalah babak penyisihan, babak kedua teka-teki silang, lalu babak ketiga adalah tebak gambar. Setiap tim bersama keluarganya berbagi tugas, ada yang menjadi juru ketik, juru bicara, dan pemimpin tim. Acara ditutup dengan pengumuman Bible Quiz yang diadakan di Instagram @ayo.pa dan pengumuman lainnya. Baik pemenang CCA maupun pemenang Bible Quiz, mereka mendapatkan hadiah menarik dari SABDA.

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti dan menjadi host dalam acara ini. Saya mendapat banyak pengetahuan baru seputar Alkitab dari pertanyaan-pertanyaan dalam CCA ini. Saya juga mengucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam CCA maupun Bible Quiz. Nah, bagi Sahabat SABDA yang belum sempat ikut Bible Quiz atau CCA, bisa ikut dalam kesempatan yang lain ya. Yuk, ikuti terus media sosial SABDA dan nantikan pengumumannya. Terima kasih sudah membaca blog ini. Sampai jumpa di blog lainnya.

Categories: PEPAK

Bagaimana Status Alkitab di Indonesia?

Blog SABDA - Tue, 10/18/2022 - 16:01

Pada Selasa, 11 Oktober 2022, saya bersama staf dan sahabat YLSA menyaksikan seminar GoTECH!Status Alkitab di Indonesia yang disampaikan oleh dua rekan kami, Odysius dan Sandra. Dalam presentasi mereka, kita mengetahui 3 fakta penting tentang realitas Alkitab di Indonesia, yaitu dari segi sejarah, perkembangan, dan teknologi.

Yuk, satu per satu kita lihat beberapa pemaparan dari ke-3 fakta tersebut.

1. Sejarah Alkitab di Indonesia

Dalam bagian ini, kita akan mengetahui sejarah Alkitab di Indonesia, yang dimulai pada abad ke-17, yaitu sejak tahun 1600 an pada zaman VOC. Jika rekan-rekan ingin tahu lebih lanjut tentang sejarah Alkitab di Indonesia, silakan mengunjungi situs SAI YLSA.

2. Perkembangan Alkitab di Indonesia

Dari sekitar 718 bahasa suku di Indonesia, terdapat sekitar 287 suku yang belum memiliki Alkitab dalam bahasa mereka. Ini tentu perlu menjadi doa kita bersama agar pekerjaan penerjemahan Alkitab untuk bahasa-bahasa suku yang belum tersedia itu dapat segera dilakukan, sehingga semua suku di Indonesia akhirnya dapat memiliki akses kepada kabar baik Injil.

Dari segi format, Alkitab senantiasa mengalami perkembangan. Dimulai dari Alkitab dalam format teks yang tercetak dalam buku, kemudian berkembang menjadi format digital yang dapat diakses melalui gawai. Di sisi lain, dari bentuk teks Alkitab, lalu berkembang lagi ke bentuk audio, video (dalam berbagai film Yesus), serta grafis yang kita kenal sebagai Alkitab Komik.

Dengan berbagai perkembangan bentuk, format, serta cara penggunaannya, kita kemudian dapat melihat bahwa firman Tuhan semakin dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, golongan, dan usia dengan semakin luas dan efektif.

3. Teknologi untuk Alkitab

Perkembangan teknologi juga sangat mendukung studi Alkitab bagi orang percaya dengan tersedianya berbagai alat dan bahan-bahan studi Alkitab, seperti Alkitab multilinear, Alkitab diglot/multiglot, Kamus, Tafsiran, dan berbagai pelengkap studi yang saling terintegrasi. Berbagai alat dan bahan studi ini dapat diunduh melalui gawai kita secara gratis sehingga kita dapat melakukan studi Alkitab secara mendalam dan berkualitas dengan bantuan berbagai alat dan bahan biblika tersebut.

Dari presentasi yang disampaikan, kita diajak pula untuk menyadari bahwa teknologi memungkinkan banyak hal bagi kita untuk makin terlibat dan berinteraksi dengan Alkitab. Ini tentu merupakan kabar gembira bagi orang-orang percaya karena sekarang, kapan pun, di mana pun, dan dengan cara apa pun, kita dapat terlibat dengan studi Alkitab.

Nah, tantangannya sekarang adalah apakah Alkitab sudah ada di hati kita meski itu sudah tersedia dengan mudah dalam beragam cara, format, bentuk, dan platform? Lalu, bagaimana kita dapat menolong generasi digital untuk terlibat secara mendalam dengan Alkitab?

Jawaban dari semua pertanyaan ini telah dibahas YLSA dalam berbagai seminarnya. Namun, untuk mewujudkan semua itu, kita perlu memulainya dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan dimulai sekarang juga.

Jadi, bagaimana status Alkitab di Indonesia? Alkitab akan terus hidup dan berkembang dari masa ke masa. Dan, perkembangan teknologi akan mendukung Alkitab untuk terus menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai golongan, usia, generasi, bahkan wilayah.

Sarananya sudah tersedia, caranya semakin mudah, dan jangkauannya semakin luas. Jadi, sekarang sudah tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak terlibat dan menyebarkan firman Tuhan bagi kemuliaan Tuhan.

Categories: PEPAK

Menyikapi Ujaran Kebencian - (9 October 2018)

Arsip e-Konsel - Thu, 12/16/2021 - 09:45
Categories: C3I

Penjangkauan yang Kreatif - (1 October 2018)

Arsip e-Konsel - Thu, 12/16/2021 - 09:45
Categories: C3I