Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kematian Tuhan Yesus


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Yesus Mati... Lalu? (Roma 2:25)

Yesus unik, bukan karena dia meninggal setelah disalibkan. Dia bukanlah yang pertama ataupun yang terakhir, yang mati mengenaskan atas hukuman pemerintah Roma kepada orang-orang yang dianggap melakukan kriminal yang paling jahat. Tidak, kematian Yesus tidak membuatnya berbeda. Mungkin hanya drama dan horor dari kematian-Nyalah yang membedakan kematian Yesus dari kematian orang-orang lain yang disalib. Namun, orang-orang lain bisa berkata, "Lalu kenapa? Apa kamu belum pernah melihat film Friday the 13th atau The Exorcist?"

Tidak, yang signifikan bukanlah kematian Yesus. Kebangkitan-Nyalah yang membedakannya! Dia mati untuk setiap kita, tetapi Dia tidak tetap mati! Lagi-lagi, ada yang mungkin berkata, "Jason (dalam film Friday the 13th) atau Freddy (Halloween) juga tidak tetap mati. Apa bedanya dengan Yesus yang keluar dari kubur? Apa artinya untukku di pagi hari, Minggu Paskah ini?"

Jawabnya: Segala-segalanya!

  1. Kita Dapat Memercayai Yesus Kristus

  2. Kebangkitan-Nya berarti Yesus Kristus membuktikan apa yang dinyatakan-Nya. Artinya, Dia adalah Tuhan, Allah yang menjadi manusia. Paskah berarti Yesus mengatakan yang sebenarnya ketika Dia mengatakan, "Aku dan Bapa-Ku adalah satu." (Yohanes 10:30) Dan jika kita dapat memercayai-Nya atas perkataan-Nya itu, maka kita akan lebih mudah memercayai-Nya ketika Dia berkata bahwa Dia datang untuk menyelamatkan kita dari dosa kita. Kita dapat memercayai-Nya ketika Dia berkata jika kita percaya kepada-Nya, kita akan diselamatkan. Yesus bersungguh-sungguh dengan perkataan-Nya dan Dia pernah berkata bahwa tidak ada jalan lain untuk selamat kecuali melalui-Nya.

    Hubert Humphrey berkata, "Betul, setiap orang memunyai hak yang sama untuk berbicara, tetapi tidak semua orang memiliki hak yang sama untuk dipercayai sungguh-sungguh."

    Contohnya, jika dokter bedah Anda mengatakan, "Saya perlu membuang salah satu ginjal Anda, Anda akan sehat kembali dalam waktu singkat, atau saya bukanlah seorang dokter." Anda akan sulit memercayainya.

    Sekarang, ada beberapa hal yang tidak dapat kita percayai terlepas dari siapa pun yang mengatakannya. Carl Sagan dapat saja mengatakan kepada kita bahwa ada 300 juta bintang di alam semesta, dan kita mungkin memercayainya. Akan tetapi, jika kemudian dia berkata kepada Anda untuk tidak duduk di sebuah kursi karena kursi itu baru saja di cat, kita akan menyentuh kursi itu untuk memastikan perkataannya.

    Bagaimana seseorang memperoleh kredibilitasnya? Ada beberapa cara:

    1. Curilah. Ada yang mengatakan bahwa orang-orang akan lebih siap mendengar ide Anda jika Anda mengatakan kepada mereka bahwa Benjamin Franklin pernah mengatakannya.

    2. Usahakanlah. Max Lucado menceritakan kisah Dr. Evan O'Neil Kane yang membuktikan teorinya tentang 'anestetik' (obat bius) lokal dengan cara mengoperasi usus buntunya sendiri pada tahun 1921 di Rumah Sakit Kane Summit di New York. Karena sukses melakukan operasi sendiri dengan menggunakan obat bius lokal, maka dia berhak didengarkan oleh seluruh komunitas kedokteran. Itulah kredibilitas.

    Saat Yesus keluar dari gua/kubur pada waktu subuh di hari Paskah, dia memperoleh hak untuk didengarkan. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa kita dapat memercayai semua perkataan Yesus dan kita dapat memercayai bahwa Dia menginginkan yang terbaik untuk kehidupan kita.

  3. Allah Menyediakan Segala Sesuatu yang Kita Perlukan untuk Bersekutu dengan-Nya

  4. Roma 4:25 mengatakan, Yesus mati untuk dosa kita, dan Dia dibangkitkan dari kematian untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Ketika Yesus mati, Dia menebus dosa-dosa kita -- Dia sangat menderita secara rohani dan fisik. Ketika Dia dibangkitkan dari kematian, Dia menunjukkan kuasa Allah untuk mengalahkan kematian dan keinginan Allah untuk membagikan kemenangan itu dengan semua yang akan memercayai Yesus. Kebangkitan itu adalah bukti hidup bahwa semua orang dapat diselamatkan oleh kuasa penebusan darah Yesus. Bagaimana caranya?

    1. Dengan percaya pada Tuhan Yesus Kristus - itu berarti secara batin kita mengakui kehidupan-Nya yang sempurna, kesamaan-Nya dengan Allah, kematian-Nya yang penuh pengorbanan, dan kebangkitan-Nya secara harafiah yang kekal selama-lamanya.

    2. Dengan menerima-Nya sebagai Allah dan Juru Selamat. Itu berarti memercayai-Nya dengan segenap hati dan juga pikiran Anda. Artinya, Anda menempatkan-Nya dalam takhta kehidupan Anda (yang berarti Anda perlu melepaskan diri Anda sendiri dari takhta itu). Pergantian kepemilikan ini menghasilkan fokus dan prioritas-prioritas baru dalam hidup Anda. Anda tidak lagi mencari "kehidupan untuk diri Anda sendiri", tetapi keinginan Anda adalah melayani Dia yang menyediakan pengampunan bagi dosa Anda dan kehidupan kekal.

    Alkitab memberitahukan bahwa Anda bisa lahir baru. Itu artinya Anda dapat memulai kehidupan Anda dari awal -- baru lagi -- dengan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Anda. Roma 10:9-10 mengatakan, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." Akan tetapi Anda tidak dapat diselamatkan tanpa memercayai kebangkitan Yesus Kristus, karena jika Dia tidak dibangkitkan, kematian-Nya tidak akan lebih berarti dari kematian martir mana pun.

    Banyak orang Kristen mula-mula disiksa dan dibunuh - itu adalah fakta historis yang telah diceritakan ulang dalam berbagai film, buku dan tulisan-tulisan lainnya. Anda tahu kenapa? Bukan karena mereka mengabarkan semua pengajaran Yesus tentang mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri, walaupun Dia menuntut kasih yang tidak egois seperti itu; bukan karena mengabarkan bahwa Dia akan kembali lagi di akhir zaman, walaupun Dia benar menjanjikannya; bukan karena menyatakan bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan, walaupun Alkitab jelas-jelas menyatakan keajaiban kehamilan Maria yang mengandung Mesias.

    Bukan, kebenaran yang tidak dapat diterima oleh orang-orang yang tidak percaya adalah mengenai kebangkitan Yesus, karena itulah engsel dari semua sejarah manusia. Jika Iblis dapat menang dalam peperangan mengenai kebangkitan, maka Iblis akan memenangkan segalanya. Akan tetapi, Iblis tidak pernah memenangkan peperangan itu! Peperangan itu dimenangkan oleh Yesus Kristus ketika Dia mati dan dibangkitkan Allah dari kubur. Dengan kemenangan itu, Allah memberikan kita segala sesuatu yang kita butuhkan untuk keselamatan.

  5. Kristus Adalah Pendamping Hidup Setiap Orang yang Percaya Kepada-Nya

  6. Yesus mengatakan dalam Matius 28:20, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Seorang kakek berjalan dengan cucunya. Beberapa waktu kemudian, dia berhenti, melihat anak itu dan bertanya, "Berapa jauh kita dari rumah?"

    "Aku tidak tahu, Kek," ujar anak itu. "Nah, kamu tahu di mana kamu sekarang?" tanya kakek itu. "Tidak, Kek. Aku tidak tahu," jawab anak kecil itu. Lalu, kakek itu berkata dengan lembut, "Kelihatannya kamu tersesat." "Anak kecil itu menengadah ke arah kakeknya dan berkata dengan percaya diri, "Tidak, aku tidak mungkin tersesat. Aku akan bersamamu, Kek."

    Demikianlah yang terjadi atas kita. Karena kebangkitan-Nya, kita tahu bahwa sejauh apa pun dalam 'hutan' kehidupan kita, kita tidak akan pernah tersesat karena Tuhan Yesus Kristus yang Hidup -- Allah dalam rupa manusia, yang dibangkitkan dari kematian oleh Allah untuk menyediakan keselamatan kita -- Juru Selamat kita, selalu bersama kita.

Itulah arti Paskah. Kita tidak akan sia-sia memberikan hidup kita untuk arti itu.

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Nama situs : Gate Way to Jesus
Alamat URL : www.gatewaytojesus.com
Judul asli artikel : Jesus Died... So What?
Penulis artikel : Dr. John Childers
Tanggal akses : 10 Januari 2011

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Komentar