Prinsip Praktis Mendisiplin Anak

Jenis Bahan PEPAK: Artikel

  1. Disiplin harus bertujuan untuk menolong si anak dan bukan untuk membuat anak menjadi frustasi.
  2. Disiplin haruslah membimbing dan mendidik si anak agar ia sanggup membuat pilihan yang bijaksana. Dengan demikian anda sedang menolong anak untuk dapat mendisplinkan dirinya sendiri.
  3. Disiplin harus bersumber pada hati yang penuh kasih pada diri anak, sehingga meyakinkan dirinya bahwa dia adalah bagian dari keluarga atau Sekolah Minggunya.
  4. Anda dan anak-anak perlu mengetahui bahwa disiplin itu merupakan hal yang rahasia dan hanya anda dan dia yang mengetahuinya. Untuk itu jangan mempermalukan anak di depan umum, karena hal itu tidak akan berhasil dengan baik.
  5. Dengan mengampuni kesalahan anak, berarti anda juga membina kepercayaan di dalam dirinya itu bahwa anda sudah mengampuni dia dan sekarang semuanya sudah dilupakan.
  6. Pikirkan masalah yang akan timbul dan carilah jalan untuk menghadapi hal itu sebelum konflik berkembang.
  7. Berikanlah pujian dan semangat kepada anak dan jangan memberikan celaan ataupun ejekan.
  8. Dengarkan penjelasan seorang anak sebelum membuat keputusan akhir, dan jelaskan keputusan anda mengapa anda terpaksa memberikan hukuman kepada anak.
  9. Hukumlah dengan motif yang jelas, misalnya kebohongan harus ditangani dengan tegas daripada gelas yang dipecahkan anak tanpa disengaja.
  10. Pertimbangkan perbedaan anak-anak secara individu dan pilihlah disiplin yang tepat bagi masing-masing anak.
  11. Tundalah pemberian hukuman yang keras sampai anda benar-benar menjadi lebih tenang dan dapat menguasai diri. Keputusan yang mendadak biasanya akan disesali.
  12. Jangan menakuti-nakuti anak. Hukumlah atau jangan menghukum.
  13. Tetapkan peraturan sesedikit mungkin, tapi laksanakan peraturan yang sudah ditetapkan.

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Buku: 
Tujuh Kebutuhan Anak
Pengarang: 
John M. Drescher
Halaman: 
106 - 107
Penerbit: 
P.T. Gunung Mulia
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
1992