Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Guru SM Sebagai Penentu Pertumbuhan Gereja


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Guru SM yang betul-betul terpanggil dalam pelayanan SM biasanya merasa sangat puas jika bisa melayani dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin mengerahkan tenaga juga pikiran demi kemajuan SM. Kesibukan guru SM dalam pelayanan mereka membuat mereka tidak sadar bahwa dengan mendidik anak-anak SM yang adalah generasi penerus gereja mereka sudah ikut berperan dalam pertumbuhan gereja. Berikut ini akan kita lihat peranan apa saja yang dapat diberikan guru SM dalam meningkatkan pertumbuhan gereja.

1. Mendidik anak-anak SM.

Mendidik anak-anak SM yang adalah generasi penerus merupakan cara pertumbuhan gereja yang terbaik. Ada tiga macam pertumbuhan gereja:

  1. Pertumbuhan gereja secara transmigrasi, yaitu anggota gereja yang mutasi.
  2. Pertumbuhan melalui penginjilan, yaitu pertambahan anggota gereja yang baru percaya dan bertobat.
  3. Pertumbuhan secara alamiah, yaitu anak-anak anggota gereja yang sudah dididik sejak kecil dan kemudian menjadi umat percaya.
Dengan mendidik anak-anak SM yang adalah generasi penerus akan dapat menjamin pertumbuhan gereja secara alamiah, dan ini adalah salah satu tugas dari guru SM. Tetapi jangan lupa orangtua pun hendaknya memberikan kesempatan bagi generasi penerus untuk dapat bertumbuh dalam keluarga Kristen yang baik.

2. Menginjili dan memenangkan anak SM.

Dengan menginjili dan memanangkan anak SM, berarti ada juga kesempatan besar untuk memenangkan orangtuanya. Banyak kesaksian membuktikan bagaimana anak-anak mempengaruhi orangtuanya untuk percaya kepada Tuhan.

Ron Boldman adalah seorang pendeta dari "Calvary Chapel", salah satu gereja yang berkembang pesat di Amerika. Setelah menyelesaikan pendidikan teologi, Ron pergi memberitakan Injil dan mendirikan gereja; dari tahun ke tahun jumlah orang yang menghadiri kebaktian meningkat dengan pesat. Menurut catatan statistik, pada tahun 1973 jumlah orang yang menghadiri kebaktian rata-rata adalah 135 orang, sampai pada tahun 1977 jumlahnya telah meningkat mencapai rata-rata 1.325 orang. Pendeta yang dipakai secara besar-besaran oleh Tuhan itu, adalah hasil usaha dari Erick Boldman, yaitu anaknya yang berusia empat tahun, yang telah mengajak dan membawa Ron mengikuti "Sekolah Minggu untuk orang dewasa". Selain itu, masih banyak contoh serupa.

Berawal dari penginjilan guru SM mereka, banyak anak yang berhasil mempengaruhi orangtua mereka yang mundur dan tawar hati untuk kembali mengasihi Tuhan dan masuk ke gereja.

3. Membina dan membimbing anak SM.

Membina dan membimbing anak-anak SM berarti juga membina pemimpin-pemimpin gereja di masa yang akan datang. Jikalau guru SM berhasil membina kerohanian para generasi penerus itu dengan baik, berarti para guru telah melatih dan mempersiapkan mereka untuk gereja di masa yang akan datang; jadi hal itu merupakan suatu pekerjaan yang amat besar dan bernilai! Kualitas pemimpin gereja di masa mendatang tergantung bagaimana para guru SM membina dan membimbing mereka sekarang.

4. Pendidikan terhadap anak-anak SM.

Pertumbuhan gereja dalam kualitas dan kuantitas tergantung pada pendidikan terhadap generasi penerus gereja, yaitu anak-anak SM. Bila pendidikan terhadap generasi penerus diutamakan, gereja dapat mendirikan dasar yang baik bagi hakekat kerohanian jemaat. Mereka tidak mudah terbawa arus, selain itu juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dalam kuantitas. Bukankah kita harus menanggung pekerjaan yang sedemikian berharga dengan segala kerelaan hati? Ya! Kita harus mencurahkan seluruh tenaga dan kemampuan, berani berkorban dan membayar harga demi mendidik generasi penerus yang setia.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Artikel: 
Nilai Pendidikan Bagi Generasi Penerus
Judul Buku: 
Pembaruan Mengajar
Pengarang: 
Dr. Mary Go Setiawani
Halaman: 
15 - 16
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung

Komentar