Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Guru Sebagai Jembatan Antara Gereja dan ASM


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Sebagai seorang guru SM salah satu tugas yang diberikan gereja kepada Anda adalah menjadi jembatan antara anak-anak SM dan gereja. Tugas ini merupakan tugas yang mutlak. Setiap anak yang ada dalam SM Anda tentunya tidak akan terus menerus berada dalam kelas SM. Sejak menjadi anggota SM, seorang anak otomatis adalah anggota gereja. Pada usia yang sudah cukup, mereka harus keluar dari SM dan mengikuti ibadah dalam gereja. Agar mereka tidak merasa asing dengan kebaktian dalam gereja, dan agar mereka merasa menjadi bagian dari gereja kenalkanlah mereka pada liturgi/kebaktian di gereja (kebaktian orang dewasa).

Tidak sulit untuk mengenalkan anak-anak kepada gereja. Anak-anak biasanya tertarik pada apa saja yang menarik minat orang dewasa. Karena itu, ajaklah ia untuk sekali-sekali hadir dalam kebaktian orang dewasa. Ini akan menolong memperluas pemahaman anak. Lebih baik lagi jika guru terlebih dulu mempersiapkan anak dengan penjelasan mengenai apa yang akan dilihat dan didengar. Guru perlu berkonsultasi dengan pendeta mengenai saat yang cocok bagi anak-anak untuk berkunjung -- seperti pada awal kebaktian, atau saat tak ada kebaktian. Mungkin pendeta dapat berbincang-bincang secara singkat dengan anak-anak sebelum atau sesudah kunjungan berlangsung.

Sebelum anak menghadiri kebaktian orang dewasa, sangatlah menolong untuk mengunjungi ruangan yang akan dipakai terlebih dahulu, melihat-lihat dari dekat benda-benda khusus yang cenderung menarik perhatian anak (mimbar, Alkitab besar, organ atau alat musik lainnya, jendela warna-warni, pembatas mimbar, kantong persembahan, dan sebagainya).

Ketika saat kebaktian tiba, pastikan bahwa anak dilibatkan dalam percakapan dengan penerima tamu dan orang lain yang ikut dalam kebaktian. Jika ada liturgi kebaktian yang tertulis, tunjukkan beberapa bagian kebaktian yang mungkin paling menarik bagi anak itu.

Duduklah di tempat anak dapat melihat dengan jelas ke arah mimbar. Pada banyak kasus, semakin dekat ke depan, semakin baik, karena anak yang duduk di belakang cenderung kurang mendengarkan apa yang dikatakan di mimbar. Saat orang-orang tertentu berperan serta dalam berbagai macam bagian kebaktian, bisikkan kepada anak siapa orang itu, dan hal-hal yang menarik dari orang itu. ("Penerima tamu yang jangkung dengan jas biru itu adalah Pak Mendez. Ia adalah manajer toko yang sering kita kunjungi.") Jika anak itu mulai tidak betah, bersiaplah untuk ke luar diam-diam dan bicarakan apa yang terjadi selama kebaktian.

Jika Anda mengadakan kunjungan pada saat tak ada kebaktian, arahkan perhatian anak pada ciri-ciri unik yang menarik perhatiannya. Duduklah berdiam diri dengan anak itu selama beberapa saat untuk merasakan keindahan dan ketenangan gereja. Ajaklah anak itu melihat- lihat lembar atau buku puji-pujian, Alkitab atau bacaan yang dipakai selama kebaktian. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk menolong anak memperhatikan warna atau rancangan apa pun di jendela atau spanduk.

Bimbinglah anak untuk mengeja huruf-huruf yang tertera di papan nama gereja. Mintalah ia membantu Anda "membacanya." Anda dapat memotret si anak atau sekelompok anak di luar gedung gereja. Juga, arahkan perhatian pada ciri-ciri khusus seperti salib atau menara, yang menandai gedung gereja Anda. Jelaskan, "Salib ini menolong orang tahu bahwa gedung ini adalah gereja -- sebuah tempat khusus untuk orang datang dan belajar tentang Allah dan Tuhan Yesus."

Anda mungkin ingin merencanakan lebih dari satu kali kunjungan: satu kali untuk melihat-lihat bagian dalam gedung dan sekali lagi untuk melihat-lihat di luar gedung gereja. Juga, guru-guru dapat membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok kecil. Tiap kelompok masuk secara bergiliran. Bila anak-anak sudah kembali ke kelas masing- masing, ajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk membantu anak- anak mengingat kembali pengalaman mereka. Kunjungan-kunjungan semacam ini akan sangat baik bila dilakukan secara singkat dan dijadikan sebagai peristiwa khusus.

Kunjungan ke gereja paling tepat dilakukan jika kelas itu sedang membahas tentang gereja. Namun, bagian yang terpenting dari sebuah gereja bagi anak kecil adalah kelasnya sendiri dan guru-guru yang ada di sana.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Artikel: 
Mengunjungi Kebaktian Orang Dewasa
Judul Buku: 
Mengenalkan Allah Kepada Anak (Terjemahan dari Teaching Your Child About God)
Pengarang: 
Wes Haystead
Halaman: 
84 - 86
Penerbit: 
Yayasan Gloria
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
1996

Komentar