Situs Pepak
Mengasuh Anak dengan Baik pada Era Digital
Bahkan, pada saat terbaik pun, tidak ada hal yang mudah dalam membesarkan anak-anak. Namun, singkirkan jutaan teknologi baru -- perangkat baru, jejaring sosial, dan aplikasinya -- maka keadaan akan semakin rumit. Inilah tantangan bagi orangtua hari ini.
Teknologi
IDE UTAMA
Karena kita telah diciptakan menurut gambar Allah dan merefleksikan kemampuan-Nya untuk mencipta, manusia mampu mengembangkan teknologinya. Teknologi sering membantu manusia untuk menjalankan penguasaan yang benar atas ciptaan, dan dimaksudkan Allah untuk memenuhi kebutuhan kita.
Generasi Digital dan Kehidupan Rohaninya (1)
Salam kasih,
Lingkungan adalah salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan anak. Terlebih lagi dengan adanya era digital, cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi pun semakin beragam. Lalu, bagaimana dengan spiritualitas yang dimiliki? Apa pengaruh era digital terhadap spiritualitas yang ada?
Bagaimana Spiritualitas Berubah pada Era Digital
Wawancara bersama David Kinnaman, Barna Group.
Pada era internet, data menjadi semakin penting. Situs-situs seperti Facebook dan Twitter berkembang dalam hal mengumpulkan dan mendistribusikan informasi tertentu mengenai kesukaan dan kebiasaan pengguna.
Renungan: Sembahlah Tuhan Saja!
Bergabunglah di Kelas Online Natal November/Desember 2017
Natal bukan sekadar perayaan dan sukacita merayakan kelahiran sang Penebus. Natal adalah perayaan momen saat Allah Mahatinggi dan Mahasuci turun ke bumi untuk melayani dan menebus manusia yang berdosa. Bagaimana kita dapat memaknai Natal sesuai dengan kebenaran firman Tuhan? Bergabunglah dalam kelas Natal untuk tahun 2017 ini. Pendaftaran peserta kelas Natal 2017 sudah dibuka dan kelas diskusi akan berlangsung pada bulan November/Desember 2017.
Anak dan Apologetika Kristen (2)
Salam kasih,
Pada edisi yang lalu, kita belajar bahwa dalam apologetika, anak diminta untuk dapat menceritakan iman mereka kepada orang lain dengan bekal pengalaman dan informasi dari komunitasnya, termasuk ayat alkitab serta pengajaran yang ia dapatkan dari sekolah minggu. Namun, sudahkah anak layan kita siap untuk berapologetika?


