Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengapa Memuridkan Anak-Anak?


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Markus 13:31) Akankah Anak-Anak Masa Kini Menerima Kemutlakan Moral "Semua orang baik masuk surga!" ujar Connor, salah satu mantan anak sekolah minggu saya. Dalam kelas sekolah minggu saat itu, saya membahas topik mengenai surga. Sebagian besar anak-anak membisikkan kata setuju, mencerminkan pandangan-pandangan yang sudah meresap di masyarakat. Saya menanggapi jawaban Connor sebagai kesempatan untuk membantu "melatih seorang

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Markus 13:31)

Akankah Anak-Anak Masa Kini Menerima Kemutlakan Moral

"Semua orang baik masuk surga!" ujar Connor, salah satu mantan anak sekolah minggu saya. Dalam kelas sekolah minggu saat itu, saya membahas topik mengenai surga. Sebagian besar anak-anak membisikkan kata setuju, mencerminkan pandangan-pandangan yang sudah meresap di masyarakat. Saya menanggapi jawaban Connor sebagai kesempatan untuk membantu "melatih seorang anak" dengan cara Allah yaitu dengan menggunakan firman-Nya -- kebenaran-Nya. Namun demikian, akankah anak-anak yang dihadapkan dengan relativisme dari berbagai arah dapat menerima jawaban-jawaban Alkitab yang tidak terbantahkan? Bagaimana guru dan orang tua menanamkan kemutlakan moral pada anak-anak masa kini?

Jangkaulah Anak-Anak Sekarang

Dalam bukunya, "Raising Up Spiritual Champions", peneliti serta penulis George Barna menunjukkan bahwa hampir semua kepercayaan permanen orang dewasa ditentukan saat mereka berusia 13 tahun! Tugas kita untuk membantu anak-anak mengenal Yesus dan prinsip-prinsip-Nya sejak usia muda sangat vital bagi sistem kepercayaan rohani mereka di masa depan. Anak-anak akan memercayai firman Allah ketika firman itu membantu dalam pembentukan karakter muda mereka.

Jangan Remehkan Mereka

Hampir semua anak dapat mengenali alasan-alasan Anda tidak masuk akal. Perlakukan mereka dengan hormat! Berikan jawaban dan eksegesa Alkitab dengan kata-kata yang dapat mereka mengerti, namun jangan takut memberi tahu mereka yang sebenarnya -- walaupun itu berarti mengakui bahwa Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka. Anak- anak akan memercayai firman Allah ketika pembina-pembina mereka mengajar mereka dengan hormat.

Buatlah Alkitab Nyata

Teladan dan kesaksian-kesaksian memenuhi halaman-halaman Alkitab -- jadi ceritakanlah kisah Anda dengan "Allah" dan bantulah anak-anak mengenali kisah-kisah mereka sendiri. Saat anak-anak bertumbuh dan dihadapkan dengan tantangan-tantangan terhadap iman mereka, mereka akan mengingat bagaimana Allah telah menyembuhkan ayah mereka, menemukan anjing mereka yang tersesat, dan memberikan mereka seorang teman. Anak-anak akan memercayai firman Allah ketika mereka merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka, sama seperti kehadiran Tuhan dalam pengalaman Abraham dan Paulus

Bantulah Mereka Belajar

Sudah banyak pembahasan yang mengulas bahwa gaya belajar setiap anak itu berbeda. Ini sangatlah jelas: masing-masing individu belajar dengan lebih baik dan lebih menyeluruh ketika gaya belajar mereka diterapkan (baik secara visual, auditori, kinestetik, atau peraba). Ajarkan Alkitab dengan berbagai macam metode. Kita perlu memahami ciri-ciri yang mendefinisikan generasi ini. Anak-anak akan memercayai firman Allah ketika pelajaran yang diberikan kepada mereka cocok dengan cara yang membantu mereka belajar.

Ajarkan Kemandirian

Kita perlu membantu anak mengembangkan keahlian berpikir kritis dalam semua subjek -- terutama ketika berhubungan dengan topik-topik rohani di Alkitab. Banyak anak akan memasukkan informasi yang mereka pelajari dan analisa ke dalam diri mereka sendiri, dan ketika mereka menghadapi beragam kepercayaan di masa yang akan datang, mereka akan memercayai kemampuan berpikir logis mereka sendiri. Ajar mereka untuk mempelajari Alkitab. Anak-anak akan memercayai firman Allah ketika mereka menggalinya sendiri.

Kembali ke kisah kelas sekolah minggu yang saya sebutkan di atas. Ketika diberi kesempatan untuk menanggapi komentar Connor tentang orang "baik" akan masuk surga, seorang anak, Ronnie [seorang siswi] mengangkat tangannya untuk bicara dan dia langsung memukau saya dengan pemahamannya. "Ibu saya mengatakan jalan ke surga adalah dengan percaya kepada Yesus dan berdoa memohon pertolongan-Nya setiap hari," kata Ronnie kepada kami semua. "Ibu berkata jika aku melakukan satu hal saja yang buruk, seperti memikirkan kata-kata kasar, berarti aku memerlukan pertolongan Yesus. Ibu saya berkata kita memerlukan Yesus karena kita harus sempurna untuk berada bersama Allah di surga. Dan entah bagaimana caranya Yesus membuat kita sempurna." Wow! Hebat sekali ibunya Ronnie.

Dari generasi mana pun mereka, anak-anak dapat cepat belajar dan berpegang pada kebenaran Alkitab. Tugas kita sebagai guru serta orang tua adalah memuridkan mereka dengan menghormati, memberikan contoh-contoh nyata, dan memberikan kasih sayang. Buah dari berinvestasi kepada anak-anak bersifat kekal! (t/Uly)

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Artikel: 
Train Up a Child

Komentar