Skip to main content

Mengajak anak-anak untuk datang dan beribadah ke SM ternyata memerlukan campur tangan dan keterlibatan yang dalam dari guru-guru SM. Mereka tidak akan pernah mengerti mengapa mereka harus datang ke SM jika guru SM tidak pernah membimbing mereka mengenai hal tersebut. Bagaimana cara kita membimbing mereka? Sebelumnya, para guru harus mengetahui terlebih dahulu mengenai arti pentingnya ibadah SM itu sendiri. Setelah itu, barulah kita tularkan hal itu kepada anak-anak SM kita.

Apakah Ibadah Itu?

Apa yang Saudara lakukan pada waktu Saudara beribadah? Apa yang dapat terjadi dengan Saudara ketika beribadah? Bagaimana Saudara mengetahui bahwa Saudara menjalankan ibadah?

Sunday School

Gagasan dasar tentang ibadah terkandung dalam arti kata itu sendiri. Ibadah berarti perbuatan, dan sebagainya, untuk menyatakan bakti kepada Tuhan. Dan, bakti ialah perbuatan yang menyatakan hormat, tunduk, kasih, setia, dan sebagainya. Wahyu 4:11 mengatakan, "Ya Tuhan, dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, dan hormat dan kuasa; ...." Ibadah mencakup juga pengucapan syukur atas apa yang dilakukan Allah, kebaikan dan berkat-Nya; dan ibadah meliputi pujian [link sudah tidak dapat diakses (Juni 2026)] karena sifat-sifat-Nya. Ibadah juga diuraikan sebagai:

  • pertemuan pribadi dengan Allah,
  • puncak pengalaman rohaniah,
  • pengungkapan jiwa.

Beribadah kepada Allah menolong kita menggenapi rencana-Nya bagi kita. Kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya dan menikmati persekutuan dengan-Nya untuk selama-lamanya.

Ingat dan catatlah definisi ibadah ini di dalam catatan pribadi Anda:

  • Ingin mengenal Allah lebih baik.
  • Menyadari kekudusan dan kebesaran-Nya.
  • Meminta Dia untuk membimbing kita.
  • Berdoa dan memuji Dia dengan sepenuh hati kita.
  • Mencari kehendak-Nya.
  • Menghormati nama-Nya.
  • Menaati perintah-Nya.

Ibadah adalah suatu pengalaman yang rapuh. Dengan mudah dapat rusak oleh gangguan. Masalah kedisiplinan dapat menghalangi semangat ibadah, demikian juga lingkungan yang kurang baik dan kurang cocok.

Ibadah lebih sering timbul karena melihat teladan orang daripada karena mendengar ajarannya. Karenanya, tingkah laku pemimpin sangat penting. Pemimpin yang tidak mempunyai persiapan dan kurangnya organisasi dapat menghalangi ibadah.

Ibadah yang tidak terjalin bersama pengajaran dapat menjadi tidak berarti juga. Kita melakukan kekeliruan yang menyedihkan bila menuangkan pengetahuan ke dalam benak si anak dan tidak memberikan sesuatu yang menarik hatinya.

Kapan, di Mana, dan Mengapa Harus Beribadah

Kebaktian pagi atau petang hari tidak pernah dimaksudkan untuk mengajar anak-anak dan para remaja mengenai bagaimana beribadah atau mengikutsertakan mereka dalam pengalaman ibadah yang agak lama. Acara pembukaan sekolah minggu sering kali tidak memberikan kesempatan untuk ibadah yang berarti kepada anak-anak.

Kebaktian anak-anak menyediakan kesempatan yang baik untuk mendidik anak-anak beribadah. Akan tetapi, tidak semua anak menghadiri kebaktian tersebut. Ada keluarga yang tidak tinggal untuk ibadah pagi. Banyak gereja yang tidak mengadakan kebaktian anak-anak.

Orangtua dan Anak

Pemecahan yang terbaik adalah menyediakan waktu untuk ibadah sebagai bagian dari jam pelajaran sekolah minggu. Dengan cara ini, ibadah dapat disesuaikan dengan keperluan dan kesanggupan tingkat umur anak. Sering kali, kebaktian ini sajalah yang dihadiri oleh kebanyakan pelajar itu. Itulah kesempatan mereka satu-satunya untuk mendapatkan pengalaman ibadah. Di sekolah minggu, pengalaman ibadah dapat didasarkan pada pelajaran yang diberikan. Sering kali, ada baiknya untuk menutup jam pelajaran sekolah minggu dengan memberi kesempatan beribadah. Dengan cara ini, maka kebaktian itu dapat berlandaskan kebenaran utama seperti pelajarannya sehingga "pengetahuan otak" dapat dijadikan "pengetahuan hati" dengan menanamkannya di dalam perasaan dan kehendak. Misalnya, pada saat pelajaran, kita mengajarkan rencana keselamatan sehingga seluruh kelas mengerti apa yang telah dilakukan Allah bagi mereka dan apa yang harus mereka kerjakan. Dalam kebaktian ibadah, mereka ditantang untuk membuat keputusan menerima keselamatan ini.

Dalam setiap acara di sekolah minggu atau dalam ibadah keluarga, sempatkan untuk berdoa syafaat bagi bangsa dan negara. Kebiasaan ini akan menolong anak untuk lebih peduli terhadap perkembangan apa pun yang terjadi di negara kita dan menjadikannya sebagai pokok doa [link sudah tidak dapat diakses (Juni 2026)] mereka, baik secara bersama maupun pribadi.

Tujuan untuk melibatkan para pelajar dalam ibadah di sekolah minggu ialah:

Mendidik mereka untuk beribadah.

Sedikit sekali anak-anak yang pernah diajar untuk beribadah. Ada yang telah mempelajari sikap badan ketika beribadah tanpa mengerti kuasa dan tujuan ibadah. Aktivitas ibadah menyediakan pendidikan ini. Di sini, kita dapat membangun landasan bagi keikutsertaan yang lebih berarti dalam kebaktian ibadah yang lain.