Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Melakonkan Cerita Alkitab


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Diringkas oleh: Santi Titik Lestari

Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menyampaikan cerita dengan berbagai variasi, selain dari cara yang biasa.

  1. Bercerita seolah-olah sedang menyaksikan apa yang terjadi.
  2. Memainkan peranan seorang pelaku dalam cerita dan menyampaikan cerita seolah-olah dialah yang sedang bercerita.
  3. Dengan memakai beberapa nada suara yang berlainan, memerankan dialog antara pelaku-pelaku dalam cerita seolah-olah mereka sendiri yang sedang berbicara.

Bagaimana Menyusun Cerita?

Tiap cerita memunyai empat bagian dan tiap bagian cerita memunyai fungsi tertentu:

  1. Permulaan (Pendekatan/Pendahuluan)
    1. Memikat perhatian si anak.
    2. Membawanya ke dalam suasana cerita dengan:
      • memperkenalkan tokoh-tokoh yang penting,
      • menggambarkan kapan dan di mana cerita itu terjadi, dan
      • menggugah rasa ingin tahu berhubungan dengan inti.
  2. Perkembangan (Jalan cerita)
    1. Melalui pergumulan membawa anak-anak kepada pengertian tentang sesuatu kebenaran.
    2. Menunjukkan apa yang terjadi, dengan cara yang memikat perhatian sampai ke puncak dengan makin meningkatkan rasa ingin tahu penyelesaian pergumulan dalam cerita.
  3. Pemecahan

    Puncak atau klimaks dari cerita, di sini persoalan dipecahkan dan segala rahasia terbuka.

  4. Penyelesaian (Penutup)

Dengan singkat dan memuaskan bagi penonton, inti cerita ditekankan secara wajar dan menarik bagi penonton.

Bagaimana Pembagian Waktu Untuk Setiap Bagian?

Ingat, permulaan, pemecahan, dan penyelesaian selalu pendek saja. Perkembangan cerita memerlukan hampir sebagian besar waktu.

Melatih Diri Menyampaikan Cerita

Cara bercerita yang sungguh hidup dan memikat perhatian penonton tidak akan dengan mempelajari teori, bagaimanapun tepatnya teori itu; keterampilan menyampaikan cerita Alkitab dengan gaya yang hidup hanya dapat diperoleh dengan latihan. Bila seseorang melatih diri secara lengkap dan sesempurna mungkin, walau hanya dua atau tiga kali, itu akan menolongnya menjadi lebih ahli dalam menyampaikan semua cerita berikutnya, walaupun tidak ada waktu untuk banyak berlatih lagi. Sebab itu, ambillah waktu untuk mengadakan latihan yang lengkap dan sempurna.

Ada tiga cara melatih diri yang sangat menolong:

1. seorang diri di depan kaca panjang, dan menilai hasilnya sendiri,

2. di hadapan orang lain yang dapat memberi penilaian secara tidak langsung melalui reaksinya, atau

3. dalam kelompok atau kelas dengan disaksikan oleh orang lain yang mampu memberi saran dan penilaian.

Ketiga cara ini diperlukan untuk menyempurnakan cara bercerita sebaik-baiknya. Mungkin yang paling menolong ialah bila guru memulai dengan latihan diri. Kemudian setelah merasa siap, baru ceritanya disajikan kepada orang lain.

Setiap orang memunyai penilaian masing-masing. Cobalah ceritakan dulu ke seorang anak, adik, atau tetangga. Penilaian dapat diketahui dari sikap mereka, apakah mereka senang mendengar cerita yang disampaikan itu. Tetapi perlu juga mendapat penilaian secara jelas dan terus terang dari orang dewasa yang cukup mengerti apakah cerita itu memenuhi syarat atau tidak sebagai alat mengajar PAK kepada anak-anak.

Macam-Macam Latihan

1. Mengendalikan nada suara, air muka dan gerak-gerik sesuai dengan isi cerita.

Bahan latihan: Cobalah tirukan kata-kata orang-orang berikut ini dengan suara yang tepat; kemudian ucapkan kembali dengan gerak-gerik dan air muka yang turut menjelaskan arti kata-kata itu:

  1. Goliat dan Daud 1) Goliat menantang Israel - I Samuel 17: 10 2) Eliab mengejek Daud - I Samuel 17:28 3) Daud menjawab ejekan Eliab - I Samuel 17:29 4) Ucapan Daud kepada Raja Saul - I Samuel 17:32 5) Goliat mengejek Daud - I Samuel 17:43 6) Daud menjawab ejekan Goliat - I Samuel 17:45
  2. Perumpamaan seorang hamba 1) Hamba yang tak dapat membayar hutang - Matius 18:25 2) Teguran hamba itu kepada hamba yang lain - Matius 18:28, bagian akhir. 3) Raja dari hamba yang jahat itu - Matius 18:32-35
  3. Kisah Elisabeth dan Maria 1) Zakharia - Lukas 1: 18 2) Elisabeth - Lukas 1:25 3) Maria - Lukas 1:34; 1:38; 1:46-47 4) Simeon - Lukas 2:29-30
  4. Yesus di Bait Allah 1) Anak-anak di Bait Allah - Matius 21:15 2) Kepala imam di Bait Allah - Matius 21:16 3) Yesus menjawab kepada imam - Matius 21:16-17
  5. e. Yesus ditangkap 1) Yudas - Markus 14:4 2) Petrus - Markus 14:29, 31, 71 3) Kepala pasukan - Markus 15:39
  6. f. Maria dan Yesus 1) Maria Magdalena - Yohanes 20:16, 18 2) Tomas - Yohanes 20:28 3) Yesus - Yohanes 20:29 21:12, 15
  7. g. Petrus dan Imam Besar 1) Petrus - Kisah 3:14; 4:19 2) Imam Besar - Kisah 5:28

2. Menentukan cepat-lambatnya cara penyampaian

Bacalah contoh-contoh berikut dengan nada suara dan kecepatan yang tepat!

a. "Bukan main takutnya bangsa Israel! Mereka bingung, takut, panik! Di depan mereka terbentang laut, sedangkan di belakang mereka raja yang kejam bersama tentaranya mengejar, sudah mendekat. Mereka tidak dapat ke mana-mana, lalu menangislah mereka ketakutan.

b. "Setiap hari wanita itu mengejek Hana, 'Aku punya anak, Hana, sedangkan kau tidak! Barangkali Tuhan lupa kepadamu. Barangkali Dia tidak mengasihimu sehingga kamu tidak diberi-Nya anak!' Hana sedih sekali mendengar itu. Benarkah Tuhan tidak mengasihinya? Seringkali diam-diam Hana menangis dengan sedihnya."

c. "Di malam yang gelap itu mereka menyanyikan lagu-lagu pujian. Tahanan-tahanan yang lain diam mendengarkan nyanyian itu. Tiba-tiba, terjadi gempa yang sangat hebat! Tembok-tembok penjara yang tebal dan kuat itu bergoyang-goyang, lalu runtuh. Dan balok-balok kayu yang membelenggu kaki Paulus dan Silas hancur berantakan. Keduanya bebas."

3. Bahasa yang kita pakai harus sederhana dan sesuai dengan bahasa anak-anak supaya mudah dimengerti.

4. Buatlah beberapa macam variasi:

a. Menceritakannya dari sudut pandang salah satu tokoh dalam cerita.

b. Menceritakannya seolah-olah Anda sendiri sedang menyaksikannya.

c. Menceritakannya dari sudut pandang orang ketiga yang hanya memberitahukan apa yang terjadi.

d. Menceritakan keadaan, sedemikian rupa sehingga penonton merasa turut menyaksikannya.

e. Memainkan peranan masing-masing tokoh dengan memakai suara yang berbeda untuk tiap tokoh.

f. Adakah ide lain lagi yang dapat dipakai? Praktikkanlah! Diambil dan diringkas dari:

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Artikel: 
1. Menentukan Cara Menyampaikan Cerita, 2. Melatih Diri untuk Menyampaikan Cerita Alkitab
Judul Buku: 
Penuntun Guru PAK, Sekolah Minggu, dan Sekolah Dasar 1 dan 2
Halaman: 
155 -- 157 dan 174 -- 177
Penerbit: 
PT. BPK Gunung Mulia

Komentar