Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Gadis Kecil Pelayan Naaman


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Gadis Kecil yang Menjadi Berkat (2 Raja-raja 5:2-19)

Walaupun Allah telah memilih keturunan-keturunan Abraham untuk menjadi berkat bagi dunia yang telah jatuh (Kejadian 21:18), khususnya untuk menyatakan kepada mereka kebesaran Allah yang Hidup, orang-orang Yahudi tidak pernah menggenapi mandat mereka. Larangan dari Allah kepada umat Yahudi untuk memisahkan diri dari kenajisan dunia berkembang menjadi penyekatan antara umat Yahudi dan semua yang bukan Yahudi. Pada masa Perjanjian Baru, jika seorang Yahudi bergaul dengan non-Yahudi atau memasuki rumahnya, hal tersebut dianggap najis (Kisah 10:28). Sikap yang tidak ramah ini tampak juga dalam Kitab Yunus di Perjanjian Lama. Ketika Allah memerintahkan Yunus untuk pergi ke Niniwe dan menyampaikan pesan pertobatan kepada orang Asyur, dia tidak mau pergi. Bahkan, dia tidak taat dan menaiki kapal yang menuju Tarsis, tujuan terjauh dari Niniwe. Dia menolak memberitakan keselamatan untuk para penyembah berhala (Yohanes 1:2, 3). Akan tetapi, walaupun perasaan itu sudah lazim di antara orang-orang Yahudi, Alkitab juga memberikan kita beberapa contoh dari orang-orang Yahudi yang memperlakukan orang-orang yang tidak percaya dengan cara berbeda. Contohnya, Yusuf dan Daniel menghormati dan melayani tuan-tuan mereka dengan setia di tengah-tengah perhambaan mereka. Selain itu, mereka juga mempersaksikan iman mereka kepada Allah yang Benar. Dalam 2 Raja-raja kita memiliki contoh tentang seorang Yahudi yang diperbudak di tanah asing, tetapi dia justru menunjukkan kesetiaan serta belas kasihan kepada tuannya dengan mempersaksikan imannya kepada mereka: gadis kecil pelayan Naaman.

Siapakah Gadis Kecil Itu?

  • Siapa namanya? Tidak ditulis di Alkitab
  • Tahun berapa dia hidup? Sekitar 852-840 SM
  • Berapa usianya? Alkitab hanya menyebut "gadis" dan "muda"
  • Siapakah kaumnya? Dia adalah orang Yahudi/Israel
  • Di mana dan apa pekerjaannya? Hamba/pelayan di rumah tangga Naaman orang Siria/Aram, barangkali di Damsyik. Tugasnya melayani istri Naaman

Kita tidak tahu nama gadis kecil itu karena Alkitab tidak mencantumkan apa-apa tentang hal tersebut. Ia hidup kira-kira pada masa sesudah Elisa memulai pelayanannya pada tahun 852 SM dan sebelum kematian Raja Yoram pada awal 840 SM (Benhadad II -- 860-841 SM -- mungkin adalah Raja Aram) Kita juga tahu bahwa dia masih "muda" (Ibr. "qutan", kecil; mentah dalam umur atau tidak cukup penting) dan dia seorang "gadis" (Ibr. "naarah", anak gadis dalam masa pertumbuhan menuju masa remaja). Kita tahu bahwa dia adalah orang Yahudi (Roma 3:2, "kepada merekalah dipercayakan firman Allah.").

Selain itu kita juga tahu bahwa dia adalah orang Israel (ayat 2). Israel, kerajaan utara, telah berpisah dengan Yehuda pada tahun 931 SM. Dalam 2 Raja-Raja, sampai saat itu Israel telah bertahan selama 80 tahun dan memunyai sembilan raja murtad yang membawa penyembahan berhala ke tanah itu. Tanah tersebut telah terkena berbagai macam bentuk hukuman dari Allah agar mereka bertobat, tetapi orang-orang di sana masih menyembah lembu-lembu emas di Dan serta Bethel. Mereka juga masih terlibat dalam penyembahan Baal dan dewa-dewa lainnya. Akan tetapi, sisa-sisa umat Israel masih menjadi pengikut Allah yang Benar (1 Raja-raja 19:18).

Kita tahu dia seorang hamba/pelayan yang ditawan oleh orang Aram/Siria dalam salah satu penjarahan ke Israel (2 Raja-raja 5:2). (Lihat 1 Samuel 30:8 dan 15 untuk deskripsi tentang sebuah gerombolan penjarah). Barangkali dia ditangkap oleh Naaman sendiri atau dia dibeli sebagai pelayan dari perdagangan budak (lihat Kejadian 37:36).

Tawanan perang biasanya dipaksa menjadi budak, walaupun pada zaman dahulu budak-budak memunyai hak untuk terlibat dalam bisnis, simpan pinjam uang dan membeli kebebasan mereka. Mereka bekerja di dapur, tempat menenun serta ladang. Mereka bekerja sebagai tentara angkatan bersenjata, kuli-kuli bangunan, tukang pahat dan seniman. Ada juga yang di rumah sebagai pelayan pribadi -- mereka semua adalah barang milik kepunyaan tuan-tuan mereka.

Selain statusnya sebagai hamba/pelayan, kita tahu gadis kecil itu melayani istri Naaman. Dia selalu mendahulukan nyonyanya dan penuh perhatian. Barangkali dia melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti memasak, memandikan, dan mendandani nyonyanya. Tampaknya dia juga memunyai hubungan khusus dengan istri Naaman sehingga dia dapat menyampaikan saran kepadanya, hampir seperti hubungan anak dan orang tuanya (Amsal 29:21 FAYH, "Apabila seorang pelayan dimanjakan sejak kecil, maka akhirnya ia akan ingin diperlakukan sebagai anak.")

Dia tinggal bersama-sama orang Aram -- orang-orang Semit yang melawan Saulus, Daud, dan Salomo --di sekitar Siria di Aram, barangkali di Damsyik (kota terpenting dan ibukota Benhadad). Orang Aram berperang dengan Israel lebih dari 150 tahun. Aram adalah negara yang terdiri dari negara-negara-kota yang melingkupi hampir seluruh Siria (tetapi tidak termasuk pesisir Fenisia). Kota yang paling penting adalah Damsyik, Asteroth, dan Ramoth-Gilead; dan raja-raja yang ternama adalah Benhadad I, Hazeel, dan Benhadad II. Negara tersebut akhirnya ditaklukkan oleh Kerajaan Asyur (Asiria) tetapi bahasa mereka, bahasa Aram atau Aramaik, tetap menjadi bahasa universal kerajaan-kerajaan Asyur dan Babel. Dalam 2 Raja-Raja, orang-orang Aram ada yang menjadi pengrajin tangan, pedagang, petani, peternak, tentara, dan bandit.

Apa Yang Dilakukan Gadis Kecil Itu?

A. Gadis itu adalah kesaksian yang baik

1. Dia setia kepada tuannya; dia merasakan apa yang tuannya rasakan. Mengapa?

  1. Tuannya adalah "orang hebat" di negaranya; dia sangat dihargai oleh rajanya.

  2. Tuannya "dijunjung dan dihormati"; namanya berarti "pemurah, adil," dan dia dihormati oleh rajanya.

  3. Tuannya adalah orang yang "gagah" yang memimpin pasukan-pasukan Aram dan membawa kemenangan atas musuh-musuhnya.

2. Dia berbelas kasihan.

  1. Gadis kecil itu merasa kasihan terhadap tuannya yang terkena penyakit kusta.

  2. Dia menginginkan kesembuhan untuk tuannya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."

3. Dia dipercaya oleh nyonyanya. Sang nyonya menyampaikan apa yang gadis itu katakan kepada suaminya.

B. Gadis itu menjadi berkat.

  1. Gadis itu beriman kepada kuasa Allah; dia merupakan sisa dari orang-orang yang percaya kepada Allah.

  2. Gadis itu beriman kepada kuasa nabi; nabi adalah alat Allah. Allahlah yang bekerja lewat nabi-nabinya; mereka tidak menyampaikan pesan-pesan mereka sendiri (2 Petrus 1:20, 21), mereka juga tidak dapat membuat mukjizat jika Allah tidak memberikan kekuatan (1 Raja-Raja 18:36).

  3. Gadis itu beriman kepada kuasa nabi Elisa:
    1. Dia memunyai "dua bagian dari roh Elia" (2 Raja-raja 2:9, 12); contohnya, dia telah mewarisi tempat dan kekuatan nabi Elia.
    2. Dia adalah nabi sejati: "Firman Allah bersama dengannya" (2 Raja-raja 3:12).
    3. Dia adalah "abdi Allah" (2 Raja-raja 5:14)

4. Gadis itu beriman kepada kuasa nabi Elisa dapat menyembuhkan Naaman; Elisa membuat mukjizat-mukjizat dalam kuasa Alah.

  1. Dia membelah sungai Yordan dengan pakaian Elia setelah Elia naik ke surga (2 Raja-raja 2;14).
  2. Dia menyucikan air Yerikho dengan garam (2 Raja-raja 2:21).
  3. Dia mengutuk sekumpulan remaja yang mengolok-oloknya. Lalu, 42 orang dicabik-cabik oleh beruang-beruang (2 raja-raja 2:24).
  4. Dia menubuatkan kemenangan atas Moab (2 Raja-raja 3:14-26).
  5. Dia membuat minyak terus mengalir agar seorang janda dapat membayar hutang-hutangnya (2 Raja-raja 4:3-7).
  6. Dia membangkitkan anak perempuan Sunem dari kematian (2 Raja-raja 4:18-36)
  7. Dia memurnikan kuali yang berisi makanan yang beracun.

C. Iman gadis kecil itu efektif.

1. Imannya memberikan pengharapan:

  1. Istri Naaman mengharapkan kebenaran dan memberikan pengharapan itu kepada suaminya (ay. 4).

  2. Naaman mengharapkan penyembuhan fisik:

    1) Dia mendekati raja Ben-Hadad, menjelaskan kepercayaannya dan meminta izin untuk pergi kepada Elisa agar disembuhkan (2 Raja-raja 5:4-6).

    2) Dia melakukan perjalanan dari Damsyik ke Samaria sejauh 100 mil agar bisa disembuhkan (ay 5).

2. Hal ini membukakan jalan bagi kesaksian:

  1. Bagi keluarga Naaman setelah penyembuhannya (ay.17).
  2. Bagi raja Aram, Benhadad (ay. 4, 18)
  3. Bagi raja Israel, Yoram (ay 7,8)

3. Hal ini menyebabkan penyelamatan:

  1. Naaman diselamatkan dari keganasan penyakitnya ketika dia merendahkan dirinya dan berserah kepada firman Allah agar dia disembuhkan (ay.14).

  2. Naaman diselamatkan dari pengasingan dan penilaian ketika dia percaya kepada Allah (ay. 15): "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel."

Apa Yang Kita Pelajari Dari Gadis Kecil Itu?

  1. Kita dapat menjadi berkat kepada orang yang terhilang saat kita menyaksikan kebenaran tentang Allah kepada mereka.

  2. Tidak ada situasi teramat buruk yang dapat mencuri kenyamanan kita dan kesempatan melayani Allah.

  3. Allah akan menyelamatkan mereka yang dipilihnya; tidak peduli banyaknya tindakan-tindakan mereka yang salah. Dia memastikan bahwa pada akhirnya mereka akan menemukan-Nya jika mereka mencari-Nya dengan kerendahan hati.

  4. Terkadang, Allah mengizinkan penyakit agar Allah dapat dimuliakan ketika penyakit tersebut disembuhkan (Yohanes 9:3).

Tanggal akses: 26 Agustus 2010

Diterjemahkan dan disunting dari:

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Artikel: 
Women of the Bible ­ Naaman`s Servant Girl, the Girl Who was a Blessing (2 Kings 5:2-19)

Komentar