Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Masalah Motivasi Belajar


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Peranan guru berikutnya ialah membangkitkan motivasi dalam diri peserta didiknya agar semakin aktif belajar. Ada dua jenis motivasi, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi pertama, ialah motivasi atau dorongan serta gairah yang timbul dari dalam peserta didik itu sendiri, misalnya ingin mendapat manfaat praktis dari pelajaran, ingin mendapat penghargaan dari teman terutama dari guru, ingin mendapat nilai yang baik sebagai bukti "mampu berbuat". Motivasi kedua mengacu kepada faktor-faktor luar yang turut mendorong munculnya gairah belajar, seperti lingkungan sosial yang membangun dalam kelompok, lingkungan fisik yang memberi suasana nyaman, tekanan, kompetisi, termasuk fasilitas belajar yang memadai dan membangkitkan minat.

Bisa saja timbul reaksi dalam diri guru yang bertanya, "Mengapa saya harus pusing dengan soal motivasi?" Jawabannya sederhana. Ada tiga alasan mendasar tentang pentingnya motivasi.

  1. Watak dan sifat manusia yang membutuhkan dorongan, desakan, dan rangsangan dari sesamanya. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya" (Ams. 27:17). "Bertolong-tolonganlah kamu menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus," begitu tegas Rasul Paulus (Gal. 6:2).
  2. Sebagai proses dan upaya apa adanya, sifat perbuatan belajar itu sendiri sangat membutuhkan "suntikan-suntikan" atau dorongan. Kita tahu bahwa dorongan dapat terjadi melalui tantangan ataupun hukuman, serta melalui pujian dan penghargaan. "Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya" (Rm. 15:1-2).
  3. Tidak ada ukuran satu metode mengajar yang paling baik yang dapat dipakai dalam setiap kesempatan dan jenis kegiatan belajar. Jadi, kalau ada peserta didik yang kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran, guru harus sadar bahwa barangkali metode atau pendekatan yang dipilihnya kurang relevan dan ia harus berusaha mencari metode alternatif.

Strategi utama dalam membangkitkan motivasi belajar pada dasarnya terletak pada guru atau pengajar itu sendiri. Menurut McKeachie (1986), kemampuan guru menjadikan dirinya model yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesanggupan dalam diri peserta didik merupakan aset utama dalam membangkitkan motivasi.

Oleh karena itu, seorang guru sudah seharusnya mengembangkan beberapa jenis kualitas berikut agar dapat berperan aktif sebagai motivator.

  1. Meningkatkan kemampuan yang dapat menampilkan penguasaan bahan atau pengetahuan. Untuk itu, ia harus banyak belajar dan terus belajar melalui berbagai media dan sumber yang terkait dengan bidangnya. Seorang guru yang ahli di bidangnya tidaklah berarti terbebas dari kesalahan, kekurangan, atau kekeliruan. Sama sekali tidak. Namun, janganlah sampai frekuensi kekhilafannya sangat menonjol dalam interaksi dengan peserta didiknya. Janganlah sering terdengar jawaban, "Maaf saya tidak tahu!" ketika berhadapan dengan pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik. Hal demikian akan melemahkan kepercayaan mereka terhadap sang guru.
  2. Menunjukkan sikap memahami secara mendalam terhadap perasaan dan pengalaman peserta didik, khususnya yang menyangkut kelemahan maupun kekurangan dalam sikap dan kemampuan akademis. Sikap demikian bukan berarti bahwa guru menyetujui kekurangan atau penyimpangan sikap dan tingkah laku yang ditunjukkan peserta didik. Akan tetapi dengan sikap empati, guru mengharapkan perubahan dalam "kesempatan kedua" yang masih ia berikan kepada peserta didik.
  3. Menunjukkan semangat mencintai bidang studi yang digelutinya. Guru-guru "cadangan" yang mengajar dengan kualitas "kurang menguasai" materi pengajaran cenderung melemahkan semangat belajar peserta didiknya.
  4. Memberikan penjelasan terhadap hal-hal yang masih "kabur" atau kurang jelas, dengan bahasa dan sikap yang dapat dimengerti. Tugas ini menyangkut penjelasan yang baik tentang materi pelajaran dan mengenai strategi belajar untuk memperoleh angka yang baik.

Ditinjau dari segi iman Kristen, konsep mengenai manusia sebagai pribadi ciptaan Allah, peserta didik berhak mendapatkan informasi dari gurunya tentang bagaimana mereka dapat memperoleh nilai yang memuaskan.

Kategori Bahan PEPAK: Guru - Pendidik

Sumber
Judul Buku: 
Menjadi Guru Profesional Sebuah Perspektif Kristiani
Pengarang: 
B. Samuel Sidjabat, M.Th., Ed.D.
Halaman: 
109 - 112
Bab: 
Masalah Motivasi Belajar
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung
Tahun: 
1993

Komentar