Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Belajar Seni Berkawan


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Di antara berbagai ketrampilan yang penting di dalam kehidupan ini, tidak banyak yang lebih penting daripada mengerti bagaimana membina dan memelihara persahabatan yang baik. Baik persahabatan dengan Allah maupun dengan mereka yang ada di sekeliling kita; dari persahabatan ini kita mengukir harga diri dan suatu kehidupan yang berbahagia. Hal-hal ini mempunyai dampak yang besar terhadap perkembangan kepribadian kita, dan merupakan perekat yang mempersatukan keluarga dalam ikatan yang kuat.

Tetapi apa sebenarnya yang menjadi ciri dari seni membina persahabatan atau seni menjadi seorang sahabat itu? Dan bagaimana caranya agar anak Anda dapat mempelajarinya? Baik penelitian sosiologi maupun pemikiran akal yang sehat, keduanya menunjukkan bahwa hal itu sebagian besar diawali dengan cara bagaimana Anda sebagai orangtua sudah memberikan teladan kepadanya -- yaitu mutu persahabatan yang dilihatnya ada pada Anda, maksudnya bagaimana Anda memperlakukan kawan hidup Anda dan sebaliknya, dan bagaimana Anda memberi respons terhadap perlakuannya itu atau sebaliknya. Bagaimana caranya Anda menangani perselisihan dan menyatakan sukacita Anda? Apakah anak dapat merasakan bahwa Anda berdua sangat akrab bersahabat?

Namun demikian, menjadi teladan bukanlah satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan untuk mengajarkan kepada anak Anda tentang bagaimana menjalin persahabatan. Berikut ini terdapat beberapa cara yang lain:

  1. Enam tahun pertama dalam kehidupan anak Anda akan dipergunakannya untuk berangsur-angsur memisahkan diri dari orangtuanya, terutama dari ibunya. Ini merupakan pemisahan yang sehat. Titik fokus untuk tahun-tahun ini ialah pada bagaimana caranya menguasai dirinya sendiri dan lingkungannya. Biasanya kawan-kawannya hanya dipandang sebagai manusia yang seperjalanan, dan hal ini menerangkan mengapa anak sering tidak menaruh perhatian pada orang lain. Selama masa ini, kebutuhan anak itu untuk dapat memiliki harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum ia dapat dengan tulus membagikan atau menikmati sesuatu bersama orang lain. Sifat mementingkan diri harus berangsur- angsur diganti dengan sifat memperhatikan kepentingan orang lain.
  2. Masa prasekolah merupakan masa untuk belajar. Di dalam masa ini masih dapat diterima jika anak menanggapi sesuatu dengan kecenderungan hatinya yang alami atau wajar; Anda juga dapat secara aktif terlibat dalam proses belajar itu. Bawalah anak Anda yang berumur tiga atau empat tahun untuk pergi bersama-sama dua atau tiga kawannya. Perhatikanlah cara bagaimana mereka mengungkapkan baik secara lisan maupun dalam bentuk tindakan bahwa mereka itu sangat mementingkan dirinya sendiri saja. Lalu, dengan sikap lembut dan positif, kemukakanlah beberapa gagasan agar mereka bersedia mengubah sikap itu. Dalam usia mereka ini mereka sangat suka bermain, jadi permainan dapat merupakan sarana utama bagi Anda untuk mengajarkan kepada mereka seni untuk belajar berkawan.
  3. Jika anak Anda sudah mulai semakin merasa enak dengan otonomi yang diberikan kepadanya, maka ia pun akan semakin tertarik kepada orang lain. Selama usia sekolah dasar, seringlah bercakap- cakap dengan anak Anda tentang kawan-kawannya. Tolonglah anak Anda mengungkapkan bagaimana sifat teman-teman itu, dan apa yang mereka suka lakukan. Buatlah cerita-cerita petualangan dan buatlah gambar-gambar mengenai teman-teman ini juga. Sekarang mulailah membicarakan tentang akibat-akibat yang negatif karena memilih teman yang tidak baik.
  4. Ikut serta dalam permainan yang memerlukan kerjasama akan menolong dia untuk mempelajari hal yang sangat penting untuk membina persahabatan. Undanglah teman-teman untuk ikut keluar bersama keluarga atau untuk datang makan bersama di rumah atau di rumah makan. Ajaklah anak Anda untuk ke toko membeli hadiah untuk ulangtahun teman-temannya, atau tolonglah dia membuat mainan sederhana atau sesuatu pekerjaan tangan untuk hadiah. Sementara Anda berbelanja atau bekerja, bicarakanlah tentang bagaimana perasaan kasih sayang Anda terhadap orang-orang yang Anda kenal, baik yang di dalam maupun yang di luar lingkungan keluarga.
  5. Pada tahun-tahun praremaja, pusat perhatian anak Anda berangsur- angsur beralih kepada hubungan dengan teman sebaya yang sejenis dan kepada orang dewasa yang di luar lingkungan keluarga. "Kelompok" atau "geng" ini menolongnya untuk mengetahui apa artinya merasa dimiliki atau diakui sebagai anggota kelompok dan mempunyai keyakinan bahwa diri mereka dapat menyumbangkan sesuatu yang berarti. Kepramukaan dan perkumpulan anak-anak yang lainnya juga merupakan tempat mengungkapkan keinginan mereka untuk menjadi anggota sesuatu kelompok.
  6. Selama masa praremaja ini, tolonglah anak Anda untuk bertumbuh dengan mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan dengan mempunyai pengertian yang lebih baik tentang dirinya sendiri. Hal ini dapat diperoleh dengan jalan pergi keluar, ikut dalam kelompok untuk berkemah, atau berkunjung dan menginap di rumah keluarga kawan. Menikmati masa libur singkat bersama keluarga atau kelompok lain juga dapat menyenangkan sekali. Jika anak remaja Anda merasa bahwa ia disukai oleh kawan-kawannya maka kalau perlu dan kalau keadaan mendesak ia akan mampu untuk berdiri sendiri. Anak Anda harus senantiasa belajar untuk dapat mengetahui bagaimana caranya memilih teman yang baik.
  7. Kadang-kadang Anda perlu menolong anak Anda untuk mengevaluasi dan menghindari kawan-kawan yang memberikan pengaruh negatif terhadap dirinya. Dan mungkin Anda perlu menolong anak Anda untuk belajar menghargai dan mengikutsertakan di dalam lingkungannya seseorang yang kelihatannya tidak menarik atau yang kurang disukainya.
  8. Sepanjang masa praremajanya ini, Anda merupakan tempat perlindungan anak dari orang-orang yang tidak mau bersahabat dengan dia. Anda juga terus merupakan teladan baginya untuk dapat menjangkau orang lain. Jangan lupa untuk membicarakan dengan anak Anda syarat dasar dari suatu persahabatan yang baik, seperti umpamanya bersedia mendengarkan dan bersedia memperhatikan orang lain, mencari mereka, menghargai dan memuji sifat-sifat mereka yang baik, ikut merasakan perasaan hati mereka, dan menjaga rahasia.
  9. Dalam masa remaja ini, anak-anak sedang melalui suatu proses untuk menilai kembali dirinya sendiri. Pada mulanya hal ini terjadi melalui partisipasinya di dalam kelompoknya dan bagaimana kelompok itu menerima dirinya, dan kemudian dengan melakukan sesuatu sendiri dan secara lebih mandiri. Selama masa pertumbuhan anak Anda menuju kedewasaan, Anda mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan bahwa ia itu diterima sebagaimana adanya dan tanpa syarat apa pun dan dengan demikian Anda juga memberi teladan mengenai ciri-ciri dari suatu persahabatan yang sejati. Di dalam ciri-ciri ini masuk juga soal keterbukaan, maksudnya ialah menanggalkan segala kedok yang dipakai untuk menyembunyikan perasaan-perasaan Anda yang sebenarnya terhadap orang lain.
  10. Sediakanlah cukup banyak waktu untuk meninjau perasaan pribadi Anda dan perasaan anak Anda. Bicarakan tentang sifat-sifat yang Anda cari dalam diri seorang kawan. Utamakan hal-hal ini dan kajilah hubungan-hubungan Anda yang ada sekarang dalam sorotan terang daftar sifat-sifat tersebut ini. Ketahui dan akuilah bersama-sama bahwa persahabatan itu menyangkut soal memberi dan menerima. Sediakanlah waktu untuk saling memperagakan sifat atau ciri yang merupakan kunci dari suatu persahabatan yang baik seperti komunikasi, nasihat, pujian, kesetiaan, dan kepercayaan. Bicarakan juga tentang segi yang tidak menyenangkan dari persahabatan, seperti iri hati, pertengkaran di antara dua orang sahabat, permintaan maaf, dan berakhirnya suatu persahabatan.
  11. Jika pada tahap ini Anda dan anak Anda bukan kawan akrab, ambillah langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan ini. Hal ini harus dimulai dengan kerendahan hati yang tulus, kesediaan untuk mengampuni, dan berdamai kembali. Saat-saat demikian memang merupakan saat-saat yang sulit dalam suatu persahabatan yaitu pada saat suatu kesalahan harus diakui dan kebenaran diungkapkan dalam kasih. Sekali proses pemulihan sudah dimulai, bicarakanlah tentang kenyataan bahwa dalam menghadapi kesulitan, celakanya, pola yang paling lazim ialah mengakhiri tali persahabatan itu dan bukannya mengatasi masalahnya.

Keahlian anak dalam memulai dan memelihara persahabatan yang baik sangat bergantung pada teladan dan pengalaman-pengalaman belajar yang Anda berikan kepadanya. Ini merupakan tanggung jawab yang besar, namun buahnya yang menyenangkan merupakan harta sepanjang hidup yaitu dengan mengetahui bahwa anak Anda adalah seorang kawan yang sejati.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Buku: 
40 Cara Mengarahkan Anak
Pengarang: 
Paul Lewis
Halaman: 
32 - 36
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung
Tahun: 
1993

Komentar