Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Masalah Pendidikan Kristen dalam Gereja Kecil


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Pelayanan pendidikan di gereja kecil menghadapi dua masalah utama: anak-anak yang terlalu sedikit dan ruangan yang terlalu sempit. Karena rata-rata jemaatnya berjumlah kurang dari seratus orang, maka dapat diasumsikan bahwa kebanyakan gereja kecil menghadapi dua masalah ini.

ANAK-ANAK YANG TERLALU SEDIKIT

Pertumbuhan dalam hal jumlah tidak akan bisa disamakan dengan pertumbuhan rohani. Meskipun demikian, pertumbuhan yang seperti ini merupakan suatu tujuan yang pantas dicapai. Dalam pelayanan anak di sebuah gereja kecil, satu kelas mungkin berisi anak-anak usia pra sekolah sampai sekolah lanjutan pertama. Selisih usia ini tampaknya diabaikan oleh orang dewasa, namun ini dapat menciptakan sebuah perbedaan besar dalam proses belajar anak. Jumlah anak- anak yang sangat banyak akan memberi para guru kesempatan untuk membagi kelas dan menyesuaikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan ciri-ciri setiap kelompok usia.

Dengan jumlah murid yang sedikit, pengaturan yang terbaik bagi sebuah SM adalah dengan membagi pengelompokkannya sedekat mungkin. Pada anak usia pra sekolah, misalnya, guru dapat memisahkan anak- anak balita yang aktif dari bayi yang masih mudah menangis. Murid- murid usia sekolah yang mampu membaca dan menulis harus dipisahkan dari anak-anak yang lebih muda sehingga mereka dapat menggunakan kemampuan mereka dalam kegiatan mempelajari Alkitab. Pembagian kelas bagi murid yang lebih besar dapat ditentukan berdasar perbedaan tingkat kedewasaan atau jenis kelamin.

Gereja kecil seringkali dirintis oleh keluarga-keluarga muda, dan kebanyakan anak-anak di gereja itu dapat dengan mudah menjadi akrab dengan anak sebayanya. Dalam kasus seperti ini, anak-anak harus dipisahkan berdasarkan kapasitas kelas dan rasio jumlah guru-murid.

Jika jumlah pekerja mencukupi, satu guru dapat menangani satu murid dari usia tertentu yang jarak usianya dengan anak lain terlalu jauh untuk digabungkan dalam satu kelas. Namun kelemahan dari sistem ini adalah kurangnya persekutuan bagi murid-murid. Mereka kehilangan kontak penting dengan teman sebayanya dan kesempatan untuk belajar kebenaran Alkitab dalam sebuah konteks hubungan sosial.

Dengan jumlah anak yang sedikit dengan selisih usia rata-rata sama, program gereja untuk anak bisa disampaikan dalam satu ruangan guna mengatasi masalah penghematan waktu pengajaran SM. Jika semakin banyak anak yang datang, para pekerja biasanya akan mengarahkan mereka pada kebaktian di gereja. Anak-anak yang menghadiri kebaktian dewasa hanya memahami sedikit dari ibadah yang diikutinya; akan lebih baik jika mereka menyembah Allah sesuai dengan tingkat pemahaman mereka lewat program gereja anak. Namun, koordinator haruslah bijaksana untuk membatasi gereja anak sesuai dengan kelompok usia tertentu dan jumlah anak yang dapat ditangani oleh pekerja. Ketika pelayanan ke luar menghasilkan lebih banyak anak dan perekrut menyediakan lebih banyak pekerja, maka program ini dapat diperluas dengan menambah kelompok-kelompok usia.

RUANGAN YANG TERLALU SEMPIT

Jemaat yang sedikit mungkin memiliki sebuah gedung yang besar namun dalam kebanyakan kasus, gereja-gereja kecil bertemu di gedung yang termasuk di dalamnya tempat ibadah, kantor pendeta, beberapa ruangan kecil, sebuah ruangan untuk makan malam di gereja, dan sebuah dapur kecil. Di beberapa gereja kecil, semua area ini dimanfaatkan sebagai ruang kelas SM.

Jika tidak tersedia ruangan yang cukup, jemaat harus memanfaatkan ruangan yang ada. Dalam membuat perubahan, gereja-gereja harus dapat menawarkan pilihan, yaitu dengan tidak mengikutsertakan ruangan untuk menyesuaikan diri demi tujuan ke depannya. Peningkatan dapat berarti menghilangkan tembok yang ada dan bukannya membangun tembok tambahan lagi. Perkirakan ruangan mana yang dapat dipakai untuk barang-barang yang tidak digunakan seperti meja-meja guru, lemari penyimpanan, dan piano. Jika ada satu area yang hanya berfungsi sebagai tempat pertemuan pembukaan untuk anak untuk kemudian tidak dipakai lagi, hentikan program pertemuan tersebut dan gunakan ruangan itu sebagai kegiatan belajar Alkitab selama jam SM. Beberapa kegiatan anak-anak SM tidak membutuhkan meja. Jika hal ini menjadi masalah, cobalah ganti ruangan berkarpet itu dengan kursi. Pertimbangkanlah tempat tidur susun untuk anak-anak usia pra sekolah.

Karena anak-anak kecil membutuhkan ruangan yang lebih luas untuk bertumbuh dan belajar daripada anak-anak remaja dan dewasa, kebutuhan mereka harus menjadi prioritas. Jika ruangan bagi orang dewasa ternyata lebih luas dan menarik, mereka harus rela pindah ke belakang gereja dan memberikan ruangan mereka untuk anak-anak balita yang berjejal-jejal di ruangan yang sempit. Meskipun bergabung menjadi satu dalam suatu gereja adalah yang terbaik, kelas bagi orang dewasa mungkin perlu diadakan di rumah terdekat, kantor atau restoran.

RENCANA YANG TERLALU SEDIKIT

Beberapa gereja kecil akan tetap selalu kecil. Batasan-batasan dan pengaruh-pengaruh mungkin meliputi masalah demografi setempat, lokasi yang tidak jelas, fasilitas yang terlalu banyak, atau suatu pelayanan yang tidak memenuhi kebutuhan komunitasnya. Beberapa dari batasan dan pengaruh ini berada dibawah kendali gereja, sedangkan yang lainnya tidak. Seringkali, kemampuan gereja untuk melampaui segala keterbatasannya terletak pada doa dan perencanaan.

Untuk merencanakan pertumbuhan dalam pelayanan anak, para guru harus menyimpan baik-baik daftar kehadiran siswa. Dengan daftar yang akurat tersebut, perencana dapat memperkirakan pertumbuhan di tahun- tahun yang akan datang. Misalnya, sebelum ruangan penuh terisi maka ruangan ekstra harus disediakan dan kelas-kelas harus dibagi. Ruangan yang terlalu ramai membuat guru frustasi dan memecah perhatian orangtua serta menyebabkan anak berperilaku nakal. Sebelum kebutuhan muncul, sebuah gereja harus merekrut dan melatih pekerja yang telah siap ketika anak-anak datang.

Beberapa denominasi dapat memberikan sumber-sumber tenaga kerja untuk membantu gereja dalam proses perluasan dan pertumbuhannya. Jemaat lainnya mungkin membutuhkan suatu komite untuk mencari ahli- ahli yang dapat membantu membuat perencanaan jangka panjang. Banyak penerbit kurikulum menyediakan konsultan-konsultan yang dapat memberikan nasihat, sedangkan sebuah sekolah Alkitab lokal atau seminari mungkin memiliki seorang staf pengajar yang dapat memberi evaluasi program di suatu gereja kecil.

Ketika jemaat gereja kecil telah memahami perlunya pelayanan anak, maka mereka akan mencurahkan waktu, usaha, dan dana untuk mengembangkannya. Dengan komitmen seperti itu, gereja tersebut akan tumbuh baik dalam jumlah maupun dalam pelayanan. (t/Rat)

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Artikel: 
Small-Church Education Programs: Is the Small Church a Big Problem?
Judul Buku: 
The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation
Pengarang: 
Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson
Halaman: 
298 - 301
Penerbit: 
Thomas Nelson Publishers
Kota: 
Nashville
Tahun: 
1993

Komentar