Musa di Mesir - Memperkenalkan Keluarga Musa


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 713 - Relasi Pelayanan Anak dengan Keluarga ASM (I)

Memanfaatkan area eksplorasi dalam proses pembelajaran di kelas sekolah minggu.

Kelas: Balita
Tema: Musa di Mesir
Topik: Memperkenalkan keluarga Musa: nama ayah, ibu, dan kakak.
Persiapan: Cuplikan film: Musa dihanyutkan ke Sungai Nil.
Area: Mini library/merawat bayi/mewarnai bayi Musa/membuat Sungai Nil.

Bahan Alkitab: Keluaran 2:1-10

Fakta historis:

Keluarga Musa adalah orang Ibrani yang pada masa itu hidup di bawah perbudakan bangsa Mesir. Ayah Musa seorang keturunan Lewi bernama Amram. Ibunya, Yokhebed, juga seorang Lewi. Musa memiliki dua kakak yang bernama Harun dan Miriam. Saat Musa masih bayi, Firaun memerintahkan prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani. Ibu Musa kemudian menghanyutkan bayi Musa di Sungai Nil agar terhindar dari kejaran prajurit Mesir. Atas kehendak Tuhan, bayi Musa ditemukan dan diangkat anak oleh Putri Firaun.

Tujuan:

  1. Anak mengetahui latar belakang keluarga Musa.
  2. Anak mengetahui bahwa Tuhan telah menolong ibu Musa untuk menyelamatkan bayinya.

Desain area aktivitas:

1. Perpustakaan mini.

Di area ini, anak diberi kesempatan untuk membaca dan melihat berbagai gambar seputar kondisi Mesir Kuno pada zaman Musa, dan buku-buku cerita Alkitab tentang kehidupan Musa. Guru dapat membuat sendiri "buku-buku" yang khusus berisi informasi tentang kondisi Mesir Kuno pada zaman Musa. Beberapa sumber yang bisa digunakan misalnya: buku "Ensiklopedia Alkitab", "Bible Dictionary" (bergambar), atau mungkin dengan melakukan browsing di internet. Karena buku-buku ini akan dibaca oleh anak balita, tampilan gambar jauh lebih penting dibandingkan kata-kata. Pameran gambar/foto Mesir Kuno akan sangat membantu anak untuk memiliki pengetahuan tentang kehidupan pada zaman Mesir Kuno. Meskipun kelihatannya butuh tenaga ekstra untuk mempersiapkan area perpustakaan mini, tetapi dampaknya bisa sangat luar biasa bagi anak-anak karena tayangan visual/gambar tiga kali lebih efektif dibandingkan kata-kata. Selain itu, seluruh materi di perpustakaan mini ini masih bisa digunakan untuk pelajaran tentang kehidupan Musa. Karena anak-anak belum bisa membaca dengan baik, di area ini sangat diperlukan pendampingan dari guru sekolah minggu untuk membantu membacakan atau menjelaskan gambar-gambar kepada anak-anak yang tertarik berada di area ini.

2. Bermain pura-pura "merawat bayi".

Di area ini, anak dapat memainkan peran sebagai ibu Musa, atau mungkin sebagai Putri Firaun (yang dibantu oleh dayang-dayang atau para pembantu lainnya) yang sedang bermain dengan si kecil Musa. Apa dan bagaimana anak memainkan perannya, tidak perlu terlalu diawasi apalagi dikoreksi. Izinkanlah anak memainkan perannya sesuai dengan imajinasi mereka. Kalaupun ada "kesalahan" yang tidak sejalan dengan alur cerita firman Tuhan, guru memiliki kesempatan untuk meluruskannya saat menyampaikan firman Tuhan di akhir acara bermain bebas ini. Untuk sementara, izinkan anak mengeksplorasi terlebih dahulu materi pelajaran yang akan disampaikan. Meskipun campur tangan guru tidak terlalu dibutuhkan di area ini, penting bagi guru untuk tetap memantau apa saja yang sedang dikerjakan oleh anak supaya guru dapat menangkap hal yang sedang dipikirkan oleh anak-anak tersebut sementara mereka bermain.

3. Mewarnai gambar bayi Musa (dan variasi aktivitas lainnya).

Bagi anak-anak yang suka mewarnai (dan berbagai aktivitas seni lainnya, seperti menggunting, menempel, menggambar, dll.) mungkin akan memilih untuk mengerjakan aktivitas ini dibanding area lainnya. Setiap anak bebas memilih area/aktivitas yang ingin dikerjakannya, dan juga boleh berpindah area sesuka hatinya. Bila mereka merasa sudah cukup mengeksplorasi sebuah area aktivitas, otomatis akan berpindah ke area lainnya. Ada anak yang akan tekun mengerjakan satu hal hingga selesai, tetapi ada juga anak yang suka mengerjakan beberapa hal sekaligus. Anak-anak tipe terakhir ini biasanya akan selalu berpindah dari satu area ke area lainnya, dan mungkin akan balik lagi ke area sebelumnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Biasanya, di area mewarnai ini tidak terlalu membutuhkan pendampingan dari guru sekolah minggu karena anak-anak sudah dapat melakukannya sendiri.

4. Membuat Sungai Nil.

Meskipun sama-sama melakukan aktivitas membuat sesuatu, tetapi di area ini dibutuhkan sedikit informasi dari guru sebelum anak dapat menuangkan kreativitasnya dalam bentuk nyata. Misalnya, guru harus menjelaskan seperti apa Sungai Nil itu, binatang apa saja yang hidup di dalamnya, dan apa atau siapa saja yang mungkin sedang berada di permukaan air atau di tepi Sungai Nil. Dengan sekilas informasi yang menggambarkan kondisi Sungai Nil, bebaskan anak untuk berkreasi dengan seminim mungkin bantuan dari guru (kecuali bila anak meminta atau sedang membutuhkan pertolongan). Dorong anak untuk dapat bekerja sama dengan teman-temannya mewujudkan imajinasi masing-masing menjadi satu karya seni bersama yang mampu menampung banyak inspirasi. Ajak anak menggunakan bahan-bahan yang ada, yang mudah dimanipulasi oleh anak balita dan cukup aman bagi mereka.

Setelah selang beberapa waktu anak-anak bermain bebas di area-area aktivitas tersebut di atas (minimal 30 menit), tibalah waktu bagi guru sekolah minggu untuk mengumpulkan anak bersama-sama dan mengevaluasi serta memberikan penegasan atas apa yang telah dipelajari oleh anak-anak melalui proses bermain dan beraktivitas tadi.

Diambil dan disunting dari:

Nama situs : Indonesia-EduCenter.net
Alamat URL : http://indonesia-educenter.net/content/view/194/130/
Penulis artikel : Meilania
Tanggal akses : 8 September 2015

Kategori Bahan PEPAK: Aktivitas dan Ketrampilan Anak

Komentar


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK