Skip to main content

Selamat Datang di Situs PEPAK

Bagaimana pelayanan anak di tempat Anda pada era digital masa kini? Ada banyak informasi, bahan, dan ide-ide kreatif untuk bisa terus belajar firman Tuhan yang dapat diikuti dalam situs PEPAK ini.

Berisi berbagai tulisan yang membahas tentang peranan dan tugas pendidik / guru serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pendidik / guru.

Bagaimana Kita Mempersiapkan Anak-Anak Kita untuk Menghadapi Penderitaan?

(Wawancara dengan John Piper -- Transkrip Audio)

Sebuah pertanyaan yang menyentuh, penting, dan bijaksana dari seorang ibu. "Pastor John, nama saya Malia, dan saya baru menjadi ibu dari seorang bayi laki-laki. Saya sudah berpikir tentang konsep menderita dalam kaitannya dengan anak saya. Akan sangat sulit untuk melihatnya menderita, tetapi saya tahu dia akan menghadapinya pada suatu hari, dan mungkin dia sudah mengalaminya dengan caranya sendiri sebagai bayi. Pertanyaan saya sederhana: Bagaimana cara mempersiapkan dirinya untuk, dan membesarkannya untuk menangani, penderitaan? Apa saja cara praktis bagi orangtua muda untuk mengajarkan anak bahwa penderitaan adalah bagian dari kehidupan, dan bahwa kita dapat memercayai Tuhan di dalamnya?"

Komitmen Guru Sekolah Minggu

Komitmen sebagai guru sekolah minggu untuk melayani Tuhan perlu diuji dan diperbarui. Berikut ini adalah daftar komitmen yang bisa menjadi evaluasi bagi kita, apakah masih ada hal-hal penting seputar pelayanan sekolah minggu yang kita belum berkomitmen untuk melakukannya. Daftar komitmen di bawah ini juga bisa menjadi salah satu bagian dari formulir pendataan/pendaftaran guru sekolah minggu di gereja kita.

Berhati Hamba

Pujian sedang berlangsung. Kami semua, anak-anak dan para guru, hanyut dalam pujian yang ceria dan bersemangat. Dengan gerakan yang menyertai masing-masing lagu, kami menggunakan tubuh kami juga untuk memuji Tuhan.

Alat yang Tepat

Secara tak sengaja, saya menemukan sebuah pohon tumbang yang bisa menjadi kayu api yang sangat baik untuk kompor besi dalam ruangan kami. Gergaji mesin saya memotongnya dengan rapi menjadi potongan-potongan kayu sekitar 45 cm. Akan tetapi, potongan-potongan kayu berdiameter 50 cm ini masih perlu dibelah. Oleh karena itu, saya mulai mengayunkan kapak. Tak ada yang terjadi -- kecuali mata kapak itu terjepit pada kayu. Kapak saya tajam, tetapi tidak cukup kuat untuk membelah kayu tersebut.