Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Salam dari Redaksi


Edisi PEPAK: e-BinaAnak 408 - Keterbatasan Guru Sekolah Minggu

Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Banyak jiwa yang menanti untuk dibawa kepada Yesus, namun hanya sedikit pekerja yang memenuhi panggilan untuk melakukannya. Mungkin hal seperti ini juga terjadi dalam sekolah minggu di beberapa gereja. Banyak anak yang menanti untuk dikenalkan dan dibawa datang kepada Yesus, namun tidak ada banyak guru sekolah minggu yang membawa mereka merasakan kasih Kristus. Kenyataannya adalah, pelayanan sekolah minggu memang bukan sebuah "ladang pelayanan favorit". Alasannya bermacam-macam. Pelayanan anak bukan pelayanan yang penting, pelayanan anak membutuhkan komitmen yang lebih dari pelayanan lainnya, atau pelayanan anak hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mudah disukai oleh anak kecil. Masih ada alasan-alasan lain mengapa pelayanan anak kurang dilirik oleh anggota jemaat.

Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pelayan anak yang sudah lebih dulu menaruh hati, menempatkan diri, dan memenuhi panggilan Allah dalam pelayanan anak. Apa penyebab kurangnya pelayan anak dan bagaimana kita dapat menularkan visi dan misi pelayanan anak kepada anggota jemaat, khususnya kaum muda di gereja sehingga mereka pun dapat berbagian dalam pelayanan ini? Kami mengajak Anda menyimak sajian minggu ini untuk bersama-sama merenungkan dan mendapatkan jawaban serta solusi atas permasalahan kurangnya pelayan anak.

Biarlah sajian publikasi e-BinaAnak kali ini semakin memotivasi kita untuk memertahankan pelayanan dan memberi inspirasi untuk kita lebih kreatif dalam menjaring para pelayan anak yang memiliki kerinduan yang sama untuk melayani anak-anak bagi Kristus. Selamat menyimak. Tuhan Yesus senantiasa memampukan hidup dan pelayanan kita.

Staf Redaksi e-BinaAnak, Kristina Dwi Lestari

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku (1 Timotius 1:12) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Timotius+1:12 >

Komentar