Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Permainan Edukatif Sebagai Pembelajaran


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Banyak orang dewasa mengira bahwa pendidikan tingkat awal baik pendidikan publik maupun Kristen terlalu menekankan pada permainan. Dalam banyak kasus, kritik seperti itu mungkin dibuktikan. Akan tetapi, ada dua kutub kesalahpahaman yang menyebabkan kebingungan tentang metode pengajaran ini. Kesalahpahaman yang pertama adalah kegagalan untuk mengenali pentingnya aktivitas bermain dalam proses pendidikan. Pemikiran lama bahwa pembelajaran apapun asalkan sulit dianggap baik telah diabaikan oleh para pendidik yang berkompeten. Bukan berarti bahwa kedisiplinan tidak diperlukan dalam proses edukasi, tetapi tingkat kesulitan tidaklah menjamin pembelajaran [yang sukses].

Masalah lain berakar dari kegagalan beberapa guru untuk membuat permainan-permainan dalam kelas benar-benar edukatif. Hampir semua permainan dan aktivitas-aktivitas bermain perlu bersifat mendidik. Mereka harus meningkatkan kedewasaan fisik, mental, emosional, sosial, dan kerohanian anak. Eleanor Morrison dan Virgil Foster menuliskan, "Permainan adalah urusan anak-anak kecil. Lewat permainan mereka menemukan dunia mereka dan bagaimana berinteraksi dengan orang-orang lain. Dalam permainan mereka mengekspresikan perasaan dan ide mereka. Dalam permainan mereka mencoba bagaimana rasanya menjadi orang lain".

Tentu saja, ada kategori-kategori permainan edukatif yang dapat dikembangkan, saya menyarankan empat kategori:

1. Mainan-Mainan Edukatif

Dalam kategori ini, kita menggunakan blok-blok, buku-buku, lilin, boneka-boneka, lukisan, krayon, dan mainan-mainan lain yang dapat dipakai dalam permainan kreatif kelas dasar. Contohnya, blok-blok dapat digunakan untuk membangun gereja atau rumah-rumahan setelah anak-anak mendengarkan cerita tentang rumah Allah atau keluarga mereka.

2. Musik

Musik perlu disebutkan di sini karena gerakan-gerakan, olah suara, permainan musik, dan ekspresi dramatis lainnya merupakan permainan edukatif.

3. Permainan Jari

Anak-anak dapat memerankan ayat-ayat dan lagu-lagu dengan jari-jari mereka, entah dengan musik maupun dengan beberapa cerita.

4. Teka-Teki dan Pertandingan

Cerdas cermat Alkitab, kuis-kuis Alkitab, teka-teki silang, dan bentuk-bentuk lain permainan merupakan usaha saksama untuk mengajarkan isi yang alkitabiah dengan pendekatan pendidikan menarik. Pendekatan dengan permainan digunakan untuk mengubah sikap dan membentuk kepribadian.

Nilai-Nilai dalam Permainan Edukatif

Salah satu nilai-nilai yang paling penting dari permainan edukatif adalah permainan tersebut memberikan kesempatan pada guru untuk mengamati anak di situasi yang alami. Ketika seorang anak sedang asik dalam permainan, dia cenderung melupakan ada orang dewasa yang memerhatikan. Alhasil, kelemahan sikap dan tindakan anak itu tampak dengan cepat. Oleh karena itu, guru atau orang tua dapat melihat dan menjaga mereka.

Morrison dan Foster berkata, "Jika anak-anak hanya diajak bicara atau berpartisipasi dalam aktivitas yang diarahkan oleh guru, maka guru akan kesulitan mengetahui aspek-aspek manakah yang berkembang atau tidak berkembang. Dalam interaksi spontan dengan anak-anak, guru yang perhatian dan peka dapat melihat perkembangan yang dibuat oleh anak." Pengajaran menjadi menyenangkan ketika anak-anak bersedia dan bergembira dalam mengikuti aktivitas-aktivitas edukatif yang telah kita rancang untuk mereka. Jika aktivitas-aktivitas edukatif ini dibuat dalam bentuk permainan, reaksi positif akan terlihat jauh lebih cepat.

Prinsip-Prinsip Penggunaan Permainan Edukatif yang Efektif

Guru yang bijaksana bersedia mengizinkan kebebasan dan keleluasaan yang memadai dalam proses bermain agar anak-anak menemukan cara mereka sendiri dalam melakukan sesuatu. Contohnya, jika anak-anak disuruh membuat "salib" dari lilin, mereka akan berusaha membuatnya seperti contoh yang dibuat oleh guru mereka atau meminta guru mereka untuk membuatkannya untuk mereka agar hasilnya tidak jelek. Sebaliknya, jika mereka diberikan gumpalan lilin malam dan diminta untuk membuat sesuatu yang mengingatkan mereka tentang Yesus Juru Selamat kita, kekuatan kreatif pikiran anak-anak akan menciptakan bermacam-macam simbol dan ide-ide.

Berkaitan dengan penerapan permainan yang dapat benar-benar mendidik, daftar pertanyaan-pertanyaan evaluasi berikut ini dapat menolong Anda melihat kembali kegiatan kelas saat menggunakan metode ini:

  1. Apakah permainan itu dinikmati semua murid?

  2. Apakah ada keahlian-keahlian baru yang dikembangkan selama belajar di kelas?

  3. Setelah permainan, apakah diskusi kelompok berjalan dengan baik?

  4. Apakah permainan itu mengembangkan sikap kerjasama sosial mereka?

  5. Apakah anak-anak terlalu bergantung kepada guru selama permainan?

  6. Apakah permainan menjadi sangat menyenangkan anak-anak sehingga mereka tidak dapat tenang dalam kegiatan kelas berikutnya?

  7. Apakah permainan ini benar-benar memiliki tujuan, atau sekadar pengisi waktu saja?

  8. Jika kita menggunakan permainan ini sebelumnya, apakah anak-anak menunjukkan perkembangan mereka kali ini? (t/Uly)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Artikel: 
Instructive Play as Learning
Judul Buku: 
24 Ways to Improve Your Teaching
Pengarang: 
Kenneth O. Gangel
Halaman: 
73 -- 77
Penerbit: 
SP Publication Inc.
Kota: 
Amerika Serikat
Tahun: 
1974

Komentar