Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Peran Remaja Gereja dalam Sekolah Minggu


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

"Apabila gereja menggerakkan remaja menjadi asisten guru sekolah minggu, berarti gereja sedang mempersiapkan pengaderan, meningkatkan mutu pelayanan, dan menanamkan jiwa misi bagi remaja gereja untuk perkembangan sekolah minggu."

Hampir di setiap gereja ditemukan persekutuan remaja, namun sangat jarang gereja-gereja menggerakkan remaja untuk melayani. Alangkah baiknya apabila gereja menggerakkan remaja untuk melayani sekolah minggu, sebab hampir di setiap gereja mengalami kekurangan guru sekolah minggu. Umumnya yang menjadi guru sekolah minggu adalah pemuda atau pemudi. Walaupun demikian, mereka tidak mungkin selamanya ada di sekolah minggu. Suatu saat mereka pasti akan meninggalkan sekolah minggu, sehingga sekolah minggu mengharapkan pengganti mereka. Apabila gereja menggerakkan remaja menjadi asisten guru sekolah minggu, berarti gereja sedang mempersiapkan pengaderan guru sekolah minggu, meningkatkan mutu pelayanan sekolah minggu, dan gereja sedang menanamkan jiwa misi bagi remaja gereja.

Kebutuhan anak adalah kebutuhan untuk Tuhan, untuk menjadi berarti, memiliki rasa aman, diterima, mencintai dan dicintai, dipuji, dan disiplin. Walaupun kebutuhan yang paling penting adalah kebutuhan akan Tuhan, namun guru sekolah minggu harus dapat memberi semua kebutuhan tersebut supaya berhasil dalam pelayanan sekolah minggu.

Kualifikasi Guru Sekolah Minggu

Usia yang pantas bagi remaja untuk menjadi asisten guru sekolah minggu adalah sekitar 17-21 tahun. Sebagai asisten guru sekolah minggu, ia haruslah sudah bertobat, memiliki pemahaman Alkitab yang mantap, dan memiliki beban untuk melayani sekolah minggu.

Guru sekolah minggu adalah orang yang percaya dan menyambut sepenuhnya kedudukan dan peranan Yesus sebagai Tuhan, Juru Selamat, dan Raja atas kehidupannya, serta peranan Yesus sebagai sang Guru Teladan dalam kehidupannya. Guru sekolah minggu terpanggil untuk bertumbuh ke arah pengenalan yang semakin dalam dan lengkap tentang Yesus Kristus (Kolose 2:6-7, Galatia 2:19-20). Guru sekolah minggu harus dapat dipercaya dan cakap mengajar (2 Timotius 2:2).

Melalui persekutuan dengan Tuhan, guru sekolah minggu semakin menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Hal ini menyangkut segi kognitif (intelek/pemikiran), segi moral, etis, serta spiritual. Kebenaran yang harus diajarkan seorang guru sekolah minggu adalah kebenaran realistis yaitu yang nyata dalam kehidupan. Kebenaran demikian akan berupaya membebaskan anak sekolah minggu seutuhnya (Yohanes 8:31-32; 17:17).

Guru sekolah minggu perlu memahami pribadi Yesus sebagai guru yang harus diteladani dalam hidup sehari-hari dan dalam pelaksanaan sebagai guru sekolah minggu. Ada enam segi kehidupan Yesus yang harus diteladani oleh seorang guru sekolah minggu, yaitu:

1. Dalam segi kepribadian, Yesus memperlihatkan kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Yesus pun menuntut kesesuaian itu terjadi dalam murid-murid-Nya.

2. Pengajaran-Nya sederhana, realistis dan tidak mengambang. Artinya, pengajaran-Nya menyinggung perkataan-perkataan hidup sehari-hari.

3. Sangat rasional. Artinya, pengajaran-Nya mementingkan hubungan antarpribadi yang harmonis.

4. Isi beritanya bersumber dari Dia yang mengutus-Nya (Matius 11:27), tetapi relevan bagi pendengar-Nya. Ajaran-Nya bersifat otoritatif dan efektif (Matius 7:28-29).

5. Motivasi kerja-Nya adalah kasih (Yohanes 1:14). Ia menerima orang sebagaimana adanya dan mendorong mereka untuk berserah pada Allah.

6. Metode-Nya bervariasi, namun sangat kreatif. Ia bertanya dan bercerita, melibatkan orang untuk memikirkan masalah yang diajarkan, mengenal orang yang dilayani, tingkat perkembangan mereka, serta kerohanian mereka.

Selain itu, guru sekolah minggu juga perlu menyadari peran Roh Kudus dalam rangka pendewasaan iman dan peningkatan kualitas atau kesadaran akan kesucian hidup.

Metode Pengajaran

Metode-metode mengajar perlu sekali diketahui oleh guru-guru sekolah minggu. Seorang guru akan merasa senang dan puas, bila dia dapat menguasai bahan pelajaran Alkitabiah. Ia juga harus sanggup meneruskan pengetahuan dan semangatnya pada murid-muridnya. Untuk melakukan hal itu, ia harus mencari cara mengajar yang paling sesuai dari sekian banyak metode yang ada. Seringkali ia akan memakai beberapa metode dalam satu masa pengajaran. Pilihan itu tergantung pada kecakapan seorang guru, sifat, dan kebutuhan seorang murid, bahan ajaran, peralatan dan fasilitas yang tersedia.

Guru sekolah minggu harus pandai memakai beberapa cara mengajar, supaya pengajaran itu berhasil. Metode bercerita adalah cara yang paling digemari oleh anak-anak, namun cara itu bisa juga dipergunakan secara efektif untuk semua umur. Contoh metode Yesus: Yesus seorang pencerita yang ulung; kita dapat memakai tindakan dan kata-kata Yesus untuk melukiskan watak manusia dalam cerita-cerita-Nya.

Cerita yang baik adalah menarik, dramatis, penuh aksi, dan sesuai dengan kehidupan. Dari awalnya cerita harus sudah menimbulkan minat. Untuk menarik dan memikat perhatian, sebagian besar dari isi Alkitab disejajarkan dalam bentuk cerita.

Kesempatan murid merasakan pengalaman-pengalaman orang zaman dulu perlu diperhatikan. Faktor penting yang harus diingat guru sekolah minggu sebagai pencerita yang efektif adalah persiapan. Kemudian dilanjutkan dengan memilih dengan saksama, mempelajari cerita dan latar belakangnya, membuat uraian ringkas dalam pikiran atau dengan tertulis tentang tokoh-tokoh cerita dan urutan-urutan kejadian. Selanjutnya menghafal ungkapan atau alinea yang penting, melatih berbicara, menceritakannya dengan santai dan senang. Cerita bertumbuh baik sebagai hasil kerja keras maupun latihan yang tekun. Dalam suatu cerita harus terdapat susunan cerita yang urut, yaitu bagian pembukaan, aksi, klimaks, dan penutup.

Kesimpulan dan Saran

Gereja yang menggerakkan remaja melayani sebagai asisten guru sekolah minggu berarti gereja itu sedang mempersiapkan pengaderan guru sekolah minggu, meningkatkan mutu pelayanan sekolah minggu, dan menanamkan jiwa misi pada remaja gereja.

Seorang asisten guru sekolah minggu harus mengenal anak dan memahami sifat-sifat, pemahaman, dan daya konsentrasi mereka.

Usia remaja lanjut sekitar 17-21 tahun adalah usia yang pantas untuk menjadi asisten guru sekolah minggu. Ia tentunya haruslah sudah bertobat, memiliki pemahaman yang tuntas akan Alkitab, dan memiliki beban melayani sekolah minggu.

Ada banyak metode untuk melayani sekolah minggu namun yang harus dipegang asisten guru sekolah minggu ataupun guru sekolah minggu adalah Yesus sang Guru Teladan.

Saran:

1. Sudah saatnya gereja menggerakkan remaja untuk melayani Tuhan. Salah satunya remaja melayani sebagai asisten guru sekolah minggu.

2. Lebih baik gereja menanamkan jiwa misi jemaatnya sejak mereka remaja demi meningkatkan kualitas rohani mereka dan pasti mendukung peningkatan kuantitas jemaat di masa yang akan datang.

3. Anak adalah masa depan gereja. Oleh karena itu, sudah seharusnya gereja lebih memerhatikan pengaderan guru sekolah minggu.

4. Guru-guru sekolah minggu harus memegang teguh bahwa Yesus adalah sang Guru Teladan dalam kehidupannya dan dalam pelayanan sebagai guru sekolah minggu.

Diambil dan diringkas dari:

Nama situs : Philea Ministry
Alamat URL : http://phileaministry.org/?p=782
Tanggal akses : 14 Oktober 2010

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Komentar