Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengasihi Allah dengan Segenap Hati


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Injil Matius 28:19 memuat Amanat Agung Tuhan Yesus bagi gereja. Ada tiga tugas penting gereja Tuhan: penginjilan, pemuridan, dan pengajaran. Orang Kristen harus memberitakan Injil kepada semua kaum, mengajarkan apa yang diajarkan Yesus, dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Sampai hari ini, tugas penting ini terus berjalan dan harus dilaksanakan karena Amanat Agung adalah panggilan dan tugas bagi semua orang percaya. Di mana saja dan kapan pun, amanat ini harus selalu kita

Injil Matius 28:19 memuat Amanat Agung Tuhan Yesus bagi gereja. Ada tiga tugas penting gereja Tuhan: penginjilan, pemuridan, dan pengajaran. Orang Kristen harus memberitakan Injil kepada semua kaum, mengajarkan apa yang diajarkan Yesus, dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Sampai hari ini, tugas penting ini terus berjalan dan harus dilaksanakan karena Amanat Agung adalah panggilan dan tugas bagi semua orang percaya. Di mana saja dan kapan pun, amanat ini harus selalu kita kerjakan.

Selain Amanat Agung, ada satu amanat yang perlu kita perhatikan pula. Matius 22:37-40 mengatakan, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu...." Hukum pertama dan terutama ini bukan saja disampaikan oleh Yesus, tetapi pesan ini sudah dituliskan dalam Perjanjian Lama. Bacalah Ulangan 6:4-5: "Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." Bahkan, dalam kitab Ulangan lebih ditekankan lagi, "...haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu." (Ulangan 6:7-9)

Jadi, mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan merupakan sesuatu yang penting bagi orang percaya. Sebelum kita diajarkan dan diperintahkan untuk mengasihi Tuhan, Ia sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Bandingkan dengan Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Tuhan sudah memutuskan bahwa keturunan perempuan itu, yakni Yesus, akan meremukkan kepala ular itu. Yesus, Anak Allah, harus turun ke dunia, mengurbankan nyawa-Nya di salib untuk membebaskan manusia dari jerat dan hukuman dosa. Oleh kurban Yesus, kita tidak binasa melainkan memperoleh keselamatan yang kekal.

Tuhan berkehendak supaya manusia memunyai hubungan kasih yang erat antara Allah dengan manusia. Itu sebabnya setiap orang percaya diajarkan untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, supaya kita lebih dekat dengan Bapa. Kasih yang diharapkan oleh Yesus bukanlah kasih yang dimiliki oleh manusia melainkan kasih Agape, kasih Ilahi. Kasih agape bukanlah kasih yang mementingkan diri sendiri tetapi justru memberi.

Bagaimana manusia yang biasa dapat memiliki kasih yang Ilahi? Roma 5:5: "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." Kasih Allah dapat kita terima oleh karya Roh Kudus di hati kita. Karena itu kita selalu diajar untuk memiliki hati yang terbuka bagi Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, mustahil kita bisa mengasihi Tuhan, mengasihi sesama manusia, apalagi mengasihi musuh. Kalau kita percaya kepada Allah di dalam Yesus, maka Roh Kudus dicurahkan ke hati kita. Roma 8:35: "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?"

Rasul Paulus telah mengalami tekanan, penindasan, dan penderitaan besar karena Kristus. Namun, dengan ilham dari Roh Kudus Paulus berkata bahwa tidak ada di kolong langit ini yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Begitu kuatnya kuasa Roh Kudus yang melahirkan kasih Allah di dalam hidup kita. Pada zaman Paulus, orang-orang Kristen diadu dengan binatang-binatang buas karena tidak mau meninggalkan imannya kepada Kristus. Namun, kasih Allah sangat kuat di dalam hati mereka sehingga tidak ada rasa takut mati dan mereka pun sanggup menanggung semua penindasan.

Tetapi tidak semua orang percaya akan mati syahid. Tuhan hanya menginginkan supaya orang percaya senantiasa memancarkan kasih Tuhan. Dengan kasih itu kita bisa bercerita tentang Yesus kepada orang lain. Kalau hati kita penuh dengan kasih Allah, maka mulut kita tidak bisa ditahan untuk menyaksikan keselamatan dari Tuhan. Semua orang memunyai peluang yang besar untuk menerima kasih Allah. Kalau ada orang yang sudah jauh dari Tuhan, sudah kehilangan kasih Allah, maka datanglah kepada Yesus, terimalah kasih Allah.

Wahyu 2:4-5: "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." Tuhan menegur keras jemaat Efesus karena kehilangan kasih mula-mula. Tanda orang yang masih memiliki kasih kasih mula-mula adalah memberikan waktu membaca firman Tuhan, berusaha melakukan firman Allah, sering berdoa, dan Yesus diam dalam hidupnya. Tuhan sangat mengharapkan supaya kita hidup dalam keadaan yang demikian. Apabila kita mengasihi Tuhan, kasih Allah ada dalam hati kita. Maka yang mustahil akan menjadi mungkin dalam hidup kita. Tuhan akan menolong dan mencurahkan berkat-berkatNya bagi orang yang mau mengasihi Tuhan. Puji Tuhan!

Diambil dan disunting dari:

Penulis Artikel:Pdt. Bert Nieuwhof (Belanda)
Situs:http://gpdimaranatha.org/(Gereja Pentakosta di Indonesia Maranatha)

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber

Komentar