Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengajarkan Doa Kepada Anak-Anak


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Cara terbaik mengajarkan anak-anak berdoa adalah dengan membiarkan mereka melihat dan mendengarkan Anda berdoa. Yesus tidak semata-mata menerangkan doa dalam pelajaran atau khotbah-Nya. Dia setia dalam doa yang menghubungkan-Nya dengan Bapa-Nya. Orangtua memunyai kesempatan lebih banyak untuk memperlihatkan kerinduan ini kepada anak-anak, sedangkan para guru memunyai kesempatan yang terbatas. Oleh karena itu, para guru perlu memakai kehidupan doa mereka sebagai ilustrasi-ilustrasi dalam pelajaran. Contohnya: pelajaran tentang ketakutan. Seorang guru dapat bercerita bahwa dia merasa sangat takut terhadap sesuatu minggu lalu dan meminta Allah keberanian.

2. Yesus mengajarkan mereka tentang doa dengan memberikan penjelasan agar mereka mendapatkan pemahaman yang baik -- instruksi.

Yesus menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti para murid ketika mengajarkan mereka tentang berdoa: teman yang mengetuk pintu untuk meminta pertolongan, atau seorang ayah yang menyediakan apa yang baik untuk anak-anaknya. Dia tidak hanya menjelaskan bagaimana caranya berdoa tetapi juga cara berdoa yang salah dengan menggunakan contoh-contoh yang negatif.

Demikian juga para guru, mereka perlu mengajarkan doa kepada anak-anak dengan tingkat pemahaman anak-anak. Apa yang relevan dalam kehidupan mereka yang dapat membantu mereka mengerti? Untuk anak-anak yang lebih kecil, gunakanlah ilustrasi yang konkret dan jelas agar mereka dapat mengerti. Seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka dapat mempelajari pelajaran-pelajaran dengan cara yang lebih abstrak. Permainan merupakan bagian dari kehidupan anak. Bagaimana permainan-permainan dapat dipakai sebagai alat?

3. Yesus mengajarkan mereka tentang doa dengan memakai contoh pola yang baik -- contoh doa-Nya dalam Matius 6:9-13.

Kita tidak pernah membaca bahwa Yesus menyuruh para murid-Nya untuk menghafalkan perkataan-perkataan yang sama persis dengan contoh doa ini. Dia mengatakan, "Seperti inilah cara kalian berdoa", alih-alih "Inilah yang harus kalian doakan." Akan tetapi, doa ini mungkin telah menjadi doa yang paling banyak dihafalkan. Dalam Matius 6, sebelum berdoa, Dia mengingatkan mereka bahwa doa seharusnya tidak diucapkan untuk dilihat oleh manusia, tetapi untuk berhubungan dengan Bapa (6:5-6) dan bahwa doa seharusnya tidak berisi kata-kata semata (6:7-8).

Nah, tantangan dalam mengajarkan doa kepada anak-anak adalah untuk:

1. memastikan mereka berhubungan dengan Allah yang berada dalam doa mereka dan mereka tidak hanya mempelajari doa itu untuk menyenangkan hati Anda, guru atau orang tua, atau untuk menerima hadiah atas menghafalkan doa tersebut, dll.

2. memastikan mereka mengerti apa arti doa sehingga mereka melewati batas aspek hafalan untuk mempelajarinya dan melihat dampak dan penerapan-penerapan dari konsep dalam doa. (t/Uly)

Diterjemahkan dari:

Judul Artikel:Teaching Children About Prayer
Penulis Artikel:Tidak dicantumkan
Situs:(MinTools.com)

Kategori Bahan PEPAK: Sudut untuk Anak

Sumber
Judul Artikel: 
Teaching Children About Prayer
Situs: 

Komentar