Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kuasa Doa


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Doa adalah pergumulan yang harus dihadapi setiap orang. Dalam biografi seorang pejuang doa yang saya kagumi, ia berkata bahwa setiap pagi ia berjuang sebelum akhirnya dia bangun dan berdoa. Ini adalah sebuah pertempuran. Ketika kita menyadari hal tersebut, kita dapat belajar bagaimana memenangkan pertempuran tersebut.

Murid kami belajar lebih banyak dari SIAPA DIRI kami, daripada belajar dari apa yang kami katakan. Jati diri kita sebagian besar ditentukan dari komitmen doa kita. Artikel ini mengajarkan kita hal-hal praktis untuk memenangkan pertempuran yang penting ini.

Dalam percakapan saya dengan Ibu Smith, dia mengatakan kepada saya bagaimana dia belajar untuk mendoakan murid-murid-Nya.

"Puji Tuhan, ada para pejuang doa yang menjadi contoh bagi kami. Tuhan memakai kehidupan orang lain untuk mengajar saya mengenai pentingnya doa dalam pelayanan mengajar. Selama 7 tahun mengajar, Direktur Bidang Pendidikan meminta saya untuk menjadi Kepala Komisi Anak. Saya menerima tanggung jawab tersebut, meski saya merasa tidak cukup mampu. Sayalah yang lebih banyak belajar dari melalui pengalaman ini."

"Seorang guru Komisi Anak datang lebih awal tiap hari Minggu pagi. Dia masuk ke dalam kelas dan berdoa. Suatu hari, ketika saya membagikan lembaran pekerjaan rumah, saya melihat dia berdoa dengan satu set kartu catatan. Saya jadi penasaran. Dia berkata bahwa dia punya satu kartu untuk setiap murid. Pada setiap kartu dia menuliskan pokok-pokok doa untuk murid itu. Kartu tersebut menolong dia untuk mendoakan setiap murid secara khusus tiap minggu. Perbedaan yang ada dalam kelasnya sangat nyata. Murid-murid terlihat hidup selama berada dalam kelasnya. Sebuah kesaksian doa yang begitu luar biasa dari wanita ini."

"Saya mulai melakukan hal yang sama untuk kelas saya. Saya tiba 5 menit lebih awal untuk membawa ruang kelas saya dalam doa. Saya mulai memerhatikan perbedaannya. Setelah beberapa minggu, saya menulis sebuah kartu catatan untuk seorang murid yang orang tuanya bercerai. Tuhan menyatakan kepada saya jalan untuk menolong anak ini. Sebulan kemudian, saya menulis kartu catatan untuk seorang anak yang sejujurnya banyak membuat saya jengkel. Lagi, Tuhan menyatakan kepada saya untuk memahami perasaan anak ini dan memperlihatkan apa yang dapat saya lakukan untuk menjangkau anak ini. Ketika Natal, anak ini pun memberikan hidupnya untuk Tuhan. Saat ini, dia telah menjadi aktivis di gereja dan melakukan pelayanan untuk anak-anak bermasalah. Tuhan memimpin saya dalam perjalanan yang menyenangkan ini, yang disebut DOA."

"Tahun-tahun berikutnya, teman 'pejuang doa' saya tersebut bersaksi kepada guru-guru Komisi Anak yang lain mengenai doanya untuk murid-muridnya. Saya menceritakan bahwa saya belajar banyak darinya dan mempraktikkan pengalaman doa tersebut dalam tahun-tahun terakhir. Komisi kami menjadi "rumah doa". Hal ini mulai berdampak pula bagi gereja kami, terjadi kebangunan doa yang mengubah gereja kami. Ada kuasa dalam doa. Kuncinya adalah mulai dengan langkah pertama tersebut. Tuhan akan mengerjakan selebihnya. Dengan mendoakan murid-murid yang mungkin membuat kita gusar, kita telah mengizinkan Tuhan untuk membuka kesempatan bagi kita dan murid tersebut mengalami ikatan kasih dalam Kristus."

Pengalaman Pribadi dalam Berdoa

Dari pengalaman pribadi, saya meyaksikan bahwa dalam masa-masa krisis beratlah saya merasakan kedamaian yang melimpah. Ini dikarenakan kuasa doa. Saya belajar dari pengalaman untuk tidak pergi ke undangan berbicara asalkan saya tahu bahwa beberapa orang mendoakan saya. Tanpa doa mereka, barang-barang bawaan saya bisa hilang, bahan presentasi saya bisa rusak, atau mungkin saya jatuh sakit. Saya mengetahui kapan orang lain berdoa bagi saya dengan adanya kehadiran spesial yang tidak dapat dijelaskan selain dengan doa.

Setelah saya mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah selama 15 tahun, sekolah tersebut melewati masa kepemimpinan dua kepala sekolah selama masa transisi yang sulit. Beberapa keluarga dan guru mulai meninggalkan sekolah itu. Akan tetapi, mereka kemudian mempekerjakan seseorang yang sangat setia dalam doa. Tampak jelas bahwa dia menyelimuti setiap aspek sekolah dengan doa, dan perubahan yang indah pun mulai terjadi. Orang-orang mulai kembali dan kedamaian serta keteraturan merasuki sekolah. Kesaksian yang luar biasa dari kekuatan doa!

Doa yang Diajarkan Tuhan

Dalam Yohanes 17 kita melihat bagaimana Yesus berdoa [untuk]:

  1. diri-Nya sendiri
  2. murid-murid-Nya
  3. semua orang percaya

Yesus memberikan kita contoh doa dalam Matius 6:9-13. Dia memberitahu kita tempat untuk berdoa (Matius 6:6). Dia juga berkata "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7)

Ayat-Ayat Alkitab Untuk Direnungkan

Alkitab mengajarkan banyak hal tentang doa. Ambillah waktu untuk mengamati ayat-ayat di bawah ini dan pilihlah salah satu ayat yang khusus berbicara kepada Anda. Hafalkanlah dan doakanlah ayat itu. Renungkanlah ayat itu saat Anda melakukan aktivitas sehari-hari. Lihatlah apa yang Allah akan ajarkan kepada Anda melalui ayat-ayat tersebut.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.(Matius 7:7-8)

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. (1 Yohanes 5:14-15)

Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu (Yeremia 29:12)

Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. (Yohanes 16:23-24)

Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)

Anda akan diberkati dengan menemukan lebih banyak firman Allah dalam doa.

Penghalang Jalan Bagi Doa

Seperti yang Paulus katakan dalam Roma 7:15, "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat." Kata-kata ini adalah kata-kata yang ada hubungannya dengan kita. Kita menginginkan pelayanan doa yang efektif untuk murid-murid kita. Apakah yang menghalangi kita menjadi lebih efektif? Mari kita melihat beberapa penghalang jalan yang menghambat kita mengembangkan pelayanan doa yang berbuah.

Iblis

Kita diperintahkan untuk "Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6:11-12) Bahkan Yesus perlu mengusir Iblis agar Iblis meninggalkan-Nya sendiri. Bagaimana cara Dia melakukannya? Yesus mengutip Kitab Suci. Kita perlu memiliki ayat yang dapat kita katakan dengan lantang ketika kita merasakan Iblis sedang mencoba menghentikan kita mengerjakan pelayanan doa yang penuh kuasa.

Dosa

Mungkin kita menyimpan dosa yang belum kita akui dalam kehidupan kita; hal ini menghambat kita memiliki kehidupan doa yang efektif. Kita perlu meminta agar Roh Kudus mengungkapkan dosa yang tidak kita sadari kepada kita. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9)

Sikap Mementingkan Diri Sendiri

Tujuan yang egois mencuri kekuatan doa dari kita. Kita perlu MENGUJI diri kita sendiri. Apa motivasi kita mendoakan sesuatu? "Jika seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar." (Mazmur 66:18)

Sikap Rendah Diri

Terkadang, kita menganggap Allah tidak akan menjawab doa-doa kita karena kita tidak layak menerimanya. Allah memang memanggil kita untuk memunyai roh rendah hati, tetapi Dia juga menginginkan kita datang kepadanya sebagai anak kecil yang percaya. Roma 8:26 mengatakan, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."

Roh

Roh pendendam menghambat kita menerima anugerah pengampunan. "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)

Langkah-Langkah Praktis Berdoa

Seperti halnya ada penghalang jalan yang menghambat kita untuk memunyai kehidupan doa yang lebih efektif, ada juga beberapa langkah yang dapat menolong kita mencapai kehidupan doa yang lebih kuat. Mari kita gunakan beberapa langkah berikut ini untuk mengalahkan penghalang jalan yang diletakkan Iblis di jalan kita.

  1. Prioritaskan doa. Buatlah doa sebagai prioritas. Adalah bijaksana jika kita memulai hari-hari kita dengan doa karena kita semua tahu bahwa [jika jika berkata] "nanti" [hal itu] tidak akan pernah terjadi. Rutinitas dapat mengisi keseharian kita dan dapat memakan waktu-waktu berharga yang seharusnya dapat diluangkan bersama dengan Allah. Ada beberapa pepatah yang dapat meringkas hal ini dengan sangat baik: - Seminggu tanpa doa, seminggu kita lemah. - Hidup itu rapuh, atasilah dengan doa.

  2. Murnikan tujuan Anda. Hati yang murni di hadapan Allah dapat memperkuat pelayanan doa kita.

  3. Naikkan puji-pujian. Saat kita merasa hampa, kita dapat merasakan kehadiran-Nya hanya dengan memuji Allah atas segala hal yang telah diperbuat-Nya bagi kita. Cara yang baik untuk memulai langkah awal menaikkan puji-pujian adalah dengan membaca Mazmur.

  4. Siapkan hati Anda untuk mencari wajah-Nya. Terus bertekun dalam doa bahkan saat kita merasa enggan.

  5. Doakan janji-janji Allah dari Firman-Nya.

  6. Berdoa. Alih-alih hanya meminta jawaban yang sementara, mintalah karakter yang serupa dengan Kristus kepada Allah. Lingkungan berubah, tetapi karakter terus dibangun.

  7. Percaya akan ketetapan-Nya.

  8. Berdoalah dalam kekuatan Roh-Nya.

  9. Berdoa untuk diberi percaya.

  10. Berdoa dalam nama Yesus. (t/Davida dan Uly)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Judul Artikel:Powerful Praying
Judul Buku:Becoming a Treasured Teacher
Pengarang:Jody Capehart
Halaman:57 -- 63
Penerbit:Victor Books
Kota:USA
Tahun:1992

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Artikel: 
Powerful Praying
Judul Buku: 
Becoming a Treasured Teacher
Pengarang: 
Jody Capehart
Halaman: 
57 -- 63
Penerbit: 
Victor Books
Kota: 
USA
Tahun: 
1992

Komentar