Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Hidup Dalam Kekudusan


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Roh atau hati nurani manusia adalah elemen diri manusia yang membuat manusia mampu atau tidak mampu bersekutu dengan Allah. Roh manusia yang telah jatuh ke dalam dosa memengaruhi akal budi, perasaan, dan tubuh jasmani manusia untuk melakukan dosa. Nurani manusia yang berada dalam dosa menjadi tumpul, tidak peka atau tidak mampu untuk mengerti kehendak Tuhan (1 Korintus 1:18). Apabila Roh Kudus melahirkan seseorang kembali (Yohanes 3:5-6), orang tersebut disucikan oleh darah Tuhan Yesus dari segala dosanya (1 Yohanes 1:9). Maka sebagai bayi yang baru lahir, ia akan memiliki kepekaan hati nurani untuk mengerti kehendak Roh (1 Petrus 2:2-3).

Cara hidup yang kedua adalah hidup menurut Roh (Galatia 5:22-23). Ciri-cirinya adalah hidup yang dipenuhi kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Dengan kematian Kristus di kayu salib, dosa telah dikalahkan dan manusia mengalami kemerdekaan (2 Korintus 5:21) "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." Hal ini memungkinkan manusia mengalami kemerdekaan dari kuasa daging yang tentunya menghasilkan damai, yang bukan hanya dengan Allah tetapi juga dengan sesama. Roh Kudus menjalankan fungsinya; Ia mendiami tubuh dan menguasai daging kita (Roma 8:9-11). Dengan Roh Kudus tinggal atau berdiam dalam diri kita, Ia memimpin kita setiap hari agar tidak hidup dalam dosa keinginan daging. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 1:15 "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu."

Hidup Sebagai Anak-Anak Allah

Tinggalnya Roh Kudus dalam diri orang percaya bukan saja memberi jaminan bahwa orang percaya itu milik Allah, tetapi juga menjadikan kita anak-anak Allah dan pewaris kerajaan Allah. Sebagai anak-anak Allah kita tidak perlu dan tidak wajib lagi menuruti dosa, karena tidak mungkin Roh Allah berdiam dalam diri orang yang bukan milik Allah. Selain itu, Roh Kudus juga menjadi saksi bahwa kita adalah anak-anak Allah. Oleh sebab itu, kehidupan kita harus sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita sebagai anak-anak-Nya yaitu kehidupan yang merdeka, karena Roh Kudus telah memberi kemenangan.

Bagi orang percaya dan sebagai manusia yang sudah dilahirkan baru Roh Kudus akan menolong mereka untuk meyakini bahwa dosa mereka sudah dihapus dan diampuni oleh Tuhan (Yesaya 1:18; Mazmur 103:8-14; 1 Yohanes 1:9) sehingga mereka dapat bersukacita memuji Tuhan (Mazmur 32:1-2; 103:1-2). Roh Kudus menolong manusia agar sadar dan peka akan dosa dan memiliki kemampuan untuk membedakan kebenaran dan dosa (Yohanes 16:8-11). Roh Kudus memeteraikan manusia resmi menjadi milik Tuhan (Efesus 1:13) dan mulai dari saat itu Roh Kudus berdiam dalam diri manusia (Roma 8:9), bersaksi kepada roh manusia bahwa ia adalah milik dan anak Allah (8:14).

Roh Kudus kemudian menanamkan kerinduan kepada roh manusia untuk merindukan persekutuan dengan Tuhan, baik melalui doa dan belajar firman-Nya (1 Petrus 2:2) serta menolong untuk setia menaati firman itu (Yohanes 16:13).Roh Kudus juga mencelikkan roh manusia sehingga manusia memiliki pandangan hidup yang positif terhadap segala sesuatu yang terjadi (Roma 8:28) sehingga manusia dapat bersukacita dalam segala keadaan (Filipi 4:4) dan mengucap syukur dalam segala hal (1 Tesalonika 5:18).

Supaya Hidup Menurut Pimpinan Roh

Alkitab mengatakan bahwa seseorang akan memiliki Roh Kudus kalau ia dengan iman percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya (Efesus 1:13). Setelah seseorang menerima Roh Kudus maka orang itu akan berjalan dalam pimpinan Roh itu. Yesus mengatakan bahwa karya Roh Kudus adalah untuk membuat orang dilahirkan kembali (Yohanes 3:5). Namun setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Allah mengutus Roh Kudus dengan cara yang lebih spesifik untuk menolong orang percaya dalam tugasnya memberitakan Injil dan untuk membangun gereja Tuhan di dunia. Mekanismenya ialah, bahwa Yesus meminta kepada Bapa agar Roh Kudus itu diutus (14:16). Kemudian Bapa mengutus Roh itu dalam nama Yesus (14:26) dan Roh yang telah datang itu diutus oleh Yesus untuk tinggal dalam diri orang percaya (15:26; 16:7).

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Artikel: 
Roh Kudus Yang Memerdekakan Pelayan Tuhan
Situs: 

gkpi.org/index.php?option=com_content&view=article&id=79&Itemid=80 -- GKPI.org (Tanggal akses 9 Agustus 2010)

Komentar