Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Berbicara kepada Anak tentang Jumat Agung dan Paskah


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 571 - Paskah (II)

Paskah adalah perayaan yang mulia bagi umat Kristen, tetapi hanya dalam relasinya dengan kegelapan Jumat Agung. Tanpa Jumat Agung, Paskah kehilangan maknanya. Berbicara kepada anak-anak tentang kematian Yesus, khususnya penyaliban, adalah subjek yang sulit bagi beberapa orangtua. Bagaimana kita dapat menyampaikan kebenaran tentang hari raya ini sesuai dengan kondisi emosional dan tahap perkembangan anak-anak? Berikut adalah beberapa tip dan panduan. Karena kapasitas setiap anak berbeda, ini hanyalah beberapa saran. Anak Anda mungkin dapat kurang lebih memahaminya.

1. Bantu mereka memahami tentang dosa.

Tanpa pemahaman tentang dosa, anak-anak kita tidak bisa menghargai arti dari apa yang Yesus lakukan bagi kita pada Jumat Agung dan Minggu Paskah. Anda dapat menjelaskan bahwa kata "dosa" berarti "semua kesalahan yang kita perbuat" (termasuk hal-hal besar dan kecil). Semua orang berdosa. Semua orang, kecuali Yesus. Dia sempurna.

berbicara kepada anak

2. Gunakan bahasa yang mereka mengerti.

Jika anak Anda belum dapat memahami konsep kematian, kemungkinan ia dapat memahami istilah-istilah, seperti "sakit", "hukuman", dan "kesepian". Kita dapat menggunakan kata-kata ini untuk membantu menjelaskan Jumat Agung dan Minggu Paskah. Kita dapat mengatakan sesuatu seperti: "Ketika mereka menempatkan Yesus di kayu salib pada Jumat Agung, itu menyakitkan. Orang-orang yang melakukannya telah menghukum-Nya untuk hal-hal yang tidak pernah Dia perbuat, sebab Yesus tidak pernah melakukan sesuatu yang salah. Karena Allah mengasihi kita dan ingin berteman dengan kita, Dia mengeluarkan setiap dosa dari hati kita, dan menempatkan dosa-dosa ini ke dalam Yesus. Yesus merasakan semua kesedihan dan kesepian yang diakibatkan oleh dosa. Kemudian, tubuh Yesus tidak lagi berfungsi, dan mayat-Nya dimasukkan ke dalam kubur. Semua dosa kita dikuburkan dalam makam bersama-Nya. Ketika Allah membangkitkan Dia kembali, dan Dia keluar dari makam pada Minggu Paskah, dosa-dosa kita hilang--hilang selamanya. Dan, sekarang, kita bisa berteman dengan Allah. Itulah sebabnya, kita merayakan Paskah." Jika Anda kebingungan saat mencoba menjawab pertanyaan lanjutan mereka tentang penyaliban, artikel ini dapat membantu Anda.

3. Hati-hati.

Beberapa orangtua, dalam upaya membantu anak-anak mereka memahami pentingnya Jumat Agung dan Minggu Paskah, cenderung bercerita terlalu mendetail tentang penyaliban. Kita perlu dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan dampak apa yang akan didapat oleh anak-anak kita dari informasi tersebut. Kita perlu mempertimbangkan hal-hal, seperti temperamen, pengalaman masa lalu, dan tingkat perkembangan. Kita tidak perlu merasa seolah-olah harus merahasiakan kebenaran dari anak-anak kita, melainkan mengungkapkan hal itu secara terencana dan terarah. Seperti bunga mengembang dari kuncup hingga mekar penuh, kita dapat mengungkapkan rincian Jumat Agung secara bertahap dari waktu ke waktu, seiring bertambahnya usia mereka.

4. Temukan sumber-sumber yang baik.

Benjamin Box

Salah satu sumber Paskah terbaik untuk keluarga Kristen yang saya temukan adalah sebuah buku berjudul "Benjamin’s Box" karya Melody Carlson. Ini adalah cerita fiksi yang menggambarkan Pekan Paskah dari sudut pandang seorang anak. Benjamin mengikuti Yesus dari kedatangan-Nya di kota Yerusalem, ketika Dia dielu-elukan, sampai ke penyaliban, di bukit, dan sampai ke kubur yang terbuka dan kosong. Ini membantu menangkap emosi dan intensitas cerita dengan cara yang dapat dikenali oleh anak-anak. Pastikan anak Anda tahu bahwa meski anak laki-laki dalam cerita tersebut adalah fiksi, unsur-unsur ceritanya bukan fiksi. Tunjukkan kepada mereka dari mana penulis mendapatkan idenya, yaitu dari Alkitab.

5. Pertimbangkan untuk mengajak mereka datang ke ibadah Jumat Agung.

Anak-anak Anda mungkin tidak dapat memahami apa yang sedang dikhotbahkan, tetapi mereka akan merasakan suasana ruangan. Lingkungan yang muram akan kontras dengan perayaan kebangkitan Yesus pada hari Minggu. Anda dapat berbicara tentang suasana hati yang berbeda dari kedua ibadah itu, dan menjelaskan mengapa keduanya berbeda. Jangan biarkan anak-anak Anda yang sensitif berkubang dalam kesedihan. Anda dapat memuji bersama Tony Campolo dan berkata, "Sekarang Jumat, tetapi Minggu akan datang!" Jika gereja Anda melakukan interpretasi dramatis dan sebenarnya tentang penyaliban, dan bukan ibadah yang muram, saya memperingatkan Anda untuk hati-hati dengan dampak yang mungkin terjadi pada anak Anda. Kita tidak ingin rasa ketakutan dan bayangan-bayangan yang muncul dalam benak mereka, mengaburkan berita pemulihan pada hari raya itu. Anda juga bisa menggunakan aktivitas-aktivitas ini untuk menggambarkan apa yang terjadi dengan dosa-dosa kita di kayu salib.

6. Kenali Dia yang kita rayakan.

Paskah lebih dari sekadar cokelat kelinci dan gaun cantik. Karena Paskah, kita sekarang dapat berteman dengan Pencipta seluruh alam semesta. Itu sangat menakjubkan. Siapakah Tuhan alam semesta? Kita bisa mengetahui dengan mempelajari nama-nama-Nya. Di halaman ini, terdapat pengetahuan yang dapat menolong Anda dan anak-anak Anda mempelajari aspek-aspek tak terbatas dari Juru Selamat, Penebus, dan Tuhan kita. Jadikan itu sebagai bagian dari perayaan Paskah Anda. (t/Jing-Jing)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Cornerstones for Parents
Alamat situs : http://cornerstonesforparents.com/talking-young-kids-good-friday-easter
Judul asli artikel : Talking to Young Kids about Good Friday and Easter
Penulis artikel : Laura Kuehn
Tanggal akses : 6 Februari 2017

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Komentar