Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kita Berharga


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Mari belajar Firman Tuhan bersama Kak Tina dan murid-muridnya.

"Aku nggak pintar kayak kakakku," Mira mengeluh pada Tuti. Tuti berkata, "Ah, tapi kamu kan cantik. Nggak kayak aku, kulitku hitam, badanku pendek. Sebel, deh!" Anto ikut nimbrung, "Badan pendek sih nggak apa-apa. Yang penting bisa bergaul supaya banyak teman."

Bagaimana dengan kamu, adakah yang kamu tidak suka dari dirimu sendiri? Apa saja itu, sebutkanlah!

Kita semua berharga (Kejadian 1:27-31).

Hampir setiap orang tidak suka dengan kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya. Tapi kalau kita terus-menerus memikirkan kekurangan kita saja, biasanya justru dapat merugikan diri sendiri. Misalnya: karena merasa kurang pintar, kita jadi segan belajar; karena merasa tidak bisa bergaul, kita jadi takut berkenalan; karena merasa tidak cantik/ganteng, kita mudah iri pada yang cantik/ganteng; atau karena merasa tidak kaya, kita mudah iri pada yang kaya.

Selain itu, biasanya kita jadi sulit mengasihi orang lain terutama mereka yang lebih pintar, lebih kaya, pokoknya yang lebih dari kita. Atau sebaliknya, kita sulit menghargai orang yang kurang pandai atau kurang cakep. Mungkin kita pun jadi segan bergaul dengan mereka.

Teman-teman, saat Tuhan selesai menciptakan manusia, Dia menilai kita dengan "sungguh amat baik". Kita ini disebut "peta dan teladan Allah".

Maksudnya, kita diciptakan seperti Allah, yaitu punya perasaan, pikiran, dan kemauan. Pada setiap orang, Tuhan memberikan bakat dan karunia. Kita adalah makhluk paling mulia dibandingkan dengan makhluk ciptaan lain. Hebat, bukan? Sayangnya, di antara manusia sendiri seringkali hanya mengasihi orang yang punya kelebihan. Tuhan tidak demikian. Ia mencintai kita apa adanya. Yang namanya manusia memang tidak sempurna dan ada saja kekurangannya. Kamu punya, temanmu punya, orangtuamu punya, pendetamu punya.

Bagaimana sebaiknya sikap kita?

Walaupun punya kekurangan, kita tidak boleh membenci diri sendiri. Walaupun punya kekurangan, kita tidak boleh menyesali diri. Walaupun punya kekurangan, kita tetap bersukacita.

Kasihilah dirimu, hargailah dirimu, meskipun punya kekurangan. Sebaliknya, janganlah sombong karena kelebihan-kelebihan kita.

Hargailah juga orang lain meskipun mereka punya kekurangan. Ingatlah selalu, bagaimanapun keadaan kita, Tuhan mencintai kita.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
KITA - Majalah Kristen untuk Anak-anak
Halaman: 
8 - 9
Penerbit: 
Lembaga Reformed Injili Indonesia

Komentar