Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Siapa Roh Kudus itu?


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Roh Kudus adalah Oknum ketiga dari Trinitas. Kita harus menyadari bahwa pada waktu kita berbicara tentang Roh Kudus, kita tidak berbicara tentang suatu benda atau materi, tetapi mengenai satu oknum. Roh Kudus berpikir, berkehendak, dan merasakan. Ia merupakan individu yang suka memimpin dan bijaksana, yang mengajar dan membimbing kita. Alkitab menjelaskan bahwa Roh Kudus bisa didukakan. Alkitab juga menjelaskan bahwa Roh Kudus memberikan karunia-karunia sesuai dengan kehendak-Nya. Jadi, Roh Kudus memiliki semua sifat-sifat pribadi -- akal budi, emosi, dan kemauan.

Rohlah yang mengilhami Alkitab. Ia menerangi pikiran kita untuk mengerti Firman pada waktu kita membaca atau mendengar-Nya, dan Roh menolong kita untuk menerapkan firman tersebut dalam kehidupan kita.

Roh Kudus merupakan anggota yang sangat penting dari Trinitas. Ia mempunyai kedudukan yang sama dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Ada pengaturan tugas dalam Trinitas: Bapa merencanakan, Anak sebagai pelaksana, dan Roh Kudus yang menerapkan. Setiap anggota Trinitas mempunyai peranannya sendiri dalam penyempurnaan ilahi atas rencana Allah.

Dalam Injil Yohanes 16:8 Yesus berkata, "Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman." Roh menginsafkan kita akan dosa-dosa kita, lalu memperbarui kita, memberikan kehidupan ilahi kepada barangsiapa yang percaya. Pada waktu kita dilahirkan kembali, kita dilahirkan dari Roh. Roh Kudus kemudian diam di dalam diri kita; Ia tinggal di dalam hati kita. Ia memberi petunjuk, mengajar, dan memenuhi kita ketika kita menyerahkan hidup kita pada-Nya.

Roh ini berbeda dengan Yesus, oleh karena Ia tidak memiliki tubuh manusia, dan Ia hanya memiliki satu sifat hakiki, sebab Dia itu Roh. Saudara tidak bisa melihat-Nya, menyentuh-Nya, atau mencium bau-Nya; Roh Kudus tidak bisa dipantau oleh panca indera. Tetapi, hal ini tidak berarti bahwa kita tidak bisa mengenal-Nya.

Kita mengenal Roh melalui Alkitab. Roma 8:16 mengatakan, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah." Beberapa orang keliru mengira bahwa perasaan bergetar atau gemetaran itu timbul karena kehadiran Roh. Perasaan seperti itu mungkin timbul karena kehadiran Roh, tetapi mungkin juga bukan. Kita perlu menguji "roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah" (1Yohanes 4:1). Ada roh palsu yang sangat menyerupai Roh yang asli. Kita harus meneliti dengan cermat apa yang kita lihat agar bisa mengetahui perbedaannya.

Dalam Efesus 5:18 Paulus menulis, "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh." Saudara dapat mabuk anggur dengan cara meminumnya. Saudara menyerah kepadanya, mengambilnya dengan sukarela, dan meneguknya. Waktu Saudara menyerah pada alkohol atau obat bius lainnya, Saudara akan dikuasai olehnya.

Jikalau kita menyerahkan hidup kita pada Roh Kudus, maka kita akan dipenuhi dan dikuasai-Nya. Seseorang pernah berkata bahwa pada saat Saudara dipenuhi oleh Roh Kudus, maka Saudara bukan lebih banyak memiliki Roh Kudus, tetapi Roh yang semakin banyak memiliki saudara. Saudara tidak mungkin memiliki sebagian saja dari Roh Kudus. Ia berwujud roh, dan Ia tidak bisa dipotong-potong menjadi kepingan- kepingan kecil.

Kata kerja yang terdapat dalam Efesus 5:18 dalam bahasa aslinya ditulis dalam bentuk waktu sekarang, dan artinya "terus-menerus dipenuhi." Penuh dengan Roh bukan suatu hal yang terjadi satu kali untuk selamanya. Penuh dengan Roh merupakan proses penyerahan hidup kita kepada-Nya setiap hari.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Pola Hidup Kristen Penerapan Praktis
Halaman: 
223 - 225
Penerbit: 
Kerja Sama antara Gandum Mas, Yayasan Kalam Hidup, dan YAKIN
Kota: 
Malang, Bandung, dan Surabaya
Tahun: 
2002

Komentar