Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kegiatan PASKAH


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Dramatisasikan kenyataan bahwa dosa kitalah yang membuat Yesus disalibkan. Anda membutuhkan:

  1. Sebuah paku yang besar untuk setiap orang
  2. Selembar papan
  3. Palu

Cara Melaksanakan:

Seluruh anggota keluarga/kelas duduk saling berhadapan di lantai. Letakkan lembaran papan di tengah-tengah. Berikan sebatang paku kepada setiap orang. Selama beberapa menit, setiap orang dengan tenang merefleksikan dosa-dosa mereka. Renungkanlah apa saja yang baru Anda pikirkan, katakan, atau lakukan, yang mendukakan hati Tuhan.

Jika anggota-anggota keluarga yang hadir belum menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, mintalah kepada-Nya pengampunan dan hidup baru; kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengambil keputusan serupa itu (orang tersebut dapat menaikkan doa sebagai berikut: Tuhan Yesus, Engkau hidup sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Masuklah ke dalam hati dan kehidupan saya. Saya ingin menjalani hidup saya sesuai dengan kehendak-Mu. Amin!).

Setelah beberapa menit berdiam diri, setiap orang dapat menancapkan pakunya pada papan dengan bantuan palu. Anak-anak kecil mungkin membutuhkan bantuan. Setelah itu bacalah 1Petrus 2:24 dengan keras.

Berpegangan tanganlah satu sama lain untuk menaikkan sebuah doa yang pendek yang mengekspresikan pikiran berikut: Yesus yang termulia, kami disadarkan untuk merendahkan diri ketika kami menyadari bahwa dosa-dosa kamilah yang telah memaku Engkau pada kayu salib. Engkau menebus kami dengan darah-Mu sendiri. Tolonglah kami untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan baru yang penuh dengan kebenaran yang telah Engkau tebuskan bagi kami dengan membayar harga yang begitu mahal. Dalam nama-Mu kami berdoa. Amin.

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Sumber
Judul Artikel: 
Kegiatan Keluarga
Judul Buku: 
Kristus dalam PASKAH
Pengarang: 
Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, dan Joni Eareckson Tada
Halaman: 
54 - 55
Penerbit: 
BPK Gunung Mulia
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
1998

Komentar