Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pelayanan Anak dalam Keluarga


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

BERBAGAI PERAN ORANGTUA

Untuk menjalankan pelayanan anak dalam keluarga, orang tua tentu saja harus berperan penuh untuk memberikan pengaruh yang baik bagi anak-anaknya. Ketika Anda memikirkan peran-peran berikut, coba pertimbangkan peran apa yang paling menolong ketika dulu Anda sendiri bertumbuh.

  1. Pengajar/Pembimbing
    Menjadi pengajar/pembimbing bagi anak berarti membantu anak-anak mengembangkan keahlian baru sambil meningkatkan kemampuan yang telah ia miliki. Orang tua diminta untuk banyak memberi bantuan saat dibutuhkan dan memberi kesempatan pada anak untuk belajar melakukannya sendiri. Tidak perlu menjadi seperti pelatih olahraga yang berteriak dengan keras. Seperti sedang membantu orang melahirkan, Anda sedang membantu proses berlangsungnya sesuatu yang hanya terjadi secara alami. Temukanlah hal-hal yang ingin dipelajari anak. Ketika Anda berhubungan dengan mereka, perhatikan hal-hal yang telah ia ketahui dan yang ingin ia ketahui. Mintalah anak memperlihatkan hal yang telah ia ketahui, tanyakan apa yang ingin atau perlu mereka ketahui, tunjukkanlah pada mereka, beri mereka kesempatan untuk belajar melalui kesalahan, dan sambutlah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan anak Anda.

  2. Pemimpin/Penuntun
    Di sini Anda diminta membantu anak-anak melakukan sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan sendiri. Dengan dukungan Anda ia akan dapat menyelesaikan tugas ini. Dalam memimpin mereka, jangan lalai memberi pujian dan sanjungan positif di saat anak Anda mengalami kemajuan. Tanyakan apa saja yang ia pelajari dan arti hal-hal tersebut bagi dirinya.

  3. Penasihat
    Orang tua bertindak sebagai penasihat ketika mencoba mencari jalan untuk membantu anak Anda memahami apa yang sebetulnya ia alami. Kebanyakan orang tua ingin segera menolong anak-anak ketika mereka sedang berjuang atau seolah-olah tidak dapat melalui suatu masalah. Kadang-kadang kita justru mengungkapkan perasaan frustrasi dan kejengkelan kita. Jika ini terjadi, anak Anda malah menjadi malas untuk belajar dari pengalamannya. Aturan yang berlaku di sini ialah kendalikan diri! Biarkan anak Anda belajar menjadi cakap. Anda mungkin berkeinginan untuk segera membetulkannya dan memaksa mereka memercayai apa yang menurut Anda lebih baik. Namun, jangan lakukan itu! Cara ini tidak akan berhasil. Peran Anda adalah membantu anak Anda mencari tahu sesuatu dengan bertanya. Bantulah ia menemukan kebenaran.

  4. Teman/Pendamping
    Teman/pendamping adalah peran yang akan berkembang secara perlahan seiring tumbuhnya kedewasaan anak Anda. Dengan peran ini, Anda dapat menikmati hal-hal yang Anda lakukan bersama-sama. Sebenarnya, sejak masa kanak-kanak pun aktivitas bersama ini dapat mulai dikembangkan. Kita perlu menikmati tiap kesempatan yang ada bersama anak-anak. Dalam hal ini, Anda dapat memunculkan kembali sisi kanak-kanak Anda. Anak Anda mungkin ingin Anda memainkan peran ini lebih lama dari yang Anda inginkan atau pikirkan. Ya, Anda perlu menjalankan peran ini.

  5. Konselor/Sahabat Karib
    Terkadang Anda perlu memainkan peran yang sangat berpengaruh. Orang tua dipercaya karena setia mendengar dan juga memegang rahasia. Di sini Anda tak perlu memberi nasihat. Namun, Anda dapat mengulang pernyataan anak Anda sesuai dengan cara Anda mendengar atau menerimanya. Anda tak perlu selalu memberikan tanggapan ketika ia menceritakan kesedihannya. Biarkan anak mengungkapkan kesedihannya saat ia memerlukannya.

  6. Pelindung/Pembela
    Orang tua adalah pelindung anaknya, terutama di masa sukar. Menjadi pembela berarti Anda percaya pada anak dan hal-hal yang akan dilakukannya. Anda dapat menunjukkan bahwa keraguan juga sekali waktu diperlukan dengan membiarkannya mengalami akibat dari tindakannya. Jangan lindungi mereka ketika berbuat salah atau salah menilai. Sebaliknya, bantulah mereka untuk belajar dari kesalahan tersebut dan percayalah bahwa mereka tidak akan melakukannya lagi. Anda harus melindungi mereka dari rasa bersalah yang terus menghantui mereka dan dari orang-orang yang tidak mau memberi kesempatan pada mereka.
  7. Pemberi Nafkah/Pendukung
    Orang tua merupakan pemberi nafkah utama yang harus memenuhi semua kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, rumah, dan perawatan kesehatan. Dalam beberapa hal, orang tua memang selalu menjadi pemberi nafkah. Namun sebagai pendukung, Anda harus mempersiapkan anak untuk tidak selalu bergantung pada Anda. Anda harus melakukannya saat anak Anda berusaha menumbuhkan kepercayaan diri. Percayalah pada kemampuannya sehingga ketika ia memasuki masa muda, Anda telah membantunya untuk siap memasuki masa dewasa.

MENJADI TELADAN BAGI ANAK

Pelayanan anak dalam keluarga tidak dapat berhasil jika orang tua tidak dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Bagaimana kita dapat menjadi teladan bagi mereka?

  1. Ada Saat Dibutuhkan
    Untuk mengasuh anak secara sehat, kita perlu selalu ada saat mereka membutuhkan. Bila anak pulang dan mendapati rumah dalam keadaan kosong, ia akan mengalami sesuatu yang sangat buruk, merasa diabaikan atau mengalami kesulitan besar karena kurangnya pengarahan. Bahkan di tengah kesibukan kerja, orang tua harus meluangkan waktu yang cukup untuk anak-anaknya.

  2. Melindungi
    Orang tua perlu melindungi anak-anak dari bahaya yang biasa terjadi, juga terhadap informasi serta pengalaman yang belum dapat dipahami anak. Kebebasan media perlu dicermati, dibatasi, dan diawasi.

  3. Pertimbangkan Keunikan Anak
    Orang tua yang bijak dapat menentukan tingkat perkembangan anak sehingga anak tidak dituntut terlalu banyak atau terlalu sedikit. Mereka dapat memahami dan menerima perilaku yang sesuai dengan usia anak dan mampu mengenali serta mengoreksi hal-hal yang tidak pantas. Pemberian hak atau tanggung jawab dalam proses pendidikan anak harus dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat usia dan perkembangannya. Amsal 22:6 mendesak agar orang tua "mendidik orang muda menurut jalan yang patut baginya [sesuai karunia atau bakat pribadinya], maka pada masa tuanya pun ia tidak akan meyimpang daripada jalan itu". Kitab Suci tidak menyarankan tindakan pilih kasih.

  4. Perlihatkan Kasih Sayang
    Kasih sayang yang diperlihatkan, baik secara fisik maupun dengan kata-kata, merupakan ungkapan rasa cinta dan penerimaan. Apa pun latar belakang dan pengalaman mereka, orang tua yang baik akan berusaha memberi teladan melalui hubungan pernikahan yang sehat dan mengasihi anak-anaknya tanpa pamrih. Anak-anak sangat senang jika melihat orang tuanya saling mengungkapkan kasih melalui tindakan, seperti ciuman ataupun pelukan yang hangat. Juga bila anak-anak melihat orang tuanya saling berbaikan kembali setelah terjadi silang pendapat yang tak terhindarkan. Melalui hal-hal itu mereka akan mendapat pelajaran yang sangat berharga mengenai hidup.

  5. Tetapkan Panduan
    Orang tua yang baik akan menetapkan aturan dan panduan bagi anak-anak mereka, sekaligus mengajar mereka bagaimana menerapkannya ketika orang tua tidak ada. Untuk menjalankan aturan-aturan ini, kemampuan dan kepribadian setiap anak perlu dipertimbangkan.

  6. Pupuk Kemandirian
    Dalam keluarga yang sehat, yang dikembangkan ialah kemandirian, bukan ketergantungan. Secara bertahap orang tua harus melepas kekuasaan dan perannya sebagai pengambil keputusan. Dengan begitu, anak akan mengubah sikap ketergantungan menjadi sikap kemandirian. Artinya, kita harus menerima kenyataan bahwa anak kita akan bertumbuh dan berubah. Demi terwujudnya tujuan tersebut, anak menuntut kita untuk menjadi teladan.

BERUBAH DAN BERTUMBUH

  1. Bangunlah Tanggung Jawab Dua Arah
    Dunia menjalin hubungan dengan membentuk serangkaian sistem tanggung jawab satu arah yang berisi satu garis komando. Di bagian bawah ada orang yang bertanggung jawab terhadap atasannya. Atasan ini selanjutnya akan bertanggung jawab kepada atasannya lagi, demikian seterusnya. Rangkaian ini membentuk tangga hingga ke tingkat paling atas. Kebanyakan keluarga juga menggunakan sistem tanggung jawab satu arah. Anak-anak mutlak bertanggung jawab kepada orang yang lebih dewasa, terutama orang tua, tetapi tidak sebaliknya.

    Dalam tanggung jawab dua arah, seorang ayah akan berkata kepada anaknya, "Nak, Ayah sedang berusaha untuk tidak khawatir dan memercayakan segala sesuatu kepada Allah dalam doa. Ayah ingin memberitahumu setiap sore kemajuan yang Ayah capai. Ayah ingin kamu sesekali menanyakan perkembangannya. Ayah juga ingin kamu memberi saran agar Ayah dapat belajar lebih cepat. Setiap kali kamu mulai mengkhawatirkan sesuatu, tolong ingatkan Ayah untuk memercayakannya kepada Tuhan saat itu juga. Setuju?"

    Ketika orang tua mulai menjalankan tanggung jawab dua arah ini, mereka mempersiapkan beberapa tahapan untuk terjadinya beberapa peristiwa: (a) anak akan mendapat teladan tentang perubahan sehingga perubahan dan pertumbuhan lebih mudah dilalui; (b) anak akan mendapat teladan tentang bertanggung jawab secara sukarela dan dapat meningkatkan disiplin diri anak; (c) komunikasi antara orang tua dan anak lebih mendekati komunikasi antarorang dewasa daripada komunikasi antara orang dewasa dan anak.

  2. Berikan Pertumbuhan Rohani
    Dimensi rohani dari kehidupan dapat diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan. Orang tua yang bijak senantiasa memberi petunjuk agar setiap anaknya bertumbuh secara rohani. Tuntunan rohani ini harus nyata dalam kehidupan, tujuh hari seminggu, bukan pada hari Minggu saja. Anak-anak akan lebih mudah belajar atau "mencerna" praktik kehidupan rohani melalui pengamatan terhadap apa yang terjadi dalam keseharian orang tua mereka. Dan orang tua yang paling bijaksana akan menuntun anaknya untuk menerima keselamatan dari Yesus Kristus.

  3. Bekerjalah Sebagai Satu Tim
    Untuk mengasuh anak secara sehat dibutuhkan kerja sama seperti layaknya sebuah tim. Orang tua harus saling mendukung dan mengatasi perbedaan mereka tidak di hadapan anak-anak. Orang tua sebaiknya tidak membangun kubu dengan anak-anak.

    John White meringkasnya dengan mengatakan bahwa anak-anak butuh penerimaan. Mereka butuh pujian dan penghargaan. Mereka perlu belajar percaya bahwa orang tua mereka tidak akan berbohong atau melanggar janji. Mereka butuh sikap yang konsisten dan jujur. Mereka perlu diyakinkan bahwa setiap ketakutan, keinginan, perasaan, dorongan yang tak dapat dijelaskan, frustrasi, dan ketidakmampuan mereka dipahami oleh orang tua mereka. Mereka perlu mengetahui secara pasti batas-batas yang dilarang dan yang diperbolehkan. Mereka perlu mengetahui bahwa rumah adalah tempat yang aman yang menjadi perlindungan mereka. Mereka butuh diakui setelah melakukan suatu yang baik dan koreksi yang tegas saat berbuat salah. Mereka perlu belajar tentang keseimbangan. Mereka perlu mengetahui bahwa orang tua lebih kuat dari mereka sehingga mereka dapat mengatasi badai dan bahaya dalam dunia ini, juga dapat tetap berdiri tegak ketika menghadapi kemarahan atau keinginan yang tak masuk akal dari anak-anak mereka. Mereka perlu yakin bahwa orang tua menyukai mereka dan mau meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka. Mereka butuh tanggapan yang tepat akan semakin meningkatnya kebutuhan mereka akan kemandirian.

Bagaimana pengalaman Anda dalam melakukan pelayanan anak dalam keluarga Anda? Apakah anak Anda bertumbuh dalam keluarga yang mencerminkan paparan di atas? Dapatkah Anda melakukan suatu perubahan agar unsur-unsur pengasuhan dan pelayanan anak yang sehat ini dapat menjadi lebih nyata dalam keluarga Anda? Bagaimana hal-hal ini dapat membantu anak Anda untuk semakin serupa dengan Yesus?

Bahan diringkas oleh Evie

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Buku: 
Raising Kids to Love Jesus 2: Mengoptimalkan Pertumbuhan Karakter Anak Sesuai dengan Keunikan Pribadinya.
Pengarang: 
H. Norman Wright dan Gary J. Oliver
Halaman: 
72 -- 82
Penerbit: 
Gloria Graffa
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
2003

Komentar