Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengenalkan Alkitab kepada Anak-Anak


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Para penginjil Kristen sering kali mengatakan bahwa Alkitab adalah kitab yang paling penting yang pernah ditulis. Mereka memercayai kitab ini dari "awal sampai akhir", tetapi pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman tidak selalu mendukung iman yang diyakini. Minggu pagi, Alkitab dibawa ke gereja dan setelah itu dikembalikan ke rak buku dan tidak diambil lagi sampai hari Minggu berikutnya. Banyak anak yang tidak melihat orang tuanya membaca dan hidup dalam firman Allah. Martha Aycock mengatakan,

"Sebagian besar pendidik dan ahli teologi setuju bahwa cara yang paling efektif bagi anak-anak untuk mulai tahu dan memahami kebenaran yang tertulis dalam Alkitab adalah dengan hidup bersama orang dewasa yang kehidupannya mencerminkan kebenaran-kebenaran ini. Saat mereka melakukan kebenaran-kebenaran ini, anak-anak menangkap semangat dalam Kristus jauh sebelum mereka bisa membaca atau memahami kata-kata tentang-Nya."

Berikut adalah beberapa pertimbangan tujuan penting saat menggunakan Alkitab bersama anak-anak.

  1. Supaya anak bisa menunjukkan kasih yang terus bertumbuh kepada Alkitab.
  2. Supaya anak bisa memahami bahwa Alkitab adalah dasar iman Kristen dan kekuasaan mutlak dalam iman dan tingkah laku.
  3. Supaya anak bisa memahami bagaimana kebenaran Alkitab diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Supaya anak bisa memahami keaslian Alkitab, termasuk persiapan dan penyajiannya.
  5. Supaya anak bisa memahami isi, kebiasaan/adat, sejarah, dan geografi dari Alkitab.
  6. Supaya anak mau berkomitmen untuk mengingat ayat-ayat dalam Alkitab.

TEMPAT DAN PENTINGNYA ALKITAB DALAM MENGAJAR ANAK-ANAK

Sebenarnya, apakah yang kita maksud saat kita mengatakan bahwa Alkitab adalah buku yang istimewa, bahwa Alkitab sangat penting dan harus menempati posisi yang utama dalam pengakuan? Apakah itu berarti kita harus memiliki tempat yang khusus untuk menempatkan Alkitab di rumah atau di ruang sekolah minggu? Apakah itu berarti seseorang harus berhati-hati saat memegang Alkitab? Apakah itu berarti seorang guru harus selalu memastikan anak-anak memahami bahwa cerita yang dikisahkan dan ayat-ayat yang diajarkan adalah diambil dari Alkitab?

Semua hal di atas mungkin penting, tetapi kita harus membatasinya dan mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa Alkitab adalah "napas Allah", pesan tertulis, yang memberi jawaban kepada kita atas pertanyaan-pertanyaan tentang Allah, diri kita sendiri, dan kehidupan Kristen. Anak-anak perlu tahu bahwa Alkitab adalah kekuasaan tertinggi kita -- suatu kitab yang tak ada kesalahannya dalam bahasa aslinya. Alkitab menunjukkan kepada kita jalan untuk datang kepada Allah melalui Yesus Kristus, membantu kita mengetahui bagaimana hidup dalam kehidupan Kristen, dan memberi kita tuntunan untuk membuat keputusan sehari-hari.

Alasan terbaik bahwa Alkitab adalah penting berasal dari Alkitab itu sendiri. "Semua Kitab adalah napas Allah dan sangat berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki, dan mendidik dalam kebenaran sehingga tiap manusia kepunyaan Allah bisa benar-benar dilengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2Tim. 16-17).

Ayat Alkitab berikut ini memberi alasan kepada kita mengapa kita perlu mengajarkan Alkitab.

"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu; Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau; Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku; Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga" (Mzm. 119:9,11,19,89).
"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci" (Rm. 15:4).
"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya" (Yoh. 20:30-31).
"Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus" (2Tim. 3:14-15).

Surat 2Tim. 3:14 merupakan kunci pemahaman kita tentang tugas yang kita emban saat mengajarkan Alkitab kepada anak-anak. Meskipun Alkitab ditulis oleh orang dewasa, kita sebagai orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk melatih anak-anak kita sesuai dengan rencana Allah, dan ini terutama harus terjadi di rumah.

MENGHUBUNGKAN ALKITAB DENGAN KEHIDUPAN

Seorang guru sekolah minggu yang baik dan yang saya kenal, selalu mencoba sesuatu yang baru dan kreatif terhadap murid-murid kelas lima yang diajarnya. Murid-muridnya bisa menceritakan beberapa ayat tentang doa, termasuk: "Berdoalah selalu dengan seluruh doa dan permohonan", "Manusia harus selalu berdoa", "Doakan sesamamu". Tetapi ia tidak pernah bisa menyuruh murid-muridnya untuk memimpin doa.

Ia kemudian menetapkan tujuan yang berhubungan dengan perilaku di kelasnya dalam semester ini, setiap anak akan belajar berdoa secara lisan. Kemudian ia menyusun cara untuk mencapai tujuannya itu. Minggu berikutnya, saat anak-anak masuk ke kelas, ia membawa kursi tambahan dan menempatkannya di lingkaran tempat duduk. Ia mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Yesus sedang duduk di kursi itu meskipun Ia tidak bisa dilihat oleh mata manusia dan ia ingin setiap anak mengatakan sesuatu kepada Yesus seolah-olah Yesus benar-benar ada. Perlahan-lahan, dengan kaku, setiap anak mulai mengatakan sesuatu. Seorang anak, yang berusaha keras untuk tidak terlibat, mengatakan, "Aku cinta Yesus." Sungguh luar biasa! Selama semester itu, guru ini melihat tujuannya tercapai dan murid-muridnya mulai melihat bagaimana Alkitab berhubungan dengan kehidupan pribadi mereka. Mereka mulai memahami bahwa Tuhan ada bersama mereka dan mereka bisa berbicara dengan-Nya tentang apa saja dan semudah mereka berbicara dengan guru atau teman-teman mereka.

Suatu malam, anak kami yang berusia 9 tahun berkata bahwa ia takut tertidur. Beberapa hari kemudian, kami membaca kitab Mazmur, "Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman." (Mzm. 4:8). Julie menatap saya, tersenyum, dan berkata, "Saya tidak tahu Alkitab mengatakan hal itu." Ia menemukan bahwa Alkitab memunyai sesuatu yang harus dikatakan saat ia menghadapi suatu masalah.

Saat kita mulai melihat perubahan dalam kehidupan murid-murid kita sebagai hasil dari cerita Alkitab, pemahaman Alkitab, dan ayat hafalan, maka kita mulai mencapai tujuan kita. (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Artikel: 
Using the Bible with Children
Judul Buku: 
Childhood Education in the Church
Pengarang: 
Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck
Halaman: 
381 -- 383 dan 393
Penerbit: 
Moody Press
Kota: 
Chicago
Tahun: 
1986

Komentar