Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Persiapan yang Layak


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

"Sesungguhnya, hidanganku telah kusediakan ... semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan." (Matius 22:4)

Keberhasilan suatu perjamuan atau usaha apa pun ditentukan oleh persiapan-persiapan yang telah dibuat. Tidak ada seorang tamu pun yang telah diundang ke suatu perjamuan, yang akan senang bila ia tiba di tempat perjamuan dan mendapati bahwa belum ada persiapan apa-apa. Kurangnya atau tidak adanya persiapan menunjukkan kurangnya perhatian kepada tamu yang diundang. Persiapan yang banyak bagi kesenangannya akan menyebabkan tamu itu merasa dirinya dipentingkan. Tentunya setelah selesai, dia akan meninggalkan pesta itu dengan mengatakan, "Perjamuannya baik sekali. Saya benar-benar menikmatinya!" Benar, persiapan yang cukup adalah langkah pertama untuk menentukan apakah suatu usaha akan berhasil. Kurangnya persiapan pasti akan mengakibatkan kegagalan.

Namun demikian, persiapan meminta waktu banyak dan kerja keras. Seorang wanita menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja, memasak, dan menghidangkan masakannya. Jika dia telah menyiapkannya dengan baik, masakan itu akan terasa sedap dan dia berhasil.

Prinsip yang sama juga berlaku dalam hal pelajaran SM. Persiapan pelajaran memakan waktu dan usaha. Namun, persiapan itu sangat penting bagi keberhasilan! Ada persiapan jarak jauh yang harus merupakan bagian dari hidup dan kebiasaan setiap guru. Harus ada juga persiapan minggu lepas minggu agar berhasil mencapai tujuan mengajar. Tujuan itu ialah menyebabkan para murid belajar, dan dengan demikian mengakibatkan perubahan dalam tujuan, pikiran, dan tindakannya. Yang sering menjadi masalah dalam mengajar, persiapan seperti apa yang harus kita lakukan sebelum mengajar SM.

PERSIAPAN JANGKA PANJANG

Persiapan-persiapan ini dibuat untuk jangka panjang dan merupakan dasar bagi persiapan-persiapan khusus.

  1. Rohaniah
  2. Siapkan hati Saudara secara rohaniah. Setiap hari luangkan waktu untuk membaca Alkitab dan mengadakan ibadah pribadi untuk membangun "manusia rohaniah" Saudara sendiri. Jangan sampai Saudara hanya mempelajari Firman Allah dan berdoa karena ada kaitannya dengan pelajaran yang akan diajarkan pada hari Minggu. Persiapan Saudara yang utama ialah agar Saudara menjadi "serupa dengan Kristus".

  3. Mental
  4. Siapkan pikiran dan perkembangan ketrampilan Saudara. Hadirilah Kursus Pendidikan Guru SM dan lain-lain kursus yang ada hubungannya, misalnya penataran, sekolah ekstensi, kursus tertulis, membaca buku, dan lain sebagainya. Latihlah pikiran Saudara untuk menangkap cerita atau lukisan yang Saudara dengar atau baca, yang bisa dipakai dalam kelas. Tulislah ini dalam sebuah buku catatan, atau guntinglah dan simpanlah sehingga Saudara dengan mudah dapat menemukannya kembali apabila diperlukan. Kumpulkan gambar atau benda yang bisa Saudara pakai sebagai alat peraga. Juga, catatlah kata-kata mutiara yang Saudara temukan. Hafallah sebanyak mungkin ayat-ayat Kitab Suci, bahkan pasal-pasal atau kitab-kitab seluruhnya. Saudara harus mendisiplin dan melatih pikiran yang telah dikaruniakan Allah kepada Saudara.

  5. Ruang Kelas
  6. Siapkan kelas Saudara. Ruangan dan alat-alat perlengkapannya mempunyai efek yang besar sekali dalam proses belajar! Ada ruang kelas yang lebih menyerupai gudang atau "tempat loak" daripada sebuah tempat di mana anak-anak berkumpul untuk mempelajari Firman Allah. Mazmur 29:2 berbunyi, "Sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan." Kursi yang rusak dan bangku yang terbalik; kotak-kotak kardus dan kaleng cat kosong; dan kartu-kartu kesetiaan yang telah usang; dan apa saja yang telah Saudara "simpan" dalam ruang kelas sekolah Minggu itu bukanlah PERHIASAN dan bukan KEKUDUSAN! Adakan suatu hari pembersihan dalam Rumah Allah.

    Kapurlah dinding; gantunglah sebuah gambar yang dapat mendorong murid untuk beribadah dan belajar; betulkan kuda-kuda papan tulis, aturlah letak kursi sehingga tidak menghadap pintu, jendela, atau tempat jalan; papan tulis jangan terlalu dekat dengan murid terdepan. Lakukan apa saja agar Saudara dapat menyiapkan ruang kelas untuk tempat mempelajari Firman Allah!

PERSIAPAN MINGGU DEMI MINGGU

Berikut ini diberikan rencana untuk menyiapkan pelajaran mingguan.

  1. Bacalah ayat-ayat Kitab Suci.
  2. Bacalah bagian sebelum dan sesudah nas yang diberikan untuk pelajaran. Hal ini menolong Saudara melihat nas itu dalam konteksnya, bukan sebagai bagian yang berdiri sendiri. Mulailah membaca Alkitab pada hari Minggu sore atau Senin. Meskipun Saudara menghadiri Kelas Persiapan Guru pada hari Sabtu, jangan menunggu sampai hari itu sebelum mulai dengan persiapan Saudara. Ketika Saudara membaca ayat-ayat Kitab Suci, tuliskanlah hal-hal yang Saudara anggap penting. Lakukan ini sebelum Saudara mempelajari buku petunjuk guru.

  3. Pilihlah tujuan pelajaran.
  4. Tanyakan pada diri Saudara sendiri, "Apakah keperluan murid- muridku yang dapat dipenuhi oleh pelajaran ini?" Dengan demikian, Saudara dapat menemukan tujuan pelajaran. Jika Saudara memakai senapan untuk berburu, tentu saja Saudara harus membidikkan senapan pada benda yang ingin Saudara tembak. Demikian pula, Saudara akan selalu mengarahkan pelajaran kepada keperluan para murid, baik itu keperluan rohaniah, emosionil ataupun keperluan fisik. Ingatlah, Saudara harus mengenal murid Saudara agar mengetahui keperluan mereka!

  5. Pelajarilah buku petunjuk guru.
  6. Buku Petunjuk Guru harus dipelajari di rumah. JANGAN membaca atau memberikan pelajaran kata demi kata dari buku pelajaran. Guru harus memegang Alkitab dan ringkasan pelajaran atau catatan ketika dia mengajar.

    Guru kelas anak-anak harus membaca seluruh cerita pelajaran dari Alkitab. Kemudian membaca buku pelajarannya. Rencanakan untuk menceritakan cerita itu dengan kata-kata Saudara sendiri, namun anak-anak harus merasakan bahwa itulah Firman Allah! Jangan lupa Saudara harus mengetahui Ayat Hafalannya dan menyiapkan alat peraga.

  7. Rencanakan partisipasi murid.
  8. Rencanakan pertanyaan-pertanyaan dan pembahasan yang akan dipakai. Berilah waktu untuk keduanya itu dalam jam pelajaran. Guru, tentunya, harus membimbing dalam pembahasan sehingga ada cukup waktu untuk pelajaran, dan jangan menyimpang dari pokoknya. Bab mengenai pertanyaan-pertanyaan akan menuntun Saudara dalam pemakaiannya.

  9. Pilihlah lukisan atau contoh.
  10. Carilah lukisan dan cerita dari kehidupan Saudara, dari surat kabar, atau dari kehidupan para murid. "Pelajaran Hidup Sehari- hari" yang melukiskan suatu kebenaran Alkitab menambah jelas dan kuatnya pelajaran itu.

  11. Siapkan alat peraga.
  12. Rencanakan dan siapkan alat-alat peraga untuk setiap pelajaran dalam kelas orang dewasa, kaum remaja dan anak-anak! Tanyakan pada diri Saudara sendiri, "Alat peraga apa yang dapat saya pergunakan agar membantu mereka menangkap kebenaran pelajaran ini?" Saudara dapat menunjukkan sebuah gambar; menulis atau menggambar sesuatu di papan tulis; menunjuk tempat-tempat pada peta; menggunakan benda-benda; dan lain-lain. Untuk membantu persiapan guru telah disediakan gambar flanel dan dalam buku petunjuk guru terdapat ide-ide tentang pemakaian alat peraga lainnya. Rencanakan dan pakailah alat peraga untuk setiap pelajaran!

  13. Rencanakan penutup.
  14. Penutup adalah bagian yang terpenting dari pelajaran karena di sinilah kebenaran Alkitab itu diterapkan dalam kehidupan sehari- hari orang Kristen. Namun, ada guru yang tidak pernah mencapai bagian penutup ini dalam pengajarannya.

    Pengaruh dari pelajaran yang diajarkan dengan baik disertai penerapan yang baik akan memaksa pelajar untuk menanyakan serta menjawab pertanyaan ini dalam pikirannya, "Apa yang akan saya lakukan sebagai tanggapan akan kebenaran yang telah saya pelajari?"

    Belajar membawa perubahan dalam sikap dan kelakuan meskipun hanya sedikit. Ketika Saudara merencanakan bagian penutup dan penerapannya, tanyakan pada diri Saudara sendiri, "Perubahan apa yang ingin kusaksikan dalam sikap dan tindakan murid-muridku? Perubahan apa yang ingin kusaksikan sebagai akibat pelajaran ini?" Bersandarlah pada Roh Kudus, karena Dia dapat menuntun Saudara dalam penerapan untuk memenuhi keperluan dan mengakibatkan perubahan.

  15. Buatlah ringkasan pelajaran.
  16. Judul, ayat hafalan, kebenaran inti (ringkasan pelajaran yang sekalimat) dan tujuan Saudara harus dituliskan terlebih dahulu. Kemudian dalam ringkasan yang sederhana atau "beberapa kata penting", tuliskan apa yang ingin Saudara katakan -- sebuah pertanyaan; sebuah ayat yang akan dibaca; suatu pikiran atau penjelasan; sebuah lukisan; gambar untuk papan tulis; keterangan; sesuatu yang harus dikerjakan oleh murid-murid; pemikiran untuk pembahasan; penerapan -- apa saja yang ingin Saudara masukkan dalam pelajaran. Susunlah dalam urutan penyampaiannya. Ketika Saudara mengajar gunakanlah ringkasan yang sudah disiapkan ini bersama-sama dengan Alkitab.

  17. Berdoa.
  18. Persiapan pelajaran belum sempurna tanpa banyak doa. Berdoalah ketika membaca ayat-ayat Kitab Suci; berdoalah ketika memikirkan keperluan para murid; berdoalah ketika Saudara menyiapkan pertanyaan dan alat-alat peraga; berdoalah banyak tentang penerapannya; berdoalah ketika menyusun ringkasannya. Saudara memerlukan pertolongan Roh Kudus, karena Saudara mengajarkan Firman Allah yang ilahi kepada orang-orang yang mempunyai jiwa yang kekal! Cara Saudara mempersiapkannya serta mengajarkannya dapat menentukan di mana mereka kelak berada dalam kekekalan. Saudara harus memohon pimpinan dan urapan Tuhan bagi setiap tahap persiapan dan penyajian pelajaran.

Siapkan baik-baik "perjamuan" itu - santapan rohaniah bagi murid-murid Saudara. Maka Saudara dapat mengatakan dengan penuh keyakinan, "Semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan!"

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Pola Dasar Perkembangan Sekolah Minggu
Pengarang: 
AGLC-Teaching Ministries Accra, Ghana
Halaman: 
24 - 28
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang

Komentar