Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Parade Dialog Kreasi ini mengajak anak-anak untuk aktif mengikuti cerita dengan cara membaca dialog yang sudah dibuat guru. Anak-anak akan memerankan tokoh-tokoh cerita dengan cara membaca teks yang diperankannya (seusia naskah). Kreasi ini menarik karena menuntut anak berkonsentrasi pada cerita dan turut aktif terlibat dialog dalam cerita.
Urutan Kegiatan:
Membaca Naskah dengan Satu Gerakan Tertentu Kreasi ini seperti kreasi parade dialog. Anak-anak diminta melakukan gerakan tertentu setiap kali mengucapkan bagian perannya.
Urutan Kegiatan:
Membaca Naskah Drama dan "Action" Kreasi ini seperti kreasi nomor 1 dan 2. Anak-anak diminta melakukan gerakan sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan dan disesuaikan dengan isi pesan yang dikatakan tokoh. Agar berjalan dengan baik, guru perlu membuat naskah drama, lengkap dengan dialog dan gerakan yang harus dilakukan. Tidak seperti kreasi 2, di mana gerakannya hanya satu saja untuk kalimat apapun yang diucapkan oleh tokoh yang diperankan, dalam kreasi nomor 3 ini, gerakannya disesuaikan dengan isi perkataannya.
Sosiodrama Guru dan Anak Sosiodrama merupakan penyajian cerita yang didramakan. Dengan demikian, anak-anak dapat mendengar ceria melalui apa yang mereka lihat dan amati. Oleh sebab itu, guru harus mempersiapkannya secara matang agar anak-anak tidak memeroleh gambaran yang keliru. Supaya menarik, sosiodrama dapat melibatkan beberapa anak.
Urutan Kegiatan:
Sosiodrama Anak Beberapa Babak Metode sosiodrama bagi anak-anak akan menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang. Sosiodrama akan lebih menarik jika anak-anak sendiri yang memerankan. Supaya lebih terarah dan tepat sasaran, sosiodrama dibagi menjadi beberapa babak dan setiap babak diperankan oleh satu kelompok anak. Dengan demikian, anak-anak akan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan babak yang dibutuhkan. Hasil yang diperoleh akan lebih baik jika mereka diberi waktu untuk berlatih. Pada akhir sosiodrama, guru memberi komentar dan membuat sebuah kesimpulan. Anak-anak juga diberi kesempatan memberi komentar.
Urutan Kegiatan: Guru mengumpulkan anak-anak dan mengelompokkannya menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari beberapa anak. Jumlah anggota kelompok harus sama.
Sosiodrama Anak yang Dilombakan Setelah kreasi 1 -- 4 di atas diujicobakan kepada anak-anak di kelas, dalam jangka waktu tertentu, mereka akan semakin menyukai kreasi ini. Nah, kreasi ini merupakan kelanjutan-kelanjutan dari kreasi-kreasi dramatisasi cerita oleh anak-anak. Kreasi ini akan lebih menarik jika dilombakan.
Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Supaya hasil pementasan lebih bagus, anak-anak diberi waktu yang cukup untuk berlatih. Akan lebih menarik lagi jika mereka menggunakan kostum yang sederhana dan alat bantu yang lain. Pada waktu pementasan, bila memungkinkan, guru dapat mempersiapkan panggung sederhana dengan dekorasi dan hiasan lain yang mendukung. Hal ini diperlukan untuk memotivasi anak-anak agar tampil sebaik-baiknya.
Perlu ditekankan pula bahwa anak-anak harus menyimak pementasan yang dilakukan kelompok lain dan tidak sibuk dengan persiapan kelompoknya sendiri. Guru perlu mengajarkan kepada anak-anak agar mereka belajar menghargai karya orang lain. Berikan tepuk tangan setiap akhir pementasan. Kelompok yang paling bagus dapat diberi penghargaan. Di akhir pementasan, guru memberikan ulasan singkat tentang cerita yang didramakan.
Links:
[1] https://pepak.sabda.org/jenis_bahan_pepak/tips
[2] https://pepak.sabda.org/kategori_bahan_pepak/metode_dan_cara_mengajar
[3] https://pepak.sabda.org/epublish/1
[4] https://pepak.sabda.org/epublish/1/602
[5] https://pepak.sabda.org/ide_ide_dalam_menggunakan_drama
[6] https://pepak.sabda.org/naskah_skit_dalam_fishers_kids