Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Banyak guru (terutama guru baru) yang takut untuk bercerita di depan kelas, karena selain ia harus bisa membuat ceritanya menarik, guru juga harus bisa mempesona anak sehingga mereka mau mendengarkan cerita hingga selesai. Bercerita sebenarnya adalah suatu ketrampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh semua orang. Kalau guru mengerti dan menguasai prinsip-prinsip bercerita yang efektif, maka bercerita di depan kelas seharusnya tidak akan menjadi sesuatu yang menakutkan lagi.
Berikut ini adalah beberapa prinsip sederhana untuk dapat bercerita dengan baik:
Tanyakan pada diri anda:
Empat langkah untuk mempersiapkan anda dalam bercerita:
Permulaan yang bagus sangat penting sebab lebih mudah menangkap perhatian para pendengar pada awal cerita daripada menarik perhatiannya setelah perhatian mereka mengembara ke mana-mana. Bagi anak-anak, cara terbaik untuk memulai cerita adalah dengan menanyakan pengalaman-pengalaman menarik yang mereka alami, yang dapat dihubungkan dengan beberapa aspek dalam cerita, misalnya:
GSM menghadapi tantangan saat menceritakan cerita Alkitab kepada anak-anak. Di satu sisi, ada anak-anak yang sama sekali belum mengetahui cerita tersebut. Di sisi yang lain, ada anak-anak yang sudah sering mendengar cerita itu dan kemungkinan besar mereka akan menunjukkan kebosanan saat mendengar cerita itu lagi. Pertama-tama sebelum menceritakan narasinya, jelaskan terlebih dulu bagian-bagian yang kemungkinan besar tidak mudah dipahami oleh anak-anak yang belum pernah mendengar cerita itu. Kedua, tunjukkan bahwa anda tahu ada beberapa anak yang sudah pernah mendengar cerita tsb. tapi jelaskan nilai pentingnya cerita itu sehingga perlu diceritakan lagi.
GSM harus benar-benar mengetahui tujuan cerita yang disampaikan. Cerita-cerita dalam Alkitab bertujuan untuk membuat orang memikirkan tentang pelajaran yang diberikan, lalu bagaimana cara meresponnya/menerapkannya.
Setelah itu, GSM menjelaskan tujuan itu kepada anak-anak. Supaya tidak bertele-tele bercerita, jadikan tujuan itu sebagai fokus cerita. Jika tujuan utamanya lebih dari satu, pilih salah satu saja dan ceritakan dengan jelas. Satu tujuan utama yang diceritakan dengan jelas lebih baik daripada menceritakan banyak poin tetapi tidak ada yang akan diingat.
Setiap cerita memiliki 5 unsur penting:
7. Libatkan anak-anak
Untuk anak-anak yang sudah bisa menggunakan Alkitab, berikan kesempatan kepada anak-anak untuk membuka Alkitab mereka baik sebelum, selama ataupun sesudah bercerita. Bantulah anak-anak untuk:
Links:
[1] https://pepak.sabda.org/jenis_bahan_pepak/artikel
[2] https://pepak.sabda.org/kategori_bahan_pepak/metode_dan_cara_mengajar
[3] https://pepak.sabda.org/epublish/1
[4] https://pepak.sabda.org/epublish/1/69
[5] https://pepak.sabda.org/editorial_67
[6] https://pepak.sabda.org/27/mar/2002/anak_kebangkitan_yesus
[7] https://pepak.sabda.org/status_sumber/buku
[8] https://pepak.sabda.org/edisi_pepak/e_binaanak_069_paskah_menggunakan_metode_bercerita