Guruku, Teladanku


Kategori Bahan PEPAK: Kesaksian Guru

Oleh: Lena

Sejak kecil, saya menilai guru sekolah minggu itu bagaikan malaikat yang diutus Tuhan bagi anak-anak sekolah minggu. Mereka adalah malaikat yang sabar, lembut, tegas, dan suka menolong. Saya mengenal siapa itu Yesus dari orang tua, tetapi tidak dimungkiri juga, peran guru sekolah minggu turut ambil bagian dalam mendidik saya secara rohani. Sejak kecil, saya selalu bangga dengan guru sekolah minggu saya, dan bahkan selalu cerita kepada orang tua, kalau guru sekolah minggu saya itu malaikat utusan Tuhan. Jujur, terkadang setiap ajaran dan nasihat dari mereka, tidak banyak yang saya ingat. Namun, teladan hidup mereka sangat melekat dalam pikiran saya. Teladan mereka mengubahkan hidupku, bagaimana cara saya memperlakukan orang lain dan bersikap rendah hati, dan mereka telah memperlihatkan Yesus dalam hidup saya. Setiap perkataan yang mereka lontarkan kepada anak-anak sekolah minggu adalah nasihat yang hidup. Yang artinya, mereka terlebih dahulu sudah melakukan nasihat tersebut, mereka bukan guru sekolah minggu asbun -- asal bunyi.

mengajar anak

Teladan hidup mereka mendorong saya untuk ambil bagian dalam pelayanan sekolah minggu. Tentunya, hal itu tidak mudah, penuh perjuangan dan pengorbanan. Saya memulai ikut ambil pelayanan sekolah minggu sejak saya berusia 12 tahun. Saya bersyukur pada usia yang masih muda itu, Tuhan memakai saya untuk melayani di gereja. Pelayanan yang Tuhan percayakan bagi saya adalah mendampingi guru sekolah minggu di kelas balita. Jujur, saat saya mendengar itu, yang ada di pikiran saya ... apa yang harus saya lakukan kepada bayi-bayi tersebut? Apakah mereka mengerti apa yang saya katakan? Wow ... pikiran saya dihantui dengan berbagai pertanyaan. Puji Tuhan! Saya dibimbing oleh guru sekolah minggu yang lebih senior. Entah, apa maksud guru sekolah minggu memilih saya masuk di bagian divisi sekolah minggu kelas balita. Jika disuruh untuk memilih melayani sekolah minggu, pastinya saya akan pelayanan di kelas kecil. Setelah saya telusuri ... ternyata alasannya karena saya suka bernyanyi. Jadi, setiap minggu, saya menjadi WL (Worship Leader) untuk kelas balita. Dan, hal itu berlangsung selama satu tahun. Sembari saya sebagai WL, saya juga belajar dari guru sekolah minggu bagaimana menyampaikan cerita kepada anak-anak balita, bagaimana menenangkan mereka, dan mendoakan anak-anak. Selama satu tahun, saya melayani di kelas balita, saya dipindahkan ke kelas kecil untuk pelayanan musik. Cukup sedih saat itu karena saya sudah nyaman di kelas balita dan saya susah untuk move on dari mereka. Namun, apa daya ... karena pemain musik di kelas kecil tidak ada, jadinya saya harus melayani disana.

Memang benar ... pindah ke tempat yang baru itu, tidak enak. Bagaimana tidak enak ... Saya harus beradaptasi dengan pola pelayanan di sana, beradaptasi dengan anak-anak di sana, dan lain sebagainya. Namun, di kelas kecil ini, saya mendapat hal yang baru, teman-teman. Di sana, saya belajar dari guru kelasnya dan bahkan dari anak-anak sekolah minggu juga. Saya juga dipacu untuk banyak belajar lagu sekolah minggu. Sejujurnya, saya itu tidaklah piawai untuk memainkan gitar. Namun, karena saya diberi tanggung jawab untuk melayani musik, jadi tiga hari sebelum melayani, saya harus belajar lagu yang akan dinyanyikan pada hari Minggu. Wow ... saya belajar hal yang baru lagi, yaitu persiapan sebelum melayani.

Setelah lulus dari SMA, saya melanjutkan studi saya di Solo. Nah, di Solo, saya ambil pelayanan sekolah minggu juga. Saya berharap akan diberi tanggung jawab menyampaikan firman. Memang, Tuhan itu sangat baik, saya diberi tanggung jawab banyak. Saya melayani di kelas kecil. Di kelas ini, saya kerjakan semuanya, kecuali musik. Yang artinya, di kelas kecil ini, saya satu-satunya guru sekolah minggu. Wow ... amazing, saya kewalahan untuk mempersiapkan semuanya, belum lagi saya harus mempersiapkan aktivitas anak-anak. Saya kepikiran untuk mengajak anak-anak muda untuk aktif melayani sekolah minggu. Puji Tuhan, selama enam bulan, saya mendekati mereka dan memberi pengertian. Akhirnya, ada tiga anak muda yang mau ambil bagian untuk pelayanan sekolah minggu.

Terima kasih Tuhan, saya boleh ambil bagian dalam pelayanan sekolah minggu. Saya juga akan membagikan kepada teman-teman yang menjadi pegangan saya sebagai guru sekolah minggu, yaitu "Jika satu generasi dididik menjadi duta Kerajaan Allah, kita juga telah menyumbangkan anak-anak Tuhan yang membawa perubahan bagi bangsa dan bahkan dunia".

Komentar


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK