Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Sebuah Cetak Biru untuk Pelayanan Keluarga


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 713 - Relasi Pelayanan Anak dengan Keluarga ASM (I)

Berbicara tentang pelayanan anak, seharusnya berbicara pula tentang pelayanan terhadap keluarga. Apakah gereja mengetahuinya? Setelah berbicara dengan para pelayan anak di seluruh negeri, jawabannya adalah "ya".

"Kita perlu memperlakukan pelayanan anak secara keseluruhan. Pelayanan anak adalah pelayanan keluarga," kata Darrell Fraley, seorang pendeta untuk anak-anak di Mason, Ohio. "Anda tidak dapat mengubah seorang anak selama periode waktu yang panjang tanpa memengaruhi orangtuanya. Keluarga dan gereja harus menjadi mitra." Apa artinya hal tersebut bagi gereja Anda? Hal ini sangat berarti bagi gereja-gereja yang benar-benar peduli untuk memberikan dampak bagi generasi ini dan generasi yang akan datang.

Keluar dengan yang Lama?

Apakah pelayanan keluarga harus menjadi pelayanan yang paling penting di gereja Anda? Apakah ini berarti gereja harus lebih peduli untuk membangun keluarga yang kuat daripada membangun gereja yang baik? Sebuah peringatan: Setiap kali tren pelayanan yang baru muncul, kita yang tinggal di realitas hitam dan putih sangat cepat untuk membuang yang lama dan membawa yang baru. Namun, pelayan anak yang sudah berpindah ke ranah pelayanan keluarga menyarankan untuk bergerak secara perlahan. Ajaklah pelayan anak lainnya untuk bergerak bersama dan bagikan visi Anda secara perlahan, lalu dorong mereka untuk berubah secara perlahan pula.

Selain itu, tetapkan diri Anda pada tujuan. Panggilan apakah yang Allah tetapkan bagi gereja Anda? Apakah mandat untuk gereja pada umumnya?

Banyak sosiolog mengatakan bahwa kesengsaraan sosial disebabkan oleh keretakan di dalam keluarga. Seandainya saja keluarga dapat "dibereskan", dunia kita akan menjadi tempat yang jauh lebih baik. Jadi, mengapa gereja Anda tidak melompat pada pelayanan keluarga? Anda tentu harus melakukannya, tetapi Anda harus mengerjakannya untuk alasan yang benar.

Beberapa orang mengatakan bahwa keluarga tidak harus menjadi pusat perhatian dari gereja. William Easum dalam bukunya "Sacred Cows Make Gourmet Burgers" menulis, "Keluarga tidak pernah menjadi prioritas dalam Alkitab. Keluarga disebutkan hanya enam kali dalam Perjanjian Baru dan tidak pernah terkait dengan jemaat. Keluarga bukanlah hal utama yang diperintahkan Kristus kepada kita (Matius 10:37). Pada beberapa kesempatan, Yesus menurunkan penekanan akan pentingnya keluarga. Kewajiban-kewajiban keluarga berada di belakang tuntutan pemuridan." Apakah Easum benar?

Coba amatilah kembali. Saya percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah tidak memanggil gereja untuk memperkuat keluarga demi masyarakat, atau hanya demi membangun absensi di dalam gereja. Allah memanggil gereja untuk memperkuat keluarga sehingga Kerajaan Allah diperkuat.

Mengapa Allah tertarik agar orang-orang Kristen bertumbuh menjadi lebih seperti diri-Nya? "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:14-16) Mengapa Allah tertarik dengan kehidupan keluarga yang sehat? Perempuan didorong untuk membangun keluarga yang sehat "agar firman Allah jangan dihujat orang" (Titus 2:5). Penilik jemaat dan diaken dinasihati untuk "menjadi pengurus dari anak-anak dan keluarganya sendiri" karena jika mereka tidak bisa mengurus keluarga mereka sendiri, bagaimana mereka "mengurus jemaat Allah"? (1 Timotius 3:5). Istri dan suami seharusnya menjadi gambaran dari Kristus dan gereja (Efesus 5:22-33). Kita, dalam pelayanan anak-anak, meratapi kenyataan bahwa kita memiliki begitu sedikit waktu dengan anak-anak dalam gereja kita. Mereka hanya bersama dengan kita selama beberapa jam seminggu. Kita berpikir, sulit untuk membuat dampak yang kekal bagi Kerajaan Allah. Oleh karena itu, dan ini adalah inti dari pelayanan keluarga, kita perlu memperbanyak pelayanan kepada anak-anak melalui orangtua mereka. Saat kita memuridkan dan melatih orangtua, pertumbuhan mereka akan secara signifikan berdampak pada anak-anak mereka.

Jadi, dalam segala hal yang kita lakukan di gereja, kita harus menjaga mata kita pada tujuan untuk mengenal dan menyatakan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kita perlu mempersiapkan program yang sangat efektif dalam mencapai tujuan itu. Jika kita benar-benar ingin menciptakan pertumbuhan jangka panjang pada anak-anak, kita akan memperlengkapi pelayanan kita dengan melibatkan orangtua dan keluarga. Kita akan melihat peran kita dalam pelayanan anak sebagai pelengkap dari pembimbing anak-orangtua yang paling efektif. Daripada merencanakan acara "antargenerasi" yang memisahkan keluarga, kita akan merencanakan acara-acara antargenerasi yang nyata, yang menjaga keluarga tetap belajar, bermain, melayani, dan menyembah bersama-sama.

Pelayanan keluarga tampak berbeda di setiap gereja. Faktor kunci dari pelayanan keluarga bukanlah pada program-programnya, melainkan pada filosofinya.

Ben Freudenberg, seorang pelayan pemuda dan pendukung pelayanan keluarga, menjelaskan filosofi pelayanan keluarga: "Kita perlu mengubah paradigma kita. Bagaimana kita dapat menjadikan rumah -- dan bukan hanya gereja -- sebagai pusat iman? Banyak rumah harus memiliki kesadaran tentang berbagi iman. Orangtua merupakan para pelayan utama dari iman".

Mengubah Pandangan

Dalam upaya kita untuk melawan kerusakan keluarga, gereja telah membuang muatan luka pada keluarga-keluarga yang tidak sesuai dengan pandangan tradisional. Orangtua tunggal telah dipersalahkan atas segala permasalahan, mulai dari penurunan nilai membaca sampai kekerasan remaja yang mengamuk. Keluarga berpenghasilan ganda (keluarga dengan suami dan istri yang bekerja - Red.) dituduh tidak benar-benar merawat anak-anak mereka sebagaimana yang dilakukan oleh keluarga tradisional yang berpenghasilan tunggal. Dugaan untuk keluarga campuran (keluarga dari ayah dan/atau ibu yang pernah menikah sebelumnya atau keluarga dengan ayah dan ibu yang memiliki ras berbeda - Red.) adalah anak-anak mereka tidak akan pernah memiliki harga diri yang sehat atau berhasil dalam sekolah atau kehidupan.

Sayangnya, semua yang kita capai dalam penafsiran data sederhana tersebut adalah untuk membicarakan penghukuman dan penghakiman terhadap berbagai keluarga. Kebenarannya adalah ada banyak variabel, selain gaya dari keluarga, yang membentuk anak-anak. Kita perlu berbicara tentang kasih karunia dan kuasa Allah untuk keluarga masa kini.

"Kita perlu mencari tahu dalam hal apa para keluarga terluka dan mendorong serta mendukung mereka," kata Diana Warden, seorang direktur pelayanan anak di Virginia. "Kita perlu datang untuk mendampingi mereka dan berbagi dengan mereka. Kita harus memenuhi kebutuhan yang berasal dari hasil kekacauan budaya kita. Kita harus melawannya dengan sumber daya rohani."

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang beragam pada masa kini, para pelayan keluarga harus mengerjakan pesan mereka. Freudenberg berkata, "Hal yang utama adalah untuk menerima keluarga apa adanya. Itu bukanlah isi dari Hukum Taurat. Bantulah orangtua untuk menjadi teladan iman. Orangtua ingin melakukannya, tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya. Kita perlu mendukung, mengasihi, mendorong, dan memperlengkapi mereka. Saya tidak mengenal satu orangtua pun yang tidak menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka hanya tidak tahu bagaimana melakukannya. Orangtua perlu pemberdayaan. Bukan rasa bersalah. Mereka tidak memerlukan perasaan bersalah lainnya."

Siapa lagi yang paling cocok untuk memperlengkapi orangtua dalam membesarkan anak-anak yang telah Allah berikan kepada mereka? Anda!

Berbekal firman Allah dan kuasa-Nya, pelayanan keluarga Anda akan berdampak pada generasi mendatang. Nah, itulah yang saya sebut sebagai sebuah cetak biru yang dibuat di surga! (t/N. Risanti)

[Bersambung ke e-BinaAnak edisi 714]

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : Children's Ministry Magazine
Alamat URL : http://childrensministry.com/articles/
Judul asli artikel : A Blueprint for Family Ministry
Penulis artikel : Christine Yount Jones
Tanggal akses : 24 Agustus 2015

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Komentar