Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Peranan Guru Dalam Perkembangan Anak


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Pelatihan dan Seminar

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

I. PERANAN GURU DALAM PERKEMBANGAN ANAK

Sudah dijelaskan pada ceramah I bahwa guru sangat mempengaruhi perkembangan anak dalam proses identifikasi. Pada ceramah II ini akan dijelaskan peranan guru dalam mengenal dan menolong anak.

A. Pengenalan guru terhadap anak
Guru yang berhasil adalah guru yang mengenal anak melalui pribadi anak itu sendiri, lingkungan dan keluarga.
Sumber data tentang anak:

  • orangtua
  • anak sendiri
  • lingkungan
  • guru, waktu menyampaikan pengajaran

1. Guru wajib memahami pribadi anak

  1. Penampilan fisik, apakah ada cacat tubuh.
  2. Motorik lemah/kuat.
  3. Emosionalitas: mudah tersinggung, menangis, marah, tertutup, agresif, terbuka.
  4. Cara berbicara.

Melalui bergaul dengan anak, guru akan dapat mengetahui pribadi, sifat-sifat, ciri-ciri, kemampuan dan kesusahan, semakin banyak bergaul, semakin mengerti tentang pribadi anak. Yesus dapat menempatkan dirinya sebagai guru yang baik sehingga Dia dapat menegur murid-murid-Nya kalau tidak menjadi seperti anak-anak yang tidak layak masuk dalam Kerajaan Surga, Matius 18:2

2. Guru wajib mengenal lingkungan keluarga anak

Guru perlu mengetahui latar belakang kehidupan keluarga anak. Rumah dan keluarga adalah lingkungan hidup pertama, anak memperoleh pengalaman-pengalaman pertama yang mempengaruhi jalan hidupnya. Lingkungan hidup pertama yaitu keluarga yang memberi tantangan pada anak supaya dapat menyesuaikan terhadap lingkungan hidupnya. Anak dibentuk oleh pendidikan dan situasi di rumah tangga ada yang menguntungkan perkembangan anak ada yang tidak.

  1. Lingkungan liberal: lingkungan ini memberikan kebebasan penuh kepada tiap anggota keluarga.
  2. Lingkungan demokratis: segala sesuatu diputuskan secara bersama.
  3. Lingkungan otoriter: segala sesuatu ditentukan oleh orangtua, anak tidak ikut ambil bagian.

Untuk dapat mengerti latar belakang kehidupan keluarga anak, diperlukan kunjungan. Dengan memahami keterangan-keterangan mengenai latar belakang dimana anak dibesarkan, kita dapat memahami pengaruh-pengaruh yang turut membentuk kepribadiannya. Sikap orangtua banyak mempengaruhi perkembangan anak:

  1. Orangtua yang terlalu cemas, terlalu memperhatikan anak secara berlebih-lebihan mengakibatkan anak penakut.
  2. Orangtua terlalu memanjakan anak menimbulkan anak suka menuntut.
  3. Orangtua yang tidak mempedulikan anak menimbulkan anak selalu pendendam.
  4. Orangtua yang menyerahkan tanggung jawab terhadap pembantu/ pengasuh, mengakibatkan anak kurang menghormati orangtua.

3. Guru wajib mengenal dunia di sekitar anak/lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada diluar kita.
Pengaruh lingkungan terhadap anak dapat dibagi menjadi dua:

  1. Pengaruh lingkungan yang disengaja: pendidikan/pengajaran
  2. Pengaruh lingkungan yang tidak disengaja: ini diterima oleh setiap orang dari lingkungan yang hidup iklim, dan kebiasaan- kebiasaan.
Guru harus mengerti bahwa salah satu dari faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah faktor lingkungan.

Hubungan manusia terhadap lingkungan:
  1. Memanfaatkan lingkungan
  2. Menantang lingkungan
  3. Menyesuaikan diri terhadap lingkungan
Penilaian guru terhadap lingkungan yang jahat (berlawanan dengan Firman Allah) dapat dengan mudah mengarahkan anak untuk menentang lingkungan.

4. Tingkah laku anak pada waktu mengikuti pelajaran

  1. Apakah anak disiplin
  2. Apakah anak tidak mampu menerima disebabkan gangguan penglihatan, pendengaran, tingkat intelegensia anak yang tidak dapat menyerap materi pelajaran. Ketidak serasian antara guru dan murid.
  3. Tidak disiplin karena guru terlalu panjang bercerita.

Tiap anak mengalami tempo, pertumbuhan-pertumbuhan yang berbeda. Dengan mengenal dunia anak dan dunia disekitar anak, guru sekolah minggu dapat melayani dan mengerti kebutuhan anak dengan tepat.

B. Hubungan antara Guru dan Anak

Hubungan antara guru dan murid bukan sekedar hubungan fungsional yaitu hubungan yang didasarkan atas tugas atau fungsi yang dijalankan seorang petugas. Bila guru hanya sampai hubungan fungsional akan banyak mengalami kegagalan dan tidak akan mencapai sasaran yang diinginkan seorang pendidik.

  1. Pengenalan Paulus kepada jemaat di Tesalonika membuat hubungan yang cukup pribadi antara Paulus dan jemaat Tesalonika, "Aku (Paulus) seperti seorang ibu dan bapak terhadap engkau", 1 Tesalonika 7:11. Paulus menjadi pengganti orangtua bagi orang Tesalonika.
  2. Pengenalan Yesus dan kasih-Nya untuk murid-murid sehingga Yesus menjadi seorang sahabat bagi murid-muridnya. Yesus sebagai teman dekat kita semua, karena Dia telah memberikan semuanya untuk kita. Yohanes 15: 13-15.

Dari kedua ayat ini dapat membawa guru-guru bukan hanya sekedar mengajar, selesai tugas habis perkara, tetapi dapat menempatkan diri sebagai orangtua dan teman dekat bagi anak-anak.

1. Guru sebagai Teman Dekat Anak

Ketrampilan dan kemampuan guru membawa diri kepada anak-anak akan menyempurnakan hubungan antara guru dan murid dalam lingkup guru sebagai teman dekat anak.

Beberapa cara yang dapat dipakai guru untuk menjadi teman dekat anak:

  1. Pengenalan dan pendekatan batiniah
    • mengenali pribadi dan latarbelakang anak
    • membuka diri
    • suasana persahabatan/kekeluargaan/kasih memenuhi kebutuhan anak untuk dikasihi.
    • terbinanya kepercayaan antara guru dan murid dapat dipercaya (Memegang rahasia anak) menunjukkan perhatian dan kesediaan untuk menolong.
  2. Kepekaan terhadap kebutuhan anak Kepekaan berarti mengerti perasaan dan kebutuhan anak menunjukkan sikap yang saling mempengaruhi.
  3. Memecahkan persoalan bersama, dengan cara:
    • Menerima keluhan anak
    • Merasakan keluhan anak
    • tidak mengadili
    • Kesanggupan mencari jalan keluar melalui doa dan firman Allah.

2. Guru sebagai Orangtua

Hubungan guru dengan murid dinyatakn seperti orangtua dan anak. Orangtua menjadi pembimbing anaknya supaya, perkembangan anak dapat berlangsung sebaik-baiknya tanpa ada hambatan atau gangguan. Guru berada dalam lingkungan yang dekat dengan anak, dengan demikian cukup besar pengaruhnya dan pembentukan pribadi dan cita-cita anak. Anak cenderung untuk meniru tingkah laku guru, dan peka terhadap sifat-sifat, tingkah laku yang diperlihatkan oleh seorang guru didepan anak-anak. Peranan guru sebagai orangtua kedua dapat dilihat sebagai berikut.

  1. Memperlihatkan kepribadian yang penuh kasih dan perhatian.
  2. Orangtua berusaha mendidik untuk mencapai sesuatu yang menjadi harapan orangtua.
    • Mendidik hal yang rohani/memupuk iman
    • Mendoakan anak
    • Memelihara kehidupan rohani yang tetap stabil
    • Melindungi anak dari pengaruh-pengaruh negatif film prono, gambar porno, merokok, kebiasaan-kebiasaan jelek, pembicaraan kotor.
    Amsal 22:6, II Timotius 3: 15-17, Ulangan 4: 9-10, 6:7, Ulangan 11:18-20, Mazmur 78:5-6.
  3. Memberikan pujian dan mendisiplin
  4. Membantu anak untuk tercapainya cita-cita dan keinginannya.
  5. Memberikan bimbingan secara rutin baik di dalam kelas maupun di luar kelas (kunjungan ke rumah).
  6. Membantu anak untuk dapat bersahabat satu dengan yang lainnya.

C. Tanggung Jawab guru Terhadap Perkembangan Anak

Nilai kehidupan anak-anak di mata Allah sangat tinggi sehingga Yesus pernah berbicara: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah, Markus 10:14. Barangsiapa menyambut seorang anak dalam namaKu, ia menyambut Aku, Matius 18:5.

Guru Sekolah Minggu hendaknya dapat menghargai tanggung jawab yang dipikulnya untuk memperkembangkan sifat-sifat ilahi melalui Firman Allah di dalam diri Anak.

Tanggung jawab guru dapat dibagi:

1. Tanggung jawab kepada Tuhan

Yesus berbicara cukup keras kepada setiap orang yang mengajar anak-anak, tetapi diselewengkan dalam kesesatan, Matius 18:6. Mengajar firman Allah kepada anak-anak merupakan perintah Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Pengajaran harus sesuai dengan ketentuan Allah. Mengajar Anak supaya melakukan Firman Allah dan memberi kesaksian-kesaksian tentang kuasa Firman Allah dalam pengalaman hidupnya.

2. Tanggung jawab kepada gereja:

Sekolah Minggu yang bertumbuh akan membawa perkembangan bagi gereja lokal dan universal. Gereja dan Sekolah Minggu adalah satu kesatuan. Kegagalan Sekolah Minggu adalah juga kegagalan bagi gereja. Melalui lembaga Sekolah Minggu akan menambah anggota jemaat dalam gereja. Sebagian besar dari tumbuhnya jemaat baru datangnya dari Sekolah Minggu. Gereja melalui Sekolah Minggunya dapat memenangkan banyak orang.

3. Tanggung Jawab kepada Negara

Sekolah Minggu yang bertumbuh dengan baik akan memberi pengaruh bagi kemajuan moral yang baik untuk negara itu.

4. Tanggung Jawab kepada Orangtua anak

Orangtua anak akan menyerahkan kehidupan rohani anak hanya melalui lembaga Sekolah Minggu. Sekolah Minggu akan menajdi sasaran orangtua untuk menanyakan anaknya bila dalam keadaan nakal dll.

II. PENDEKATAN SEORANG GURU DALAM MENOLONG

Dalam kehidupan manusia dipengaruhi adanya: Pengaruh perkembangan tubuh, Pengaruh Kejiwaan, Pengaruh Lingkungan. Pendekatan untuk menolong harus melihat ketiga latar belakang ini yang banyak mempengaruhi hidup manusia.

Misalnya anak nakal dapat dipengaruhi karena faktor badaniah, faktor psikologis, faktor lingkungan sosial.

  • gangguan badaniah: karena penyakit otak
  • gangguan jiwa : tidak mampu, tidak senang, rendah diri.
  • gangguan lingkungan: lingkungan yang tidak baik, rumah tangga yang berantakan.
Ketiga hal ini seringkali mengakibatkan anak menjadi nakal. Guru harus dapat mengerti latar belakang masalah dan pendekatan- pendekatan yang tepat untuk memecahkan masalah anak.

A. Tugas Guru dalam membimbing dan menolong

Tugas guru harus dapat melihat perubahan tingkah laku anak, baik mereka di dalam kelas untuk mendengar pengajaran Firman Allah maupun di luar kelas, perubahan tingkah laku anak diamati oleh guru dan mencari tahu sebab-sebabnya.

1. Guru dalam membimbing dan menolong

  • Guru harus tahu kebutuhan dasar anak.
    Seperti Yesus mengetahui kebutuhan Nikodemus dan perempuan Samaria dalam Yohanes 3 dan 4.
  • Pola Kehidupan Anak
  • Sikap dan aktifitas anak dalam bermain, belajar dan bergaul.
  • Cita-cita anak didik
  • Latar belakang tingkah laku anak, dan perubahan-perubahannya serta mengobservasi.
  • Guru harus mengetahui murid yang memerlukan perhatian dan bantuan khusus.
  • Trampil mengadakan hubungan antara guru dan orangtua anak untuk dapat mengerti segi mana kelemahan dan kekurangan anak.

2. Tujuan Bimbingan dalam Menolong

Bimbingan merupakan bantuan oleh seorang guru kepada anak didiknya. Penyelesaian masalah bukan saja pada saat itu, tetapi memperhatikan agar akibat pertolongan dapat berdampak positif pada perkembangan pribadi anak.

  • Memahami dan merasakan kesulitan anak
    Tanpa memahami dan merasakan kesulitan anak, guru tidak akan dapat menyelesaikan.
  • Membantu anak menghadapi, memahami dan memecahkan masalah dan menemukan cara-cara mengatasi persoalan, baik itu persoalan dalam diri anak maupun di luar tubuh anak.
  • Menyembuhkan atau memperbaiki
    Bila terjadi kesulitan yang sudah berakar, guru harus dapat mencari kara dari kesulitan anak, gangguan badaniah, gangguan kejiwaan, dan gangguan lingkungan.
  • Mengarahkan anak kepada kehidupan yang positif.

B. Proses Menolong dan Memecahkan Masalah

Untuk Menolong dan Memecahkan Masalah anak, guru harus mengerti sumber masalah dari anak.

1. Sumber Masalah Anak

  • Diri pribadi
    Masalah yang hubungannya dengan diri pribadi
    Ketidak mampuan anak untuk mengadakan penyesuaian diri pada aspek-aspek perkembangan, belajar dan cita-cita.
  • Lingkungan
    Masalah yang timbul dalam lingkungan
    Apakah masalah timbul dalam lingkungan dimana hadir orang lain.
    Apakah masalah timbul bila dalam lingkungan yang tidak ada orang lain/anak tidak bisa sendiri.
    Apakah masalah timbul bila ia berada dalam lingkungan sekolah.
  • Keluarga
    Masalah yang timbul berhubungan dengan keluarga, keluarga berantakan, keluarga miskin.

2. Menolong dan Memecahkan Masalah Anak

2.1. Menciptakan kontak melalui wawancara
dengan wawancara akan memudahkan guru untuk mengumpulkan data tentang anak dan penciptaan hubungan

  • tanya jawab: membuat pertanyaan yang memancing, tidak mengadili atau menyalahkan.
  • Pengamatan langsung
  • Mendengarkan
  • Menjaga kelangsungan hubungan dalam lingkup wawancara
  • Menganalisa dan mendiagnosa
    Sambil bertanya guru menganalisa dan mendiagnosa/ menyimpulkan, pikiran guru berjalan terus dan menghubungkan data satu ke data yang lain untuk mencari kesimpulan yang tepat
  • .

2.2 Menentukan masalah

  • Gangguan badaniah
  • Gangguan jiwa
  • Gangguan lingkungan

2.3 Melaksanakan jalan keluar untuk menolong

  • Menolong sesuai dengan kebutuhan anak
  • Mengembalikan kepada Allah melalui doa (1 Yohanes 5: 14-15)
  • Menggunakan Firman Allah (2 Timotius 3 : 16-17)
  • Menaruh Perhatian kepada Kuasa Allah (Roma 8:26)
  • Memberikan pengharapan
    Berharap kepada Allah yang sanggup menolong Ibrani 6:19-20
  • Nasehat

2.4. Mengevaluasi dan tindak lanjut dalam menolong

  • Doa
  • Perhatian
  • Kunjungan

III. KESIMPULAN

Guru dapat menjadi teman dekat dan orangtua bagi murid-muridnya, serta memecahkan masalah, bila mengenal anak dan mengerti, ikut merasakan masalah-masalah anak.

Komentar