Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Mengajarkan tentang Persahabatan Sejati menurut Alkitab


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 687 - Mengajarkan tentang Pertemanan kepada Anak (II)

Beberapa hal berikut ini dapat menolong kita untuk memahami dan mengajarkan tentang persahabatan sejati menurut Alkitab.

1. Mengenalkan Yesus sebagai sahabat sejati bagi anak.

Tuhan Yesus Kristus memberi kita definisi seorang sahabat sejati: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku" (Yohanes 15: 13-15). Yesus adalah contoh murni dari seorang sahabat sejati karena Dia menyerahkan nyawa-Nya untuk "teman"-Nya. Terlebih lagi, siapa pun dapat menjadi teman-Nya dengan percaya kepada-Nya sebagai Juru Selamat pribadinya, dilahirkan kembali, dan menerima kehidupan baru di dalam Dia.

2. Ceritakan tentang kisah persahabatan Daud dan Yonatan.

Ada contoh persahabatan sejati antara Daud dan Yonatan. Meskipun Saul, ayah Yonatan, memusuhi Daud dan berusaha membunuhnya, Yonatan tetap membela Daud. Anda dapat menemukan cerita ini di Alkitab dalam 1 Samuel 18-20. Beberapa bagian yang berkaitan ada dalam 1 Samuel 18:1-4; 19:4-7; 20:11-17, 41-42.

3. Mengupas ayat-ayat dari kitab Amsal mengenai pertemanan.

Kitab Amsal adalah sumber yang baik dari hikmat mengenai pertemanan. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17) "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara." (Amsal 18:24) Prinsip utama dalam pertemanan dalam kitab ini adalah untuk memiliki teman sejati, seseorang harus menjadi seorang teman yang sejati pula. "Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah." (Amsal 27:6) "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)

4. Mengajarkan prinsip Alkitab tentang memilih teman.

Alkitab memberikan banyak prinsip untuk memilih teman. Salah satunya terdapat dalam Amos. "Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?" (Amos 3:3) Teman itu seperti pikiran. Kebenaran yang muncul dari semua ini adalah, sebuah persahabatan merupakan satu hubungan yang dimasuki oleh individu-individu, dan itu hanya akan sebaik atau sedekat bagaimana individu-individu itu memilih untuk melakukannya. Ada yang mengatakan bahwa jika jumlah teman sejati Anda bisa sejumlah jari-jari pada satu tangan, berbahagialah Anda. Seorang teman adalah orang yang membuat Anda dapat menjadi diri sendiri dan tidak pernah takut untuk menilai Anda. Seorang teman adalah seseorang yang dapat menjadi tempat berbagi dengan penuh kepercayaan. Seorang teman adalah seseorang yang Anda hormati dan yang menghormati Anda, tidak didasarkan pada kelayakan, tetapi pada kemiripan pikiran.

5. Terus-menerus menanamkan prinsip sejati mengenai persahabatan dalam firman Tuhan.

Akhirnya, definisi sesungguhnya dari seorang sahabat sejati berasal dari Rasul Paulus: "Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:7-8) "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13) Ya, itulah persahabatan yang sejati!" (t/Davida)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : gotQuestion?org
Alamat URL : http://www.gotquestions.org/true-friendship.html
Judul asli artikel : What is true friendship according to the Bible?
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 15 September 2014

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Komentar