Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Ide-ide Kegiatan Liburan di Sekolah Minggu


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Liburan sekolah merupakan salah satu kesempatan yang berharga untuk mengadakan pelayanan pendidikan rohani di sekolah minggu. "Tetapi," Anda mungkin membantahnya, "masa liburan adalah masa yang penting bagi anak-anak maupun pelayan untuk melakukan hal-hal yang lain. Anak-anak perlu bermain, keluarga perlu berkumpul bersama, dan para pelayan perlu penyegaran. Bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini dapat disesuaikan dengan tujuan pelayanan?"

Jawabannya adalah gereja dapat menawarkan kegiatan-kegiatan yang memberikan pengajaran, rekreasi, waktu keluarga, dan penyegaran rohani.

Aturan Dasar

Sebelum memulai pelayanan masa liburan, pelayan anak harus melakukan survei kebutuhan jemaat dan komunitas. Kelompok usia mana yang harus dilayani? Jadwal seperti apa yang harus diikuti? Di mana kegiatan tersebut akan diadakan? Panitia harus mulai mengevaluasi kebutuhan tersebut, setidaknya setahun sebelumnya, kemudian menentukan tujuan dan menyusun kegiatan. Pembagian tugas harus jelas, fasilitas-fasilitas harus disiapkan, anggaran dana dipastikan, dan publikasi yang terencana. Pelayan-pelayan harus direkrut dan dilatih. Organisasi-organisasi "parachurch" (organisasi Kristen nonprofit dan bersifat interdenominasi, yang melayani di bidang kesejahteraan sosial dan penginjilan) dapat membantu di beberapa area, termasuk pelaksanaan kegiatan, penyediaan bahan, dan fasilitas.

Berikut adalah beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan untuk kegiatan masa liburan anak-anak.

  1. Sekolah Alkitab Liburan (SAL)

  2. Sekolah Alkitab Liburan (SAL) adalah kegiatan di luar gereja yang dilakukan beberapa jam setiap hari selama 1 atau 2 minggu. Dalam kegiatan ini, anak-anak usia sekolah dapat belajar sekaligus berekreasi. Banyak penerbit kurikulum yang menawarkan program khusus untuk kegiatan SAL. Beberapa gereja memperluas pelayanan mereka dengan mengikutsertakan anak-anak dari yang belum sekolah hingga remaja-pemuda. SAL juga bisa menjadi sarana awal untuk penjangkauan tetangga-tetangga sekitar.

  3. Kelompok Pendalaman Alkitab Rumah

  4. Pertemuan-pertemuan kelompok Pendalaman Alkitab Rumah sebenarnya mirip dengan sesi-sesi dalam SAL, tetapi pertemuan-pertemuan tersebut lebih sering diadakan di lingkungan rumah daripada di sebuah lokasi sentral. Anak-anak yang seumur dikelompokkan menjadi satu untuk bertemu di sebuah rumah. Di sana mereka dilayani oleh guru-guru sekolah minggu atau pemandu acara. Jadwal-jadwal kelompok bisa sangat fleksibel, tetapi kurikulumnya harus sama.

  5. Kamp Sehari

  6. Kamp sehari diadakan di tempat terbuka dan diisi dengan aktivitas-aktivitas sehari penuh. Kelompok usia yang paling cocok untuk kegiatan ini adalah murid-murid SD ke bawah. Anak-anak bisa memiliki waktu mandiri dan bisa pulang pada sore hari. Kamp sehari juga membiarkan anak-anak dalam usia ini mengalami peralihan dari Sekolah Alkitab Liburan ke kamp penduduk. Karena kamp sehari berisi jadwal seharian dan tidak semahal kamp penduduk, kegiatan ini banyak membantu para orang tua yang harus bekerja, dan dapat digunakan untuk menjangkau keluarga-keluarga yang belum bergereja.

  7. Kamp Keluarga

  8. Kamp keluarga memberikan kesempatan bagi para orang tua dan anak-anak untuk menikmati waktu bersama, jauh dari masalah-masalah pengganggu di rumah. Kegiatan ini pada umumnya berisi sesi untuk belajar bagi anak-anak usia sekolah dan pengasuhan anak-anak pada sore hari, agar orang tua dapat mengikuti sesi dewasa. Pada siang hari, di kamp keluarga biasanya dibebaskan untuk rekreasi keluarga.

  9. Kamp Seminggu

  10. Kamp ini menyediakan kegiatan sepanjang hari, tiga kali makan, dan akomodasi menginap selama seminggu atau lebih untuk anak-anak usia sekolah. Program ini memerlukan tempat yang mapan, ahli-ahli yang terampil, dan anggaran pengeluaran yang matang. Selama seminggu, para konselor membangun relasi dengan kelompok-kelompok kecil dari peserta kamp, dan mengajarkan firman Tuhan dalam konteks kehidupan sehari-hari kepada mereka. Gereja-gereja dapat menyewa bumi perkemahan untuk kamp liburan sekolah, atau mereka dapat mengajak anak-anak ke kamp yang disediakan oleh pihak-pihak atau kelompok pelayanan tertentu.

  11. Pengalaman di Alam Bebas

  12. Program ini relatif baru dan perlu menyiapkan baju-baju ganti yang banyak, melewati perjalanan dengan menggunakan rakit atau sampan, mendaki gunung, dan pengalaman sendirian/tunggal. Kerap kali, kelompok-kelompok pribadi membiayai kegiatan semacam ini dan menyediakan kepemimpinan dan perlengkapan khusus.

Karena rekreasi di luar ruangan memiliki risiko cedera, gereja perlu mengetahui/mencukupi standar kesehatan dan keselamatan, serta bagaimana menangani hal-hal yang darurat. Rekreasi di luar ruangan memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilakukan di dalam ruangan. Para perencana harus mantap dalam mengambil kesempatan untuk mengeksplorasi alam, untuk mengajarkan keterampilan baru, dan membuat para peserta kamp lebih menyadari kreativitas Allah.

Jadwal tahun ajaran sekolah sudah mendapat perhatian banyak komunitas. Oleh karena itu, pelayanan pendidikan gereja harus pintar dan kreatif dalam perencanaan dan penjadwalan. Liburan sekolah yang panjang dan ketersediaan konselor usia mahasiswa, mungkin segera menjadi barang lama. Bertindaklah segera untuk mengevaluasi kebutuhan, cermatilah setiap kesempatan, dan segeralah menyusun rencana. (t/Setya)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : The Complete Handbook for Children`s Ministry
Judul asli artikel : Summer Ministries: Hot Tips
Penulis : Robert J. Choun dan Michael S. Lawson
Penerbit : Thomas Nelson Publisher, Nashville 1993
Halaman : 318 -- 320

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Komentar