Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pertumbuhan Rohani


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 733 - Pertumbuhan Rohani Anak (II)

A. LATIHAN DAN PRAKTIK

  1. Latihan dan Praktik Penting untuk Pengembangan Fisik

    1. Atlet dan musisi tahu mereka harus berlatih supaya berkembang.

      Mengembangkan keterampilan membutuhkan pengulangan terus-menerus, seperti memainkan lagu, berlatih melempar, memasukkan bola basket ke dalam ring. Atlet berlari, mengangkat beban, dan berlatih jam demi jam supaya tumbuh kuat dan mengembangkan daya tahan.

      Ilustrasi: Seorang pria pernah memiliki sebuah apartemen di sebelah pemain cello profesional. Dia pikir pastilah menarik untuk bermain dalam sebuah orkestra. Kemudian, ia mendengarkan saat orang itu memainkan nada, latihan, dan lagu-lagu tanpa henti.

    2. Anak-anak berlatih keterampilan berulang-ulang untuk mempelajari sesuatu.

      Anak-anak belajar berjalan mencoba lagi dan lagi. Mereka bangga untuk mempelajari kata baru, maka mereka menggunakannya sampai mereka membuat Anda gila! Mereka ingin bermain hal yang sama berulang-ulang, seperti memutar kaset rekaman yang sama atau memakaikan baju pada boneka.

      Orangtua perlu mendorong anak-anak untuk mengulangi apa yang harus mereka pelajari: melatih matematika, ejaan, membaca, atau bermain piano. Mereka lelah, tetapi kita mendorong mereka karena begitulah cara mereka belajar.

      "Latihan menjadikan sempurna" -- atau setidaknya meningkatkan kemajuan.

  2. Latihan dan Praktik Penting untuk Pertumbuhan Rohani

    1. Ayat-ayat Alkitab:

      Ibrani 5:14 -- Mereka dewasa karena memiliki panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik dan yang jahat. Pertumbuhan memerlukan latihan serta makanan.

      1 Timotius 4:7 -- Latihlah dirimu beribadah.

      Seperti anak-anak, atlet, dan musisi, kita harus bekerja lagi dan lagi dalam menerapkan prinsip-prinsip Alkitab untuk menjadi efektif dalam pekerjaan Tuhan.

    2. Aplikasi:

      Untuk belajar MENGAJARKAN, kita harus melakukannya berulang-ulang: mengajar anak-anak Anda, studi di rumah, kelas Alkitab, berkhotbah, lagi dan lagi.

      Untuk belajar MEMIMPIN MENYANYI, berlatihlah lagu-lagu di rumah, bernyanyi dengan keluarga Anda, memimpin selama pertemuan gereja berulang-ulang.

      Untuk MEMAHAMI ALKITAB, mempelajarinya lagi dan lagi, berbicara dengan orang lain, berlatih sendiri, menghafal, dan menggali.

      Untuk belajar BERDOA, lakukanlah secara berulang-ulang.

      Anak-anak mungkin tidak melakukan dengan baik pada awalnya, tetapi orangtua mendorong mereka untuk melakukannya berulang-ulang. Demikian juga, anggota jemaat yang lebih tua harus mendorong anggota jemaat baru untuk menggunakan bakat mereka. Mereka mungkin tidak terampil pada awalnya, tetapi mereka belajar dengan melakukan.

      Kita perlu mendorong para guru, pengkhotbah, dan pemimpin lagu. Jangan mengeluh. Tentunya, jangan tinggal di rumah. Mereka membutuhkan praktik!

B. WAKTU DAN KESABARAN

Sesuai sifatnya, pertumbuhan membutuhkan WAKTU. Kemajuan dan perkembangan terjadi seiring berjalannya waktu. Beberapa pelajaran penting selanjutnya:

  1. Jangan Berharap untuk Mencapai Tujuan Anda dalam Semalam

    1. Anak-anak tidak bertumbuh sempurna dalam seketika/sekejap.

      Saat lahir, mereka begitu kecil sehingga Anda dapat menggendong mereka di keranjang kecil. Lalu, dengan cepat, mereka tumbuh lebih besar dan perlu baju baru setiap bulan. Akhirnya, mereka bisa memakai pakaian orangtua mereka atau bahkan lebih besar dari itu. Namun, itu butuh waktu. Kadang-kadang, anak-anak menjadi tidak sabar. "Aku tidak bisa menunggu sampai aku 18 (atau 21)." Kita berkata, "Nikmati waktumu. Itu akan segera terjadi." Waktu berlalu dan, tentu saja, apa yang mereka tunggu-tunggu telah datang dan pergi, dan mereka melihat kembali bertanya-tanya bagaimana waktu berlalu begitu cepat!

      b. Jangan berharap menjadi dewasa rohani dalam semalam.

      Yakobus 1:4 -- Untuk menjadi sempurna dan dewasa (seluruhnya), tidak kurang apa pun, kita harus memiliki kesabaran.

      Beberapa orang Kristen yang baru lahir ingin tahu segala sesuatu dan melakukan segalanya dengan segera. Mereka mungkin tidak bersedia menyediakan waktu untuk mempelajari dan MENGEMBANGKAN kemampuan. Namun, mereka ingin menjadi seperti anggota dewasa -- dan ingin anggota lain untuk memperlakukan mereka dengan rasa hormat yang sama yang mereka berikan kepada anggota dewasa -- sebelum mereka menyediakan waktu untuk bertumbuh.

      Kadang-kadang, anggota yang lebih tua tidak sabar dengan anggota baru. Kita tidak mengerti mengapa orang baru memiliki masalah dengan beberapa konsep dasar. Kemudian, kadang-kadang anggota baru menjelaskan, "Aku tidak pernah benar-benar diajarkan mengenai apa yang dikatakan Alkitab sebelumnya." Mereka tidak memiliki latar belakang dalam Kitab Suci, dan dibutuhkan WAKTU untuk bertumbuh.

      Ingatlah bahwa orang-orang yang bisa menjadi dewasa saat ini tidak mendapatkannya dalam semalam. Butuh bertahun-tahun studi dan praktik. Anggota baru tidak harus berkecil hati dan menyerah. Anggota yang lebih tua jangan tidak sabar atau terlalu menuntut. Ingat bagaimana anak-anak kita membutuhkan waktu untuk tumbuh, dan bagaimana kita harus bersabar dengan cara mereka yang belum dewasa karena mereka bertumbuh. Namun, pertumbuhan akan terjadi selama orang berusaha dan kita memberi mereka waktu.

  2. Jangan Berkecil Hati karena Kesalahan dan Teguran

    1. Anak-anak membuat banyak kesalahan dan harus sering diberi tahu bahwa mereka salah.

      Seberapa sering anak jatuh saat belajar berjalan? Mereka jatuh lagi dan lagi, menghasilkan benjol dan memar. Mereka menumpahkan susu mereka, tidak memegang sendok dengan baik, jatuh dari sepeda motor mereka, dan memegang pemukul sebelum usia sembilan dan mencetak kemenangan. Orangtua terus mengoreksi, menginstruksikan, dan menghukum, sampai kita hampir merasa kasihan dengan anak-anak. Bertumbuh dewasa itu sulit!

      Jika anak-anak mau menjadi dewasa, mereka harus terus berusaha terlepas dari kesalahan dan teguran. Dan, suatu hari nanti mereka akan melihat kembali kesalahan kekanak-kanakan mereka sendiri dan hanya tersenyum.

    2. Orang yang sedang mengalami pertumbuhan akan membuat banyak kesalahan dan harus sering diberi tahu mereka salah.

      Beberapa tokoh Alkitab terbesar berbuat kesalahan yang buruk sekali dan harus ditegur.

      • Musa membuat alasan ketika Allah memanggilnya untuk memimpin Israel keluar dari perbudakan.
      • Daud berzina dengan Betsyeba dan ditegur oleh Natan.
      • Petrus menyangkal Yesus tiga kali.
      • Paulus menganiaya orang Kristen sebelum pertobatannya.
      • Tomas meragukan kebangkitan Yesus.
      • Semua rasul meninggalkan Yesus ketika Dia ditangkap dan disalibkan.

      Hamba yang besar bukanlah orang yang hidup tanpa pernah berbuat dosa, melainkan orang-orang yang belajar dari kesalahan mereka dan terus melayani Tuhan dengan setia.

      Yudas mengkhianati Yesus dan dikenang sebagai pengkhianat. Petrus menyangkal Yesus tiga kali dan dikenang sebagai rasul besar. Apa bedanya? Yudas, setelah mengkhianati Yesus, menggantung diri. Petrus, setelah menyangkal Yesus, bertobat dan mulai bekerja memberitakan Injil.

KESIMPULAN

Cerita ini adalah tentang seorang anak kecil yang jatuh dari tempat tidur. Saat ditanya apa yang terjadi, ia berkata, "Aku kira aku terlalu dekat dengan pinggir tempat tidur." Itulah mengapa banyak orang terjatuh dan menjauh dari Allah setelah pertobatan mereka -- mereka berada terlalu dekat dengan "posisi di pinggir" dan tidak tumbuh menjadi dewasa.

Bukanlah hal yang memalukan untuk menjadi bayi jika Anda lahir beberapa bulan yang lalu. Namun, jika seseorang telah menjadi anak Allah selama beberapa tahun dan belum bertumbuh, ia memiliki masalah.

Setiap orang perlu untuk bertumbuh sebagai seorang Kristen, dan semua orang bisa bertumbuh jika saja dia menerapkan prinsip-prinsip Alkitab tentang pertumbuhan. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : The Gospel Way
Alamat URL : http://www.gospelway.com/christianlife/steps_maturity.php
Judul asli artikel : Steps to Spiritual Maturity: How We Grow up in Christ
Penulis artikel : David E. Pratte
Tanggal akses : 13 Mei 2016

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Komentar