Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Editorial


Edisi PEPAK: e-BinaAnak 098 - Hasil Penginjilan untuk Anak



Salam sejahtera dalam kasih Kristus,

Ada saat menabur, ada pula saat untuk menuai. Begitu juga dengan setiap penginjilan yang kita lakukan dalam Sekolah Minggu. Pekerjaan 'menuai' tidak selalu berarti bahwa hasil penginjilan itu dapat kita lihat secara fisik, karena ada yang dengan cepat dapat dilihat, tapi tidak sedikit yang lambat. Walaupun begitu, harus selalu diingat bahwa hasil penginjilan harus dipelihara dan dirawat dengan baik, sebab kalau tidak iblis, yang sudah mengintip di depan pintu, akan mencuri kembali anak-anak yang telah dimenangkan. Iblis sering kali akan bekerja lebih keras daripada kita, oleh karena itu kita harus betul-betul waspada.

Apabila penginjilan sudah dilakukan dan mulai menampakkan hasil, apa yang harus kita lakukan? Apakah cukup hanya sampai di situ? Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan untuk memelihara mereka? Anda akan dapat menemukan jawabannya dalam edisi e-BinaAnak minggu ini. Simak juga kolom Tips dan Bahan Mengajar yang kami harap dapat menjadi berkat bagi pelayanan Anda.

Selamat melayani!
Tim Redaksi

"Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.

"Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

"Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

"Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah ketekunan."

(Lukas 8:11-15)

Komentar