Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Ketika si Untung ke Sekolah Minggu


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Inilah kisah pengalaman Untung ketika pertama kali datang ke SM:

Hari Minggu pagi itu kebetulan sedang hujan, tapi si Untung bertekad untuk pergi ke SM sendiri sesuai dengan ajakan temannya. Di jalan menuju ke SM, rambutnya banyak tertiup angin sehingga terasa kumal dan basah. Karena tergesa-gesa baju kemejanyapun tidak sempat terkancing betul. Jalanan yang becek juga membuat sandalnya berlumpur. Ah... rasanya semuanya serba tidak beres. Tapi si Untung tetap ingin masuk ke gedung gereja dimana SM itu berada.

Agak malu-malu Untung masuk ruang Sekolah Minggu. Ia tak menyangka bahwa gedung gereja itu begitu besar. Kepada orang yang pertama-tama dijumpainya ia berkata, "Temanku menyuruh saya ke sini." Tapi orang itu kelihatan sibuk sekali membawa buku-buku ke suatu ruangan. Si Untung hanya ditatapnya tanpa menjawab. Tapi untung dia melihat teman yang mengundangnya datang ke SM. Ia lari menemuinya untuk memberitahukan bahwa ia sudah datang. Mereka berdua bergegas pergi menuju ruangan kelas Sekolah Minggu.

Guru SM di kelas itu kelihatan cantik. Ruang kelas bersih dan rapih. Si Untung tersenyum. Inilah pertama kali ia datang ke sebuah SM. Ketika ia sedang melihat-lihat tempat baru itu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh bentakan guru. Ternyata bentakan itu ditujukan kepadanya, karena lumpur kering di sandalnya yang mengotori lantai ruangan. Guru itu berkata bahwa anak yang baik tidak memakai sandal berlumpur ke Sekolah Minggu. Tapi hari ini banyak hujannya, dan jalanan becek, Si Untung mencoba membela diri dalam hati.

Semenit kemudian seorang anak lain menertawakan kemeja Untung yang tidak dikancing betul. Ia mengangkat mukanya, memandang guru cantik itu. Akan marahkah guru itu pada anak-anak yang menertawakannya? Ah...keluh si Untung. Inilah kali pertama si Untung ke SM, dan mungkin hanya sekali ini saja.

Kategori Bahan PEPAK: Sudut untuk Anak

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Halaman: 
274
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1997

Komentar