Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Cara Menyampaikan Pelajaran


Jenis Bahan PEPAK: Tips

[Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa menjadi topik pembahasan atau bahan diskusi ketika guru-guru SM sedang berkumpul untuk melakukan persiapan. Point-point yang dibahas dalam sajian berikut ini dapat menolong guru untuk semakin meningkatkan kemantapan penampilannya dalam mengajar dan juga kemantapan kesiapan seluruh kelasnya.]

  1. Mintalah beberapa guru untuk menyampaikan adegan-adegan lucu yang menggambarkan persoalan-persoalan yang lazim tentang cara menyampaikan pelajaran. Misalnya saja mereka mendemonstrasikan seorang guru yang mengajar dengan pakaian yang kotor dan tidak rapi, seorang laki-laki dengan dasi yang terlalu menyolok atau seorang wanita dengan rambut yang kusut dan tidak teratur rapi, atau seorang guru yang menggunakan gerakan tangan dengan berlebih-lebihan atau nada suara yang serak dan kecepatan bicara yang tidak menarik.

    Kemungkinan lain ialah menggambarkan seorang guru yang menggunakan kata-kata yang belum dikenal oleh anak-anak atau memakai tata bahasa dan pengucapan yang salah. Mereka juga dapat melukiskan apa yang terjadi apabila seorang guru tidak mempersiapkan bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan: misalnya alat peraga, kapur tulis, penghapus, persediaan pekerjaan tangan dan lain-lain.

  2. Sesudah penyajian adegan itu mintalah para guru menyebutkan kesalahan dan kekurangan dalam penyampaian pelajaran yang baru saja diperagakan. Tulislah komentar mereka itu di papan tulis.

    Pada saat ini Saudara dapat melakukan salah satu hal yang berikut ini. Saudara dapat melanjutkan pembahasan dengan para guru mengenai cara-cara mengatasi persoalan itu. Hal ini dapat dilakukan bersama-sama dengan seluruh staf atau dengan membagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Atau Saudara dapat meminta salah satu guru yang cakap untuk membicarakan pokok itu dengan singkat, dengan memakai bahan di bawah ini ditambah dengan pendapat-pendapat lain yang mungkin telah diperolehnya. Berilah waktu kepada para guru untuk menilai penyampaian pelajarannya masing-masing.

  3. Perhatikan kerapihan Saudara. Sikap tenang dan rasa percaya pada diri sendiri adalah perlu untuk penyampaian yang efektif dan kerapihan Saudara itu erat hubungannya dengan unsur-unsur itu.

    Tanpa disengaja kelas Saudara mengukur dan menilai Saudara. Saudara harus pastikan bahwa pakaian Saudara bersih dan rapi. Namun demikian, janganlah berpakaian untuk menarik perhatian saja. Saudara sudah harus ada di kelas atau ruangan Saudara sebelum murid-murid Saudara tiba.

  4. Sikap tubuh dan hal berdiri atau duduk waktu mengajar dapat mempengaruhi penyampaian pelajaran. Bila mengajar anak-anak kecil mungkin lebih baik untuk duduk bersama-sama dengan mereka di tikar atau duduk di kursi atau bangku yang rendah. Yang penting ialah supaya para murid tidak usah memandang ke atas, ketika guru mengajar atau menunjukkan alat peraga, misalnya gambar-gambar, dan lain-lain. Apabila Saudara mengajar anak-anak muda dan orang dewasa, Saudara boleh duduk atau berdiri. Apabila mungkin, usahakan supaya kelas itu membentuk satu lingkaran atau duduk mengelilingi meja. Apabila Saudara berdiri, berdirilah tegak.

  5. Pakailah sedikit gerakan tangan. Mintalah guru lain menilik untuk melihat apakah gerakan Saudara itu kaku atau berlebih-lebihan. Keefektifan Saudara akan meningkat, apabila Saudara memandang murid sementara mengajar. Mintalah seseorang menilik untuk melihat apakah Saudara mempunyai kebiasaan-kebiasaan buruk seperti: melihat ke lantai atau ke langit-langit; melihat ke luar jendela; hanya melihat atau menatap satu atau dua anggota kelas saja.

  6. Perhatikan sikap Saudara. Sikap guru menjadi sikap seluruh kelas itu. Penyampaian pelajaran itu akan lebih diterima oleh anak- anak, jikalau Saudara dapat membuat mereka tenang. Tunjukkan kepada mereka bahwa Saudara adalah manusia dan dapat didekati. Jangan gugup, tetapi tenanglah. Usahakan supaya murid-murid merasa tidak tegang.

  7. Bergembiralah. Kelas bukanlah tempat untuk menunjuk-nunjukkan kedukaan atau mengungkapkan "kejengkelan". Bangkitkanlah suasana yang hangat dan akrab. Terbukalah terhadap pandangan-pandangan yang berbeda. Jangan berdebat. Mungkin Saudara menang, tetapi akan kehilangan anggota kelas. Jadilah pendengar yang baik. Dengarkanlah arti-arti yang tersembunyi di balik kata-kata mereka. Pusatkanlah perhatian pada apa yang diucapkan anak-anak itu, agar balasan Saudara sesuai dengan bicara mereka.

  8. Perhatikan kata-kata Saudara. Sadarlah selalu akan nada dan kekuatan suara Saudara. Usahakan untuk berbicara dengan nada suara yang biasa. Berbicaralah cukup keras sehingga semua dapat mendengar dengan enak. Ubah-ubahkanlah kecepatan berbicara Saudara, dan kadang-kadang berhentilah bicara seperti dalam drama. Bersikaplah yang wajar. Berbicaralah kepada kelas seperti Saudara berbicara dalam percakapan biasa dengan gembira dan penuh semangat, dengan sungguh-sungguh dan dengan perasaan.

    Seorang pendidik Kristen, Ray Rozell, berkata, "Salah satu penghalang besar untuk pengajaran yang efektif terletak pada pemilihan kata-kata yang tidak lazim bagi anak-anak atau yang memberi arti lain bagi sebagian anak." Komunikasi akan terjadi hanya apabila kata-katanya dapat dimengerti. Ini berarti Saudara dapat meminta murid-murid melihatnya dalam kamus umum atau kamus Alkitab. Usahakan untuk menghilangkan "istilah gerejani" dalam pembicaraan Saudara. Tidak diharuskan berbicara seperti ahli bahasa, akan tetapi Saudara harus terus-menerus meningkatkan tata bahasa dan pengucapan Saudara. Kesalahan-kesalahan ini seringkali menyebabkan murid-murid tidak memperhatikan apa yang Saudara katakan, melainkan cara Saudara mengatakannya. Cobalah berbicara dengan terang dan jelas.

  9. Perhatikan keadaan ruang kelas. Anak-anak sangat terpengaruh oleh keadaan sekitarnya. Suatu ruang kelas yang rapi dan teratur akan membuat murid-murid berkelakuan baik. Periksalah ruangan Saudara, apakah bersih dan rapi. Berusaha agar murid-murid Saudara bisa duduk dengan enak di kelas.

    Saudara sudah harus mengatur ruang kelas sebelum anak-anak tiba atau mintalah kepada anak-anak yang datang lebih pagi untuk menolong mengaturnya. Semua anak harus bisa melihat papan tulis, papan flanel atau apa yang ada di depan kelas. Jagalah agar tidak terjadi gangguan yang tidak perlu. Saudara harus yakin bahwa semua bahan. Alat dan keperluan untuk mengajar telah disusun sebelumnya dan sudah siap untuk dipakai. Periksalah semua keperluan apakah dalam keadaan baik. Ingat, RUANG KELAS JUGA IKUT MENGAJAR!

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Halaman: 
249 - 250
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1997

Komentar