Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bersaksi: Mempercayai, Memberitakan, dan Melakukan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Refieksi untuk orangtua dan guru:

Hari-hari setelah kematian Yesus, tentunya dipenuhi dengan kebingungan, kepanikan, dan ketakutan. Murid-murid yang berjalan bersama Yesus, menyaksikan Dia melakukan tanda-tanda mujizat, dan mengikuti Dia ketika Dia dielu-elukan di Yerusalem, juga harus menyaksikan tubuh-Nya yang tergantung di atas kayu salib mengalirkan darah segar. Kini, mereka bersembunyi di balik pintu yang tertutup.

Ketika pertama kali Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Tomas tidak ada bersama-sama dengan mereka. Meski tampak jelas bahwa semua murid yang lain juga membutuhkan bukti secara fisik (lihat Yohanes 20:20-21), namun perkataan Tomas telah membuat ia dijuluki "Tomas si Peragu".

Apakah Tomas jauh berbeda dengan Anda dan saya? Kita terus-menerus membutuhkan peneguhan, meski telah melihat dengan mata kepala sendiri keagungan, kekuatan, dan anugerah Allah. Bersaksi berarti memiliki pengetahuan secara pribadi dan membuktikan kebenaran yang kita ketahui itu. Namun, ketika kebenaran diperhadapkan dengan bukti, seperti halnya bagi Tomas dan para murid yang lain, bersaksi tak dapat dipisahkan dari iman. Iman kita adalah kesaksian kita dan memberi makna pada apa yang kita dengar dan kita lihat. Dan hidup kita menjadi buah dari kesaksian itu.

Memang, kita tidak berada di sana, sehingga tidak dapat menyentuh bekas luka Yesus, tetapi kita dapat menyaksikan anugerah keselamatan dari Allah. Kita dapat membuktikan kebenaran tentang apa yang kita ketahui melalui pengenalan langsung secara pribadi.

"Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
(Yohanes 20:29b)

Refleksi untuk seluruh anggota keluarga:

Apa yang kamu percayai tentang Allah merupakan salah satu aspek dari bersaksi. Menyatakan apa yang kamu percayai adalah aspek lain dari bersaksi. Namun, aspek terpenting dan yang paling berpengaruh adalah berpegang sungguh-sungguh pada apa yang kita percayai dan kita lakukan.

Bagaimana kita dapat melakukan apa yang kita percayai? Berikut ini terdapat sebuah contoh yang baik. Kita percaya bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Kita membaca Alkitab bahwa Allah menyukai apa yang Dia ciptakan dan berfirman bahwa semuanya sungguh amat baik. Saat kita melihat ke sekeliling kita, tampaklah keindahan pantai, gunung, dan hutan, yang membuat kita merasa senang. Kita juga percaya bahwa Allah memberi kita tanggung jawab atas segala ciptaan. Allah memerintahkan kita untuk memeliharanya. Apakah cukup bila kita hanya mengatakan kepada orang lain bahwa Allah menciptakan bumi dan bahwa kita diperintahkan untuk memeliharanya? Mungkin tidak. Apa yang perlu kita lakukan adalah tidak membuang sampah sembarangan, terlibat dalam pelaksanaan program daur ulang dan berusaha untuk tidak menggunakan produk yang dapat mencemari lingkungan. Bila kita melakukan apa yang kita percayai, berarti kita sedang bersaksi tentang apa yang kita percayai.

HARI 1: DANIEL MENTAATI ALLAH
(Daniel 1:1-16)

Orang-orang Yahudi diharuskan mengikuti peraturan yang ketat mengenai makanan. Peraturan-peraturan itu bukan sekadar perintah Allah, tetapi juga suatu cara untuk memisahkan umat pilihan dari bangsa-bangsa lain.

  1. Mengapa pembantu raja takut melakukan permintaan Daniel?

  2. Bagaimanakah kamu menghargai tubuhmu sendiri sebagai ciptaan Allah?

HARI 2: KESAKSIAN YESUS
(Yohanes 5:30-47)

  1. Apakah yang dikatakan Yesus sebagai kesaksian bahwa Dia diutus oleh Allah?

  2. Bagaimana tetanggamu, rekan kerjamu, atau teman sekolahmu dapat mengetahui bahwa kamu adalah orang Kristen?

HARI 3: PETRUS MEMBERI KESAKSIAN
(Kisah Para Rasul 10:34-43)

  1. Apakah perintah yang diberikan kepada para saksi Yesus?

  2. Menurutmu, apa yang Allah harapkan darimu? Apa usahamu untuk memenuhi harapan tersebut?

HARI 4: PAULUS DI KORINTUS
(Kisah Para Rasul 18:1-11)

  1. Apa yang dilakukan Paulus ketika orang Yahudi menolak pengajaran- pengajarannya tentang Yesus?

  2. Apa yang paling membuatmu frustrasi dalam menyampaikan apa yang kamu percayai?

HARI 5: HIDUP YANG BERKENAN KEPADA TUHAN
(Kolose 1:1-14)

  1. Apa yang dilakukan Paulus bersama Timotius setelah mendengar tentang iman jemaat di Kolose?

  2. Bahkan hingga hari ini, beberapa orang Kristen bergumul bagi hidup dan iman mereka. Diskusikanlah tentang suatu situasi, baik lokal maupun global, dimana orang-orang Kristen berada dalam pergumulan. Buatlah kesepakatan untuk mendoakan mereka secara teratur!

HARI 6: PAULUS HIDUP SEBAGAI SEORANG SAKSI
(2Timotius 4:1-7)

  1. Mengapa Paulus merasa siap untuk mati?

  2. Apa saja yang kamu rasa perlu dicapai sebelum meninggal?

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Belajar Bersama
Pengarang: 
Janice Y. Cook
Halaman: 
164 - 166
Penerbit: 
Yayasan Gloria
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
1999

Komentar