Skip to main content

Ayat Alkitab
Lukas 10:25-37

Inti pelajaran
Dengan mendengarkan perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus, kita bisa mengetahui apa yang Yesus ingin kita lakukan dan bagaimana kita seharusnya.

Ide utama
Murid-murid akan belajar siapakah sesama mereka dan mendapatkan cara untuk menunjukkan kasih.

Ayat hafalan
"... kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Lukas 10:27b)

Kata kunci dan konsep yang dipelajari

  1. Sesama adalah orang yang kita kenal dan yang tidak kita kenal.
  2. Kasih.

Prinsip utama
Anak-anak akan belajar bahwa menjadi sesama yang baik berarti menolong siapa saja. Mereka akan mencari cara-cara untuk menjadi orang yang baik.

Latar belakang Alkitab
Yesus mengajarkan cerita tentang "Orang Samaria yang Baik Hati" untuk menjawab sebuah pertanyaan seorang Ahli Taurat (guru agama), yang bertanya kepada Yesus, "Apa yang harus kuperbuat untuk memeroleh hidup yang kekal?" Ahli Taurat itu bermaksud menunjukkan hak yang ia peroleh atas hidup yang kekal dengan menunjukkan bahwa dia telah melakukan tugasnya. Tetapi Yesus menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lain, yaitu "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat (Alkitab)?" Lalu ahli taurat itu menjawab dengan ayat yang biasa kita dengar di Ulangan 6:4-5, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." Yesus menjawab, "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."

Tetapi ahli taurat itu tetap bertanya kepada Yesus, "Siapakah sesamaku manusia?" tanyanya. Lalu Yesus menceritakan cerita yang kita pelajari hari ini.

Jalan dari Yerusalem menuju ke Yerikho yang berjarak kira-kira 28 kilometer adalah jalan yang sangat berbahaya karena para perampok dapat dengan mudah bersembunyi di balik bukit-bukit dan menyerang orang yang melalui jalan itu. Ada seorang pria yang dirampok dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat. Kemudian lewatlah seorang imam, seorang pemimpin agama terkemuka Yahudi. Dia mungkin juga takut kalau-kalau dia juga akan dirampok; tetapi mungkin ada alasan yang lebih penting mengapa dia tidak berhenti untuk melihat apakah ia bisa menolong orang yang terluka itu. Bila orang yang sekarat itu mati, dan imam itu menyentuhnya, dia akan akan disebut "najis". Dia tidak akan diperbolehkan memberikan persembahan di Bait Allah untuk orang-orang. Oleh sebab itulah dia berlalu begitu saja. Orang Lewi adalah orang biasa yang membantu imam. Dia juga berlalu begitu saja. Orang Samaria yang akhirnya berhenti adalah seorang asing, yang tak seorang pun akan menyangka bahwa dia akan menunjukkan simpatinya kepada orang Yahudi. Ternyata, orang Yahudi dan orang Samaria saling membenci. Orang Yahudi memandang rendah orang Samaria dan tidak mau melakukan apa pun untuk mereka. Tetapi dalam cerita ini, Yesus menjadikan orang Samaria sebagai sesama yang baik.

Siapakah sesama kita? Mereka adalah orang yang membutuhkan, apa pun ras atau kelas mereka. Yesus mengatakan bahwa kita harus mengasihi Allah dan mengasihi sesama kita, dan