Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bagaimana Mendorong Anak Belajar?


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Sering kali kita mendapati anak-anak di Sekolah Minggu kita tidak antusias dalam belajar. Mungkin hal ini terjadi karena kita / guru Sekolah Minggu memiliki persepsi yang salah tentang belajar. Untuk itu kita perlu mengubah persepsi kita tentang belajar sehingga dapat menolong anak-anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam "belajar" Firman Tuhan di Sekolah Minggu.

Menurut McKeachie (1986), kemampuan seorang guru untuk menjadikan dirinya sendiri 'model' yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesanggupan dalam diri anak didik, merupakan aset utama dalam memotivasi seorang anak untuk belajar. Hal-hal apa yang perlu dilakukan guru untuk mendorong anak lebih giat belajar?

  1. Guru harus menunjukkan semangat mencintai "bahan pengajaran" dan Firman Tuhan yang disampaikan.
  2. Guru harus memperdalam penguasaannya terhadap materi dan meningkatkan kemampuannya untuk dapat menyajikan bahan pelajaran tersebut secara menarik, kreatif, hidup dan bersemangat. Hal ini dapat meningkatkan minat, hasrat dan motivasi dalam hati anak agar tertarik dengan materi yang akan diajarkan.
  3. Guru harus menghargai, memahami dan berempati kepada setiap anak didiknya.
Selanjutnya beberapa langkah nyata untuk mendorong anak agar termotivasi belajar, antara lain:
  1. Hargailah pendapat anak didik dan berikan penghargaan atas keberaniannya untuk berpendapat. Berikan pujian yang tulus ("reinforcement") pada tiap-tiap anak agar mereka semakin bersemangat dan termotivasi untuk belajar.
  2. Hargai anak-anak sebagai suatu pribadi yang memiliki keunikan sendiri. Selain itu berikan perhatian khusus pada masing-masing anak secara pribadi.
  3. Binalah persahabatan dengan anak didik dengan memelihara suasana kelas yang akrab dan dinamis. Tanamkan pada mereka perasaan bahwa mereka diterima oleh teman sekelas dan gurunya ("sosial acceptance"), sehingga mereka tidak merasa kesepian di dalam kelas.
  4. Berikan pengertian bahwa mereka sangat berarti ("personal meaning"), baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi temannya maupun bagi gurunya.
  5. Tanamkan rasa percaya diri ("self confidence") dalam dirinya agar proses belajar semakin meningkat.
  6. Jauhkan dari perasaan takut gagal atau takut salah dalam melakukan sesuatu. Untuk itu biarkan dia mencoba sesuatu secara pelan-pelan supaya tidak merasa takut melakukan kesalahan.
  7. Berikan kesempatan pada mereka untuk menjawab pertanyaan anda (cari pertanyaan yang kira-kira bisa dijawab dengan benar), dan berikan pujian bila mereka dapat menjawabnya. Perasaan sukses dalam mengerjakan sesuatu pada diri anak dapat mendorong semangat mereka dalam belajar.
  8. Berikan motivasi untuk mau mencapai nilai tertinggi ("achieving high grades").
Di atas semuanya ini, tetaplah bersandar pada Roh Kudus sebagai Transformator Agung kita.

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Buku: 
Strategi Pendidikan Kristen
Pengarang: 
B.S. Sidjabat, M.Th., Ed.D.
Halaman: 
72 - 78
Penerbit: 
Yayasan Andi
Kota: 
Yogyakarta

Komentar