Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Bagi orang Israel, pendidikan -- khususnya pendidikan rohani --
merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-
Nya.
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4 )
Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi TUHAN dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan mereka (ayat 5), menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6), mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7), mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8), dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9).
Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah
dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan
dan berisi empat naskah, salah satunya adalah
PENERAPAN PENDIDIKAN PL UNTUK ERA MODERN
Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung merupakan gaya pendidikan saat ini. Sebenarnya justru dalam era modern sekarang, pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak.
Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama
terletak pada orangtua, yaitu ayah dan ibu (
Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak
takut akan Tuhan, hidup menurut jalan-Nya, mengasihi Dia, dan
melayani Dia dengan segenap hati dan jiwa mereka (
Orangtua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran
dalam kasih (
Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui
kata-kata, sikap dan perbuatan (
Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah,
baik bagi bangsa Israel pada jaman Perjanjian Lama, maupun bagi kita
pada zaman sekarang. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan
masing-masing, namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang
Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru
yang muncul. Jika orang Israel menafsirkan
"Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu;" (Keluaran 13:9a )
Maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita, memperkatakannya setiap hari, dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita.
Penulis: Daniel Kurniawan Budi Laksono
Links:
[1] https://pepak.sabda.org/jenis_bahan_pepak/artikel
[2] https://pepak.sabda.org/kategori_bahan_pepak/pelayanan_anak_umum
[3] https://pepak.sabda.org/epublish/1
[4] https://pepak.sabda.org/epublish/1/249
[5] https://pepak.sabda.org/06/oct/2005/anak_pak_dalam_perjanjian_lama
[6] https://pepak.sabda.org/06/oct/2005/anak_allah_memberi_sepuluh_perintah
[7] https://pepak.sabda.org/edisi_pepak/e_binaanak_249_pendidikan_kristen_dalam_pl