Biarkanlah Anak-Anak Itu Datang Kepada-Ku


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Undangan bagi yang Lemah dan Membutuhkan

Sambil bersandar di kap mobil saya, saya tidak ingin kencan itu berakhir. Hari sudah larut, tetapi tempat parkir yang cukup terang di luar apartemennya tampak seperti tempat yang bagus untuk mengobrol, jadi kami melakukan hal tersebut. Kami mengobrol tentang kehidupan dan sekolah dan masa depan, dan untuk seorang muda berusia 20 tahun yang bercita-cita untuk terjun dalam pelayanan pastoral, saya meluapkan semua semangat yang dapat Anda bayangkan.

"Saya hanya ingin berada di tempat Allah bekerja," kata saya. "Itu saja. Saya ingin berada tepat di tengah-tengah kegerakan-Nya."

Dia merasakan semangat saya, tetapi langsung menusuk, "Tapi, bagaimana jika Allah tidak menginginkanmu di sana? Bagaimana jika Dia menginginkanmu di suatu tempat yang membosankan?"

Saya ingat saya membeku sejenak, sedikit bingung, sebelum menjawab, "Ya, tentu saja. Tapi, kamu tahu ...."

Gambar: Yesus dan anak

Kata-kata saya yang lain terhenti. Dia telah mengingatkan saya bahwa keinginan Allah lebih besar daripada keinginan saya, dan bahwa saya tidak mempertimbangkan sedikit pun kemungkinan bahwa Allah mungkin menginginkan sesuatu yang berbeda untuk saya daripada suatu aksi. Segera, saya bertanya-tanya apakah dia menginginkan sesuatu yang berbeda. Hubungan kami telah berkembang, tetapi ini adalah pengujian mendalam. Apakah teman wanita saya lebih suka yang membosankan?

Kami berbeda pendapat. Itu adalah pertentangan yang diperlukan, tidak jarang bagi pasangan muda, tetapi siapa yang benar?

Teguran yang Tidak Mengejutkan

Yesus tidak asing dengan pertentangan. Bahkan, ketika murid-muridnya bermaksud baik, Dia secara rutin mengoreksi perilaku mereka dengan meniliknya sampai ke motivasi hati. Apa yang mereka lakukan, atau maksudkan, berasal dari apa yang mereka pedulikan, dan Yesus berfokus di sana.

Perhatikan adegan dalam Markus 10. Yesus telah mengajar orang banyak, dan terutama orang-orang Farisi. Sekarang, Yesus dan murid-muridnya sedang berada di sebuah rumah untuk memberikan penjelasan tentang pelajaran terakhir. Rupanya, mereka telah undur dari sekumpulan pendengar yang bersemangat, dan di sini hanya mereka, kelompok kecil mereka, yang mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari Sang Guru sendiri. Namun, kemudian banyak keluarga mulai berbaris di luar.

Markus memberi tahu kita dalam ayat 13 (AYT), "Mereka membawa anak-anak kepada Yesus supaya Dia menyentuh anak-anak itu ...." Markus tidak menjelaskan secara khusus siapa yang membawa mereka, tetapi kemungkinan besar para orang tua. Dan, mereka membawa anak-anak mereka karena anak-anak itu pasti terlalu kecil untuk berjalan sendiri. Saya membayangkan sekelompok ibu, dengan balita di pinggul mereka, hampir tumpang tindih satu sama lain saat mereka berdesakan lebih dekat ke tempat Yesus duduk.

"... tetapi murid-murid itu menegur mereka" (Mrk. 10:13, AYT).

Pelayanan yang Lebih Strategis

Para murid tidak ingin anak-anak ini mengganggu Yesus. Dan, sebelum kita mengkritik mereka karena sikap dingin mereka, kita harus mengingat bahwa setidaknya niat mereka sepertinya baik. Mereka tampaknya dengan tulus ingin melindungi Yesus, dengan waktu-Nya yang terbatas dan berharga, dari gangguan dan pelayanan yang "kurang strategis". Guru mereka yang agung baru saja membuat kagum orang banyak dan berhadapan langsung dengan orang-orang Farisi. Dia semakin terkenal. Hal terakhir yang Dia butuhkan, dalam benak para murid, adalah anak-anak ingusan yang berusaha untuk mendapatkan perhatian-Nya.

Pada hari itu, tidak ada yang salah tentang cara pikir para murid. Dunia abad pertama tidak melihat anak-anak lucu dan polos, seperti yang dilakukan banyak orang modern. Anak-anak sering menghalangi, dan kasih sayang terhadap anak-anak bukanlah suatu kebajikan. Ini berarti para orang tua semestinya tahu sangat kecil kemungkinannya bahwa Yesus akan menyentuh anak-anak mereka, dan tidak diragukan lagi mereka tidak terkejut ketika para murid menolak mereka.

"Namun, ketika Yesus melihatnya, Dia menjadi marah dan berkata kepada murid-murid-Nya, 'Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku dan jangan menghalangi mereka, karena orang-orang seperti itulah yang memiliki Kerajaan Allah'" (Mrk. 10:14, AYT).

Membutuhkan dan Mengambil

Tak berdaya adalah syarat agar kita dapat menerima Yesus -- atau lebih baik, agar diterima oleh Yesus.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Apakah Anda melihat adanya pertentangan? Para murid berpikir ke satu arah, tetapi Yesus berpikir ke arah lain. Semangat mereka untuk menjaga waktu Yesus bertentangan dengan inti kerajaan-Nya. Mereka berpikir seperti dunia -- bahwa anak-anak adalah gangguan bagi masyarakat. Anak-anak berada di paling bawah dalam hierarki sosial. Kelangsungan hidup adalah yang terpenting, dan anak-anak tidak melakukan apapun untuk membantu dalam hal tersebut. Mereka hanya membutuhkan dan mengambil. Membutuhkan, mengambil. Membutuhkan, mengambil. Sepanjang hari. Anak-anak tidak membawa pulang daging asap; mereka hanya memakannya (itu pun yang tidak mereka lemparkan ke lantai). Dan, kemudian mereka mengeluarkannya -- dan mereka membutuhkan orang lain untuk mengurus hal itu juga.

Yesus memiliki hal-hal yang lebih penting untuk dilakukan, pikir para murid, seperti janji bertemu dengan CEO pendiri bank yang sedang naik daun (juga disebut penguasa muda yang kaya, Mrk. 10:17-31). Jadi anak-anak ini harus pergi.

Akan tetapi, Yesus berkata untuk membiarkan mereka datang. Dan, Dia marah.

Apa yang Bisa Dibawa oleh Anak-Anak?

Kemarahan-Nya membara terhadap betapa kelirunya para murid dalam memahami isi hati-Nya. Sungguh luar biasa bahwa Yesus tidak mengecam cara pandang dunia yang ada, tetapi Dia mengecam para murid karena menirukan cara pandang dunia itu dan menganggap Dia juga demikian. Cara pandang dunia itu tidak ada kaitannya dengan anak-anak, tetapi berkaitan dengan status.

Ketika Yesus berkata tentang anak-anak, "karena orang-orang seperti itulah yang memiliki Kerajaan Allah," Dia tidak mengindikasikan bahwa kerajaan itu dimiliki oleh anak yang lucu dan polos, tetapi oleh yang tidak berdaya dan membutuhkan, seperti anak-anak. Tidak memiliki apa-apa. Lemah.

Para murid, seperti kita, memiliki kemampuan untuk menilai orang banyak. Tetangga menjadi kandidat yang dapat melakukan yang paling banyak hal bagi saya, seperti para sarjana Yahudi di paruh pertama Markus 10 (ayat 1-12), atau penguasa muda kaya di paruh kedua (ayat 17-31). Kita ingin "orang-orang seperti itu" dalam tim kita, bukan anak-anak. Anak-anak adalah yang terburuk. Apa yang bisa dibawa oleh anak-anak? Bagaimana mereka bisa berkontribusi?

"Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, siapa yang tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak, tidak akan masuk ke dalamnya" (Mrk. 10:15, AYT).

Sambutan yang Mengejutkan

Yesus telah berkata untuk membiarkan anak-anak kecil datang kepada-Nya, dan sekarang, dalam ayat 15, Ia menegaskan bahwa tidak ada orang yang dapat datang kepada-Nya kecuali mereka seperti anak kecil. Sudah seperti itu selama ini, dan masih begitu.

Gambar: pelayanan Yesus

Anda tidak dapat datang kepada Yesus dengan tangan yang penuh dengan segala sesuatu yang Anda pikir membuat Anda baik. Anda mengupayakan semuanya, upaya terbaik Anda - itu bukan hal yang diinginkan Yesus. Sambutan-Nya adalah sambutan bagi mereka yang tidak memiliki apa yang dunia anggap istimewa. Sambutannya adalah sambutan pada yang membutuhkan, yang terkecil, bagi mereka yang tidak tahu bagaimana memberi makan diri mereka sendiri atau mengikat sepatu mereka atau menyeka hidung mereka. Dia ingin Anda datang seperti anak kecil, seperti anak kecil yang mungkin perlu digendong.

"Kemudian, Yesus memeluk anak-anak itu, memberkati mereka, dan meletakkan tangan-Nya atas mereka." (Mrk. 10:16, AYT).

Apa yang Membuat Perbedaan?

Yang dipeluk-Nya hari itu memanglah anak-anak, tetapi pesannya adalah untuk kita semua. Tak berdaya adalah syarat agar kita dapat menerima Yesus -- atau lebih baik, agar diterima oleh Yesus. Karya-Nya adalah di antara orang-orang yang tidak memiliki apa-apa, yang lemah.

Dan, itu adalah bagian yang tidak saya mengerti bertahun-tahun yang lalu, sambil berdiri di tempat parkir, berbicara tentang kehidupan dan sekolah dan masa depan.

Kemudian, musim semi yang lalu istri saya, gadis yang bersama saya di tempat parkir itu, melahirkan anak kedelapan kami, di tengah pandemi yang membuat hari-hari terasa seperti berminggu-minggu. Dan, ketika seluruh dunia ditutup, dan, yah, membosankan, kami berjalan melewati pintu depan rumah kami sambil menggendong putri kami yang baru lahir. Kami disambut oleh kekacauan menggemaskan dari saudara-saudaranya yang masih belum bisa melakukan banyak hal sendiri. Mereka semua menuntut berebut untuk melihat wajahnya, seperti anak-anak pada umumnya, dan kemudian terpikir oleh saya bahwa di sinilah aksinya.

Saya dahulu ingin berada di tempat Allah bekerja, dan saya masih menginginkannya, tetapi mengetahui di mana Dia bekerja itulah yang membuat segala sesuatunya berbeda. "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku," saya ingat, ketika saya dikerumuni sentuhan dan tarikan dan pertanyaan "Apakah ini sudah waktunya camilan?" Anak-anak seperti inilah, yang Yesus maksud, dan maksud-Nya juga bagi saya. Orang-orang seperti inilah yang Dia sambut. Di sinilah Dia bekerja. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
Alamat situs : https://desiringgod.org/articles/let-the-little-children-come-to-me
Judul asli artikel : Let the Little Children Come to Me -- Invitation to the Weak and Needy
Penulis artikel : Jonathan Parnell

Komentar


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK