Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Tidak Ada Tempat Seperti Ruang Kelas Sekolah Minggu Saya


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Beberapa di antara kita yang mengajar sekolah minggu anak adalah sukarelawan yang memiliki pekerjaan dan keluarga masing-masing. Kita dengan sukarela mengambil tanggung jawab untuk membagikan cinta kasih Tuhan kepada anak-anak setiap minggu. Kita memberikan waktu dan tenaga untuk menyiapkan permainan, pelajaran-pelajaran, kesenian, dan makanan kecil. Namun, seberapa banyak dari kita yang memikirkan kondisi tempat yang perlu disiapkan ketika mengundang anak-anak sekolah minggu untuk datang dan belajar

Beberapa di antara kita yang mengajar sekolah minggu anak adalah sukarelawan yang memiliki pekerjaan dan keluarga masing-masing. Kita dengan sukarela mengambil tanggung jawab untuk membagikan cinta kasih Tuhan kepada anak-anak setiap minggu. Kita memberikan waktu dan tenaga untuk menyiapkan permainan, pelajaran-pelajaran, kesenian, dan makanan kecil. Namun, seberapa banyak dari kita yang memikirkan kondisi tempat yang perlu disiapkan ketika mengundang anak-anak sekolah minggu untuk datang dan belajar tentang cinta kasih Tuhan setiap minggu? Kita dapat memberi pengaruh baik di kelas melalui perhatian kita pada aspek fisik ruangan dan interaksi alami kita dengan anak-anak serta interaksi yang mereka lakukan dengan teman-teman mereka. Bagaimana kita bisa membantu menyediakan dan memelihara tempat yang memfasilitasi proses belajar dan aman sehingga anak-anak merasa nyaman dan bebas untuk belajar?

Apakah barang-barang di dalam ruang kelas sesuai dengan fisik dan perkembangan murid Anda? Apakah meja dan kursi sudah sesuai ukurannya? Apakah mainan-mainannya diperuntukkan bagi kelompok usia yang Anda ajar? Apakah peralatan yang Anda gunakan untuk beraktivitas (gunting, pensil warna, dan lain sebagainya) adalah peralatan yang paling tepat untuk murid Anda?

Apakah ruang kelas Anda memiliki bagian-bagian yang digambarkan dengan jelas? Adakah tempat untuk berkesenian, beristirahat, bermain, dan belajar? Anak-anak dapat belajar dengan baik jika ada batasan-batasan, dan dengan memiliki ruangan di dalam gedung yang dianggap tempat "aman", anak-anak akan merasa lebih nyaman.

Bagaimana dengan dekorasi ruang kelas Anda? Ada beberapa pertimbangan yang berhubungan dengan model ruang kelas Anda. Hiasan-hiasan ruangan seharusnya disesuaikan dengan perkembangan anak. Anak kelas 6 mungkin tidak tertarik dengan gambar paus kartun dan poster-poster yang memuat banyak kata tidak berguna untuk anak usia 3 tahun. Cobalah sediakan kursi yang nyaman. Duduklah di tempat mereka duduk. Apakah Anda mau duduk di tempat mereka duduk sekian lama? Bantal besar yang diletakkan di lantai bisa menjadi solusi kreatif untuk dijadikan tempat duduk yang nyaman. Bagaimana dengan warna? Kalau bisa, coba pertimbangkan untuk mengecat ruang sekolah minggu. Menggunakan warna-warna cerah atau lukisan dinding dapat menciptakan ruangan yang lebih cocok untuk anak-anak daripada ruangan yang hanya berdinding putih. Pastikan Anda mendapat izin dari panitia pembangunan gereja sebelum memulai proyek ini. Mungkin Anda pun perlu memikirkan penyediaan tempat untuk anak-anak remaja atau dewasa yang ingin terlibat dan atau mendanai proyek ini. Pada waktu yang sama, buatlah segala sesuatunya sederhana. Lingkungan yang terlalu mencolok justru mengganggu dan bertentangan dengan pengaruh yang ingin Anda ciptakan.

Pastikan gambar orang yang Anda berikan itu beragam. Jika Anda menggantungkan poster anak-anak, poster tersebut harus menunjukkan anak-anak dari berbagai kelompok etnis dan keahlian. Boneka juga harus mewakili berbagai ras dan buku-buku berwarna pun harus beragam pula. Anak-anak suka melihat orang yang serupa dengan mereka.

Ciptakan lingkungan yang membuat masing-masing anak merasa dihargai. Anak-anak biasanya mengagumi guru sekolah minggu mereka dan ingin memberitahu Anda tentang kelinci peliharaan mereka di sekolah atau menunjukkan baju yang mereka kenakan pada hari itu kepada Anda. Pelayanan sering kali menjadi sangat efektif dalam interkasi yang tak direncanakan. Pula, dorong anak-anak untuk saling menghargai. Jangan perbolehkan anak-anak menertawakan atau melarang masuk anak-anak lainnya. Ingatlah bahwa Anda memimpin dengan menjadi contoh. Oleh karena itu, jika Anda memperlakukan setiap anak dengan baik, anak-anak akan belajar untuk melakukan hal yang sama.

Buatlah tata tertib yang jelas dan tempelkan untuk mereka. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, anak-anak perlu diberi batasan. Untuk mengatur pengelolaan kelas yang paling baik sehingga dapat membuat anak merasa aman, Anda harus jelas dan konsisten. Jadwal yang jelas juga membantu. Anak-anak akan tahu bahwa saat mereka tiba mereka memiliki sedikit waktu bebas, kemudian ada waktu untuk cerita, lalu kesenian, makanan kecil, selanjutnya ada lebih banyak waktu luang (jika jadwal Anda seperti ini).

Bepikirlah di luar kebiasaan umum. Naluri anak-anak adalah memiliki rasa ingin tahu dan suka petualangan. Mungkin pelajaran tentang penciptaan bisa dilakukan di luar. Berikan makanan kecil yang bisa disediakan dengan bantuan anak-anak, berikan kata-kata yang membuat mereka bangga dan berikan pujian. Kreatiflah!

Hal yang paling penting adalah memperhitungkan tempat. Apakah Anda membayangkan apa yang harapkan (sebagai contoh, tidak ada seorang pun yang senang berdesak-desakan dengan orang lain di ruangan yang sempit) dan memerhatikan apa yang tepat untuk anak-anak Anda asuh, suasana kondusif yang Anda ciptakan dapat membantu anak-anak yang Anda ajar untuk mendengar dan mengerti pelajaran yang Anda sampaikan yang persiapannya menguras waktu dan tenaga. (t/Setya)

--Bergabunglah dalam: http://fb.sabda.org/binaanak--

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Artikel: 
Tidak Ada Tempat Seperti Ruang Kelas Sekolah Minggu Saya

Komentar