Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Suka Tinggal di Hadirat Tuhan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Diringkas oleh: Santi Titik Lestari

Bacaan: Mazmur 15:1-5

Semua ayat yang ada di bahan harus dibaca guru (model cerita topikal, bukan eksposisi. Jadi, ayat tidak terfokus pada 1 perikop saja.)

Persiapan Guru

1. Naikkan doa.
2. Pelajari bahan.
3. Siapkan sarung/jubah/topi/dll..
4. Siapkan bahan-bahan eksperimen, minyak goreng, air, dan botol minum bertutup.
5. Datang lebih awal untuk berdoa bersama rekan lainnya.

Keterangan Keterlibatan Murid

Untuk kesesuaian naskah ini dibutuhkan 16 anak (5 putri dan 11 putra), yang terlibat dalam kegiatan berikut ini.

  1. Eksperimen sebagai pembuka inspirasi: dibutuhkan 4 orang anak (2 putri, 2 putra).

  2. Bagian pembuka inspirasi, ada 2 anak putri yang membaca puisi.

  3. Bagian inti, ada 7 anak pria yang akan memerankan Daud, dengan cara mengalungkan sarung/jubah/selendang/dasi/topi, dll. secara bergantian/secara estafet.

  4. Bagian inti cerita, ada 1 anak putri dan 2 anak putra yang bertugas membaca dialog.

  5. Pada akhir program akan dinilai pembaca terbaik dan pemeran terbaik (akan ada 2 pemenang).

Doa

"Tuhan, aku ingin jadi anak-Mu yang suka tinggal di hadirat-Mu, aku mau bertobat dari dosa-dosaku."

Bahan/Alat

Tiga botol minum transparan, minyak goreng dalam mangkuk, air dalam mangkuk.

  1. Aktivitas eksperimen: Apakah air dan minyak dapat menyatu?

    1. Sediakan botol kosong transparan bertuliskan stiker: AIR. Minta anak pertama menuangkan air ke dalam botol 1.

    2. Sediakan botol kosong transparan bertuliskan stiker: MINYAK. Minta anak kedua menuangkan minyak ke dalam botol 2.

    3. Sediakan botol ketiga transparan bertuliskan stiker: CAMPURAN MINYAK DAN AIR. Minta anak ketiga menuangkan air dan minyak ke dalam botol ke-3.

    4. Minta anak ke-4 mengocok botol ke-3 tersebut. Dan lihatlah bahwa air dan minyak itu tidak dapat menyatu.

    Kesimpulan: Kekudusan dan dosa tidak dapat menyatu, segera bereskan dosa-dosamu di hadapan Tuhan karena Tuhan tidak suka pada dosa. Tuhan mengasihi kita, tetapi Tuhan membenci dosa yang kita lakukan. Kalau ingin tinggal di hadirat Tuhan (diibaratkan air), singkirkan dosa (diibaratkan minyak).

    Ayat Hafalan: ayat hafalan langsung kita lekatkan dan rangkaikan sebagai penutup eksperimen, karena untuk mengikatkan konsep anak antara minyak dan air dengan ayat Matius 5:8, "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Guru menerangkan arti ayat ini) Apa arti ayat ini? Kalau kita ingin melihat Allah/tinggal dalam hadirat Allah, kita harus hidup kudus, hidup suci, menyenangkan hati Tuhan, karena Tuhan itu menyukai hati yang suci. Tuhan tidak suka pada dosa. Dosa menghalangi kita bersahabat dengan Tuhan, segera minta ampun jika dalam hidupmu ada dosa, segera bertobat!

  2. Pembuka Inspirasi/Pentas Puisi

  3. Kita akan baca Mazmur 15:1-5 (2 anak putri membaca puisi ini). Bagian yang cetak biru (dalam Alkitab diketik menjorok ke luar), akan dibaca oleh A dan bagian yang cetak hitam (dalam Alkitab diketik menjorok ke dalam) akan dibaca oleh B.

  4. Inti Cerita:

  5. Perlengkapan: selendang/topi/sarung berputar, gitar (sebagai pengganti kecapi), pedang Daud, dll..

    Permainan jubah berputar: setiap kali guru bercerita, ada satu anak yang dikalungkan sarung/jubah. Anak yang mendapat sarung/jubah itu haruslah memperagakan bagian dari cerita, nanti dinilai pemain/pemeran Daud terbaik.

    Daud adalah seorang yang sangat suka tinggal di hadirat Tuhan, sangat senang bersahabat dengan Tuhan, sangat senang berdoa dan menyembah Tuhan, sangat senang bertanya kepada Tuhan sebelum ia melakukan sesuatu hal.

    1. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, ia menyembah Tuhan dengan kecapinya. (Saran properti: gitar)

    2. Kalungkan sarung/jubah pada seorang anak putra.

      Guru: membisikkan pada anak tersebut, "Peragakan Daud yang sedang memuji Tuhan dengan kecapinya, dan menyanyi dengan sungguh-sungguh."

      Sejak kecil, Daud senang memainkan kecapi. Sambil menjaga domba, dia membawa kecapi, dia memuji Tuhan, dia bergaul dengan Tuhan, dia selalu menikmati bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan pujian. Ke mana pun kecapi ini dibawanya dan dipakai untuk menyembah Tuhan, sehingga pujian Daud kepada Tuhan dapat menyembuhkan Raja Saul yang saat itu diganggu roh jahat, pujian Daud sanggup mengusir roh jahat yang mengganggu Saul. (1 Samuel 16:18)

      Apakah kalian suka memuji Tuhan? Pita suara kita juga alat musik ciptaan Tuhan, kita bisa bermusik dengan bernyanyi bagi Tuhan.

    3. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, ia rajin bangun pagi dan menyembah Tuhan. (Saran properti: selimut)

    4. Mazmur 57:9, Mazmur 108:3, kalungkan pada seorang anak putra.

      Guru: bisikkan "Peragakan Daud, bangun tidur dan masih terkantuk-kantuk, ia segera mengambil alat musik dan memuji Tuhan". Daud paling senang bangun pagi hari sebelum matahari terbit, ia segera mengambil alat musik, gambus, dan kecapi. Yang ia lakukan saat orang lain masih tidur adalah bersyukur pada Tuhan dalam doa dan nyanyian-nyanyiannya. Ia berkata, "Aku mau membangunkan fajar."

      Apa yang kalian lakukan saat bangun pagi? Cari sandal, cari sarapan, segera mandi, buru-buru bikin PR, nonton TV, atau apa? Daud setiap bangun pagi, buru-buru cari Tuhan, berdoa, dan bersekutu dengan Tuhan.

    5. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, ia selalu kangen/merindukan Tuhan. (Saran properti: segenggam tanah liat)

    6. Biarkan anak itu mengalungkan pada teman pria pilihannya.

      Guru: bisikkan pada anak tersebut, "Peragakan orang yang mondar-mandir, gelisah, dan sangat kehausan merindukan Tuhan." Daud pernah berkata seperti ini, "Jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair." Pernahkah kalian melihat tanah yang kering dan pecah-pecah karena sudah lama tidak terkena air hujan? Betapa hausnya tanah itu akan air, tanah itu merana kesakitan. Demikianlah Daud sangat kehausan jika sudah lama tidak bersekutu dengan Tuhan, dia merasa haus akan Tuhan, dia sangat merindukan Tuhan (Mazmur 63:2).

      Siapakah yang selama ini kalian rindukan? Apakah kalian sangat merindukan Tuhan? Aduh kapan lagi ya sekolah minggu, hari minggu kok lama ya? Aduh, aku kepingin sekali berdoa. Aduh, aku sangat rindu membaca firman Tuhan. Tuhan, aku merindukan-Mu.

    7. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, ia selalu bertanya pada Tuhan jika mau berperang/melakukan tugasnya. (Saran properti: pedang mainan)

    8. Biarkan anak itu mengalungkan pada teman pria lainnya.

      Guru: bisikkan pada anak tersebut, "Peragakan Daud membawa senjata, melangkah dengan gaya seorang tentara, tetapi sebelum berperang dia berdoa dulu." Dalam pekerjaan Daud sebagai seorang tentara, setiap kali akan berangkat berperang, Daud selalu bertanya dulu kepada Sahabatnya, yaitu Tuhan. Dan apa pun yang dikatakan Tuhan, Daud taat. Dalam kisah yang akan kita dengar berikut ini, Daud memerangi orang Filistin yang sama dan di tempat yang sama, dua kali berperang, tetapi Daud tetap bertanya kepada Tuhan apa yang harus dilakukan, dan Tuhan pun memberi cara yang berbeda walaupun tempat dan musuhnya sama.

      Dialog: 2 Samuel 5:18-20, 2 Samuel 5:22-25. (Pemeran dialog ini berbeda dengan sarung/jubah berputar, yang mendapat pemeran Daud di bagian ini yang sedang memakai selendang/sarung tersebut tetap memerankan peragaan Daud membawa senjata, sementara dialog ini dibaca.)

      Pengisi Suara 1: anak putri sebagai narator.

      Pengisi Suara 2: anak putra sebagai suara Daud.

      Pengisi Suara 3: anak putra sebagai suara Tuhan.

      Narator: Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, bertanyalah Daud kepada Tuhan.

      Suara Daud: Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kau serahkankah mereka ke dalam tanganku?

      Narator: Tuhan menjawab Daud.

      Suara Tuhan: Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.

      Narator: Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia,

      Suara Daud: TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos.

      Narator: Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, maka bertanyalah Daud kepada Tuhan dan Ia menjawab ....

      Suara Tuhan: Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memikul kalah tentara orang Filistin.

      Narator: Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin. Mulai dari Geba sampai dekat Gezer.

      Sebelum berperang, Daud selalu berdoa terlebih dahulu. pernahkah kalian berdoa terlebih dahulu sebelum belajar, meminta hikmat dari Tuhan?

    9. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, ia tidak malu bersukacita dengan menari/melompat untuk Tuhan. (Saran properti: tamborin)

    10. 2 Samuel 6:16, kalungkan pada anak lainnya. Guru membisikkan, "Kamu menari-nari dan meloncat-loncat ya."

      Daud sangat senang sekali ketika Tabut Tuhan diangkat dan dikembalikan ke tempatnya semula, yaitu di Yerusalem. Dalam perjalanan memindahkan Tabut Tuhan ke tempatnya semula itu, Daud menari-nari dengan senang sekali.

      Apakah kalian malu meloncat dan menari-nari untuk Tuhan? Daud tidak pernah malu karena Daud sangat menyukai hadirat Tuhan, dia sangat bersukacita jika Tabut Tuhan (lambang hadirat Tuhan) dikembalikan ke Yerusalem (lambang hati kita). Jika ada hadirat Tuhan di hatimu, tentu kamu tidak malu melompat dan menari untuk Tuhan.

    11. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, ia sering memikirkan tentang Tuhan. (Saran properti: kertas dan pena)

    12. DAUD menuliskan hasil perenungannya, sehingga menjadi syair lagu/mazmur.

      Mazmur 63:7 -- kalungkan pada anak lainnya.

      Guru membisikkan: "Kamu bergaya merenung/melamun ya."

      Daud sangat suka melamunkan/merenungkan tentang Tuhan dan segala kebaikan-kebaikan-Nya. Pada saat ia tidur, ia melamunkan dan memenuhi pikirannya tentang Tuhan. Pernahkah kalian melamunkan/merenungkan/memikirkan tentang Tuhan, kebaikan-Nya, dan firman-Nya?

    13. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan, pada saat ia jatuh dalam dosa, ia bertobat dan tidak ingin kehilangan Tuhan. Daud paling takut kalau ia kehilangan persahabatannya dengan Tuhan. (Saran properti: sapu tangan penghapus air mata)

    14. Mazmur 51, 2 Samuel 12:13 -- kalungkan pada anak lainnya.

      Guru membisikkan: "Kamu berlutut dan bersujud, berdoa memohon pengampunan Tuhan, menangis dan hancur hati."

      Pada suatu hari Daud jatuh dalam dosa, ia merebut istri orang lain. Tuhan menegur Daud melalui seorang Nabi bernama nabi Natan. Saat itu, Daud langsung memohon ampun pada Tuhan, ia berkata "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Ia berseru dalam doanya, "Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!" Daud paling takut kalau ia tidak bisa lagi bersahabat dengan Tuhan.

      Apa yang seharusnya kalian lakukan jika kalian berbuat dosa? Segeralah meminta ampun pada Tuhan, seperti Daud. Jangan sampai dosa kita membuat kita jauh dari Tuhan (Yesaya 59:1-2, Yohanes 15:14). Jika ingin bersahabat dengan Yesus, kita harus melakukan perintah-Nya, dosa menjadi penghalang kita jadi sahabat Yesus.

      Ayat Hafalan

      Matius 5:8 "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."

      Melakukan Firman Tuhan/Kesimpulan yang Harus Ditekankan

      Kita bandingkan ayat ini dengan kehidupan Daud. Daud suka tinggal di hadirat Tuhan/melihat Allah. Dia tahu bahwa saat ia berdosa, harus segera minta ampun, agar ia dapat terus merasakan dan mengalami hadirat Tuhan.

      Maukah kalian mencintai hadirat Tuhan seperti Daud, dan segera bertobat ketika berbuat dosa?

Diringkas dari:

Nama situs : Jenius Cara Alkitab
Alamat URL : http://jeniuscaraalkitab.wordpress.com/2012/02/29/28-suka-tinggal-di-hadirat-tuhan/
Penulis : tidak dicantumkan
Tanggal akses : 21 Maret 2012

Kategori Bahan PEPAK: Kurikulum - Pedoman Mengajar

Komentar