Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Sembilan Tahun, Perjalanan Bersama Tuhan


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Melayani anak-anak merupakan kesempatan istimewa yang Tuhan berikan. Dia memberikan kesempatan kepada kita untuk melayani orang-orang yang terbesar dalam kerajaan surga, karena di surga, yang terbesar ialah anak-anak. Lihatlah bagaimana Tuhan begitu mengistimewakan seorang anak, sampai-sampai tidak ada yang dapat masuk ke dalam kerajaan surga jika tidak menjadi seperti anak-anak yang saat itu berada di pangkuan-Nya.

Sejarah Publikasi e-BinaAnak

Pelayanan melalui publikasi e-BinaAnak ini dimulai dari adanya kerinduan untuk melihat guru-guru sekolah minggu (SM) dan mereka yang terlibat dalam pelayanan anak dapat mengembangkan pelayanan anak semaksimal mungkin. Pengalaman di lapangan sering menunjukkan bahwa pelayanan anak, khususnya di gereja, tidak mendapat perhatian yang selayaknya, padahal pelayanan anak merupakan salah satu pelayanan yang paling penting bagi masa depan gereja dan kekristenan pada umumnya. Hal ini bisa ditunjukkan dari sedikitnya usaha dan perhatian gereja dalam memberikan pembinaan bagi guru-guru yang melayani anak-anak tersebut. Untuk menjadi guru-guru SM yang baik, mereka harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup, sehingga pelayanan mereka akan memiliki dasar yang kuat dan kemampuan untuk berkembang. Jika tidak dibina dengan baik, maka pelayanan mereka tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi anak-anak dan gereja pada khususnya serta bagi kekristena n pada umumnya.

Berangkat dari kerinduan di atas, maka pada bulan Maret 2000, bertepatan dengan Hari Doa Anak Sedunia, milis publikasi elektronik e-BinaAnak diterbitkan. Pada penerbitan perdana tersebut, e-BinaAnak dikirimkan kepada 279 pengguna internet, dengan isi yang tidak terlalu padat. Dengan diterbitkannya publikasi e-BinaAnak, maka di Indonesia telah hadir publikasi elektronik pertama yang berisi bahan-bahan yang khusus membahas hal-hal seputar dunia pelayanan anak Kristen dalam bahasa Indonesia. Sejak itu, anggota milis ini berkembang hingga saat ini mencapai jumlah hampir tiga ribu anggota.

Lahirnya e-BinaAnak merupakan bukti perhatian besar yang diberikan kepada para pelayan anak. Mengapa para pelayan anak mendapat perhatian besar? Karena di tangan merekalah pelayanan anak dapat digarap dengan baik dan bertanggung jawab. Guru-guru SM adalah orang-orang yang berperan besar dalam memajukan pendidikan rohani anak. Mereka jugalah yang menjadi ujung tombak untuk memenangkan anak-anak bagi Kristus. Melalui merekalah iman anak-anak boleh dipelihara dan dibangunkan. Jadi, bagi para pelayan anaklah e-BinaAnak terpanggil, yaitu untuk membekali mereka agar dapat menjadi pelayan anak yang memiliki beban dan panggilan untuk melebarkan kerajaan Allah dan memuliakan nama-Nya!

Edisi Ulang Tahun e-BinaAnak yang ke-9 ini ingin kami jadikan sebagai tonggak di mana redaksi berikrar untuk terus maju; memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Di lain pihak, kami ingin mengajak Anda semua untuk mengikrarkan hal yang sama, bahwa kita semua, para pelayan anak, ingin melayani Tuhan lebih baik lagi pada masa-masa mendatang. Mari kita bersama berdoa agar Tuhan mengizinkan kita untuk terus melayani Dia dengan segenap kekuatan kita. Biarlah Dia menjadikan kita alat-Nya, yang berguna untuk mempersiapkan anak-anak yang kita layani agar mereka dapat menjadi generasi penerus gereja yang takut akan Tuhan dan memuliakan nama-Nya yang ajaib!

Pengembangan Pelayanan e-BinaAnak

  1. Milis Diskusi e-BinaGuru

    Sejak penerbitan e-BinaAnak yang pertama dan selanjutnya, pengurus dan staf redaksi e-BinaAnak melihat respons yang sangat positif dari berbagai pihak, khususnya para Pelanggan e-BinaAnak yang sebagian besar adalah guru-guru SM. Hal ini didukung dengan kenyataan bahwa e-BinaAnak adalah satu-satunya wadah yang ada di Indonesia bagi para pelayan anak untuk mendapatkan bahan-bahan yang berguna bagi pelayanan anak. Namun, milis e-BinaAnak adalah publikasi yang hanya memberikan komunikasi searah. Mengapa kita tidak mengembangkan pelayanan ini dengan menambah satu wadah lagi di mana para guru SM dan pelayan anak dapat melakukan komunikasi dua arah/berinteraksi.

    Pemikiran di atas mendorong pengurus dan redaksi untuk mewujudkan ide membuka satu ladang pelayanan baru untuk melengkapi publikasi e-BinaAnak. Maka, pada pertengahan bulan September 2000, lahirlah Forum Diskusi e-BinaGuru, suatu wadah di mana para guru dan Pembaca e-BinaAnak dapat saling berkomunikasi dan berdiskusi tentang berbagai topik seputar SM dan pelayanan anak.

    Puji Tuhan, Forum Diskusi e-BinaGuru juga mendapat tanggapan yang sangat positif. Dengan diprakarsai dan dimoderatori oleh Ibu Meilania, forum ini berjalan dengan baik hingga sekarang. Kami yakin banyak anggota e-BinaGuru yang juga menjadi anggota e-BinaAnak dapat membagikan berkat-berkat yang didapat dari keikutsertaannya di e-BinaGuru. Bagi para Pembaca e-BinaAnak yang belum bergabung dan ingin bergabung, silakan kirim email kosong ke:

    ==>

  2. Situs PEPAK

    Selain menerbitkan milis publikasi e-BinaAnak, pada tahun 2002 diluncurkanlah pula situs PEPAK -- Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen . Bahan-bahan e-BinaAnak merupakan salah satu bagian dari situs ini. Dan di dalamnya, bahan-bahan tersebut dapat Anda temukan dengan lebih sistematis lagi -- berdasarkan kategori maupun jenis bahannya. Situs PEPAK cukup membawa angin segar bagi pelayan anak Indonesia yang rindu mendapatkan lebih banyak lagi bahan melalui dunia internet. Dalam situs ini, para Pelayan Anak dapat berbagi bahan, informasi, maupun berbagi mengenai pelayanan yang dilakukan selama ini.

  3. Kursus GSM PESTA

    Pada tahun 2005, bekerja sama dengan PESTA (Pendidikan Eletronik Studi Teologia Awam), e-BinaAnak membuka kesempatan lagi bagi para Pelayan Anak yang selalu haus mengembangkan diri melalui Kelas GSM PESTA. Kelas ini merupakan kursus tertulis jarak jauh yang ditujukan bagi para GSM. Setelah menyelesaikan tugas-tugas kursus tertulis, setiap peserta dapat bergabung menjadi peserta kelas diskusi. Dalam kelas tersebut, setiap pelayan anak saling mendiskusikan topik tertentu seputar pengalaman pelayanan anak. Anda dapat memperoleh modul kursus GSM dalam .

Tim Redaksi e-BinaAnak

Inilah daftar orang-orang yang pernah bergabung sebagai Tim Redaksi e-BinaAnak:

Meilania (editor dan kontributor),
Tabita Rini Utami (editor, pengetik, dan penerjemah),
Natalia Endah (editor dan penerjemah),
Ratnasari (format dan pengetik),
Margaretha Asih (pengetik dan penerjemah),
Septiana (format dan pengetik), dan
Christiana Ratri Yuliani(penerjemah).

Sedangkan yang tergabung sebagai Tim Redaksi saat ini adalah:

Davida Welni Dana (pimpinan redaksi),
Kristina Dwi Lestari(staf redaksi), dan
Tatik Wahyuningsih (staf redaksi).

Kesempatan Melayani

Milis Publikasi e-BinaAnak ini adalah milik semua guru SM dan pelayan anak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, redaksi mengundang Anda untuk ikut berpartisipasi melayani. Jika Anda memiliki telenta menulis atau menerjemahkan (bahasa Inggris ke bahasa Indonesia), silakan bergabung dengan kami untuk bersama-sama melayani di publikasi e-BinaAnak. Bagi Anda yang terbeban, silakan menghubungi Redaksi e-BinaAnak di:

==> binaAnak(at)sabda.org>

Bagi Anda yang tidak memiliki talenta menulis atau menerjemahkan, Anda masih bisa bergabung dengan kami untuk melayani. Kami membutuhkan dukungan doa setiap saat. Maukah Anda secara rutin berdoa bagi pelayanan publikasi e-BinaAnak? Jika Anda bersedia, silakan hubungi redaksi dengan alamat e-mail di atas pula.

Kesaksian GSM

Berikut ini adalah kesaksian-kesaksian dari para pelayan anak, yang adalah pelanggan e-BinaAnak, mengenai pengalaman pelayanan yang Tuhan berikan kepada mereka. Kiranya semakin menguatkan dan menambah semangat untuk terus mengembangkan diri.

Pelayan Anak, Dekat di Mata Dekat di Hati

Oleh: Kristina (GSM GKJ Patalan, Bantul, DIY)

Anak-anak membutuhkan teladan! Hal ini patut kita garis bawahi. Saya pun senantiasa bertanya kepada diri sendiri, "Apakah saya sudah menjadi guru yang mampu memberikan teladan bagi anak layan saya?" Dalam menjalani tugas ini, saya terus meminta Tuhan memampukan saya agar tidak hanya mengajar dengan perkataan saja, namun juga dari perbuatan dan teladan saya kepada anak-anak. Hidup dan perilaku saya adalah cermin bagi setiap anak layan.

Saya masih ingat ketika mengajar untuk pertama kalinya. Saat itu saya mengajar tentang kebohongan dan mengambil ayat hafalan dari Matius 5:37: "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat." Hampir semua anak mengatakan bahwa dia pernah bohong. Salah satu anak balik bertanya, "Kalau Mbak sering bohong tidak?" Pertanyaan yang diucapkan dengan kalimat sederhana, namun membuat saya terdiam selama beberapa detik. Pulang dari mengajar, pertanyaan anak tadi masih terngiang di dalam hati dan pikiran saya. Betapa beratnya menjadi seorang pelayan anak.

Hingga pada suatu waktu saya berkenalan dengan publikasi e-BinaAnak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Banyak berkat yang saya dapatkan dari berlangganan publikasi ini. Pengetahuan tentang pelayanan anak banyak saya dapatkan. Salah satunya tentang syarat seorang guru sekolah minggu berikut ini.

  1. Memiliki hati yang baru (Yoh. 3:3; 1 Kor. 2:14; 2 Kor. 5:17).
  2. Memiliki hati yang lapar (1 Pet. 2:2; Yoh. 6:35).
  3. Memiliki hati yang taat (Fil. 1:21-22; Gal. 2:20-21).
  4. Memiliki hati yang disiplin (Rom. 12:11; 2Kor. 4:8).
  5. Memiliki hati yang mengasihi (Yoh. 3:16; Ef. 4:1-2).
  6. Memiliki hati yang beriman (Ams. 3:5; 2 Tim. 1:12).
  7. Memiliki hati yang mau diajar (Yes. 50:4; 1 Tim. 4:6).
  8. Memiliki hati yang suci (1 Pet. 1:15; 1 Tim. 4:12).

Saya mengucapkan terima kasih dan profisiat untuk pelayanan yang telah berjalan selama 9 tahun ini. Pelajaran di atas hanya salah satu dari banyak tambahan pengetahuan seputar pelayanan anak lainnya yang saya dapatkan dari e-BinaAnak. Semoga saya semakin menjadi teladan bagi anak layan di tempat pelayanan. Terus bersemangat pada tahun-tahun mendatang dalam melengkapi kami, para pelayan anak Indonesia. Maju terus e-BinaAnak. Terima kasih.

Anak-Anak Sumber Semangatku

Oleh: Yuliani (GSM GKJ Manahan, Solo)

Dunia anak adalah dunia yang tidak pernah sepi. Keceriaan, kreativitas, dan perhatian yang ekstra selalu ada di dunia anak. Itulah yang menarik saya untuk ikut melayani anak-anak di gereja saya. Kira-kira sudah 8 tahun saya ikut melayani di komisi anak gereja saya, tapi untuk aktif menjadi guru sekolah minggu kira-kira baru 5 tahun belakangan ini. Awalnya, saya hanya tertarik untuk melayani sebagai guru bahasa Inggris di program English on Sunday yang diadakan di gereja saya. Karena sebagian besar teman-teman yang melayani sebagai guru bahasa Inggris ini juga merangkap sebagai guru sekolah minggu, akhirnya saya pun "dipaksa" untuk menjadi guru sekolah minggu juga.

Awalnya benar-benar merasa tidak yakin bisa mengerjakan tugas mulia ini. Tuhan benar-benar memampukan saya ketika saya harus membagikan firman-Nya kepada anak-anak ini. Salah satu pengalaman menarik adalah ketika ada seorang anak sekolah minggu yang bertanya kepada saya, "Kak, kapan mengajar di kelasku? Sudah lama tidak mengajar di kelasku. Aku senang kalau Kakak yang mengajar di kelasku."

Penuturan yang polos dari anak-anak ini menjadi pemicu semangat saya untuk terus melayani Tuhan. Bukan karena mereka senang bila saya yang mengajar, tetapi lebih karena saya merasa Tuhan tunjukkan bahwa di bidang itulah Dia menempatkan saya untuk melayani-Nya. Selain itu, minimnya jumlah guru sekolah minggu di gereja saya justru mendorong saya untuk lebih sungguh-sungguh lagi melayani di gereja saya, khususnya sebagai guru sekolah minggu.

Bersyukur untuk e-BinaAnak yang banyak membantu saya, khususnya dalam menyiapkan bahan untuk mengajar. Mungkin karena bahan-bahan kreatif dari e-BinaAnak itulah yang membuat anak-anak senang bila saya yang mengajar :)

Selamat ulang tahun e-BinaAnak, semakin semangat melayani para pelayan anak dan menjadi berkat bagi mereka.

Kesempatan Emas

Oleh: Evie (GSM GKAI Karanganyar, Jawa Tengah)

Kesempatan emas! Itu yang akan saya katakan jika seseorang menanyakan lagi kepada saya mengapa saya menceburkan diri dalam pelayanan anak. Melayani orang-orang yang dikatakan Bapa adalah yang terbesar di surga, bukankah itu satu kesempatan istimewa? Bukan hanya istimewa, namun kesempatan emas bagi saya.

Selain itu, kesempatan emas lain yang saya dapatkan dengan melayani anak-anak adalah dapat masuk ke dalam "dunia lain" yang sungguh menantang. Anak-anak itu kecil, namun membutuhkan perhatian besar. Inilah yang kurang disadari oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang justru menganggap bahwa karena mereka adalah anak-anak kecil, ya, porsi perhatiannya kecil saja. Masuk dalam pelayanan sekolah minggu membuka mata saya, bahwa anak-anak ini justru harus mendapatkan porsi perhatian terbesar. Mereka adalah generasi masa depan gereja. Jika Anda menginginkan gereja yang kuat dan berdampak, didiklah generasi-generasi gereja dengan benar dan sepenuh hati. Jika ingin gereja benar-benar menjadi gereja yang am dan kudus, didiklah anak-anak dengan hidup yang kudus yang pula. Sekian dulu, kesaksian dari saya. Semoga guru-guru sekolah minggu semakin menyadari tugas besarnya di tengah-tengah jiwa kecil yang Tuhan percayakan.

Lihat Anak-Anak Ini

Oleh: Setya (GSM GKJ Kartasura, Jawa Tengah)

Saya adalah seorang guru sekolah minggu. Di gereja saya, ada beberapa kelompok sekolah minggu yang pembagiannya disesuaikan wilayah. Masing-masing sekolah minggu memiliki jam masuk yang berbeda. Kelompok sekolah minggu saya berada di gereja, yang memiliki jam masuk bersamaan dengan jam ibadah pagi, yaitu pukul 06.00 WIB. Pada suatu Minggu, saya mendapat tugas untuk mengajar sekolah minggu. Sebelum saya datang, beberapa anak sekolah minggu ada yang sudah datang. Maklum, mereka datang dengan orang tua mereka yang hendak beribadah pagi.

Selang beberapa menit, anak-anak sekolah minggu kian banyak yang datang. Akhirnya sekolah minggu dimulai. Ketika kami mulai memuji Tuhan sambil bertepuk tangan diiringi alunan gitar dan triangle, anak-anak terlihat begitu riang. Melihat mereka yang begitu bersemangat, saya menjadi bersemangat juga. Saya yang awalnya merasa lelah, mengantuk, dan malas, akhirnya kembali dibangkitkan dan disegarkan. Betapa tulus dan gembiranya mereka memuji Tuhan. Sekalipun mereka belum sarapan dan harus bangun pagi, tapi di raut wajah mereka tidak terlihat sedikit pun gambaran keluhan, keletihan, maupun keengganan. Justru wajah mereka tampak begitu ceria, penuh sukacita, tanpa beban, dan segar!

Semangat mereka juga terlihat pada saat memberi persembahan. Mereka saling berebut kantong persembahan. Mereka ingin mengedarkannya dan ingin memimpin doa. Pada waktu penyampaian firman pun mereka masih tetap bersemangat mendengarkan. Sungguh saya merasa malu melihat anak-anak itu. Mereka yang masih kecil begitu sungguh-sungguh ingin menyenangkan Tuhan. Begitu tulus memuji dan mendengarkan sabda-Nya. Sementara saya yang sudah cukup berumur sering kali kurang sungguh-sungguh dalam melayani dan menyenangkan-Nya. Melalui mereka, saya diingatkan kembali untuk lebih mengasihi Yesus.

"Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:3)

Bersedia Ketika Bisa

Oleh: Tatik (GSM GKI Sorogenen, Solo)

Awalnya, saya tidak menanggapi panggilan sebagai GSM secara total. Hal ini dikarenakan saya masih duduk di bangku SMA kelas 2. Menjadi GSM adalah suatu beban yang berat. Harus membagi tugas untuk persiapan mengajar dengan mengerjakan PR. Karena saya merasa demikian, saya mengambil waktu untuk tidak mengajar sekolah minggu lagi sampai lulus SMA. Saya berjanji pada salah seorang GSM bahwa nanti setelah saya lulus, saya akan pelayanan di SM lagi.

Puji Tuhan, saya lulus. Saya juga diterima bekerja di sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelayanan. Beberapa minggu setelah saya bekerja, saya kembali mulai melayani sebagai GSM. Saya mengajar salah satu pos bernama EFRATA bersama teman saya dari komisi pemuda. Anak-anak yang saya ajar berjumlah dua belas anak. Anak yang paling kecil berusia 3 tahun dan yang terbesar berusia 12 tahun. Walaupun jumlah mereka sedikit, membuat mereka tenang ketika mendengarkan firman Tuhan adalah pergumulan tiap minggu :) Saya dan teman saya selalu mengadakan acara yang berbeda di setiap minggunya. Entah dengan permainan, membuat keterampilan, perjamuan kasih, dan lain-lain. Dari sudut penceritaan firman Tuhan pun kami memberi penyampaian yang berbeda. Dengan cerita, dengan pengalaman pribadi, atau drama. Saya dan teman saya rindu menyampaikan firman Tuhan dengan menggunakan media elektronik. Sayangnya, pos di mana kami mengajar tidak ada VCD atau LCD.

Saya belajar banyak hal dari anak-anak sekolah minggu yang saya ajar. Mereka memilih datang ke SM untuk mendengarkan firman Tuhan daripada menonton acara televisi seperti kebanyakan anak lainnya. Mereka kritis dalam menanggapi penyampaian firman dari kami. Mau mendoakan teman-teman mereka yang sakit. Dan mau berbagi ketika ada teman yang kekurangan.

*) Apakah Pelayan Anak sekalian ingin membagikan pula kesaksian-kesaksian pelayanan seperti rekan-rekan kita di atas? Silakan kirimkan kesaksian Anda. Kesaksian Anda akan kami muat di e-BinaAnak agar lebih menguatkan dan memberkati para pelayan anak di mana pun. Silakan kirimkan kesaksian Anda ke: binaanak(at)sabda.org.

Kategori Bahan PEPAK: Organisasi Pelayanan Anak

Komentar