Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Raja Yosia


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

RINGKASAN CERITA

Yosia menjadi raja ketika dia masih anak-anak dalam usia 8 tahun. Ia segera melakukan perintah Tuhan yang bertentangan dengan ayahnya, Raja Amon. Dia mengadakan reformasi dan mengambil langkah-langkah tegas terhadap penyembahan berhala.

Pada usia 25 tahun, Yosia memutuskan untuk membangun kembali Bait Allah yang keadaannya memburuk akibat usia. Seorang pekerja yang membersihkan Bait Allah menemukan sebuah kitab. Raja Yosia mendengar sekretarisnya membaca kitab tersebut. Setelah itu, dia mengalami kesedihan dan ketakutan yang sangat mendalam. Dia yakin, Tuhan sangat marah terhadapnya dan terhadap umat-Nya karena ketidaktaatan mereka.

Yosia segera melakukan perintah untuk menyapu bersih semua kuil-kuil penyembahan berhala dan memperbarui perjanjian Tuhan. Dia mengelilingi negaranya, menghancurkan semua kuil berhala, dan merayakan Paskah untuk pertama kalinya setelah beberapa dekade.

Kebangunan rohani yang terjadi sangat luar biasa. Namun, begitu Yosia meninggal, orang-orang kembali ke jalan mereka yang jahat. (2 Raja-raja 22:1-23:30; 2 Tawarikh 34:1-35:27)

PERTOBATAN YOSIA KECIL

Ayah Yosia, Raja Amon, dibunuh ketika Yosia berumur 8 tahun, dan ia naik takhta pada usia itu. Pada usia 15, ia "mulai mencari Allah Daud."

Pada usia 19, ia melakukan reformasi untuk berhenti menyembah berhala dan kejahatan yang terkait dengannya. Dia menghapus penyembahan berhala. Dia menggali tulang-tulang para imam penyembah berhala dan membakar mereka dengan tujuan untuk menajiskan mereka sehingga tidak ada yang menggunakannya lagi untuk menyembah berhala. Dia mengelilingi Yehuda dengan misi yang sama. (2 Tawarikh 34:3-7)

KITAB TAURAT TUHAN DITEMUKAN

Pada usia 25, Yosia memutuskan untuk membangun kembali Bait Allah yang belum diperbaiki sejak zaman Raja Yotam, abad sebelumnya. Ia mengupah tukang dan ditempatkan sekretarisnya, Safan, dan imam besar Hilkia yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Sementara pekerja membersihkan bagian yang lama tidak digunakan, mereka menemukan sebuah kitab. Kitab ini terlihat penting, sehingga mereka memberikannya kepada Hilkia, yang memberikannya kepada Safan, yang membawanya kepada Raja Yosia. Buku ini rupanya adalah kitab Taurat Tuhan yang sudah diabaikan begitu lama dan tidak seorang pun mengetahuinya.

Sebagai sekretaris raja, Safan membacakan kitab ini untuk Raja Yosia. Yosia lalu merobek jubahnya -- tanda duka yang mendalam dalam budaya mereka. Safan tidak ragu membacakan bagian dari kitab yang menyebutkan bagaimana Tuhan akan menghukum mereka jika mereka tidak mematuhi Tuhan. Yosia yakin TUHAN sangat marah dengan Yehuda karena mereka sudah lama tinggal dalam dosa, yang saat ini sedang diungkapkan oleh firman Allah.

Raja mengirimkan orang-orangnya untuk mencari seorang nabi, yang bisa mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban dari TUHAN. Mereka menemukan seorang wanita bernama Huldah. Dia memberi verifikasi dari Tuhan bahwa Tuhan memang marah dengan Yehuda karena praktik penyembahan berhala yang mereka lakukan. Tuhan telah memutuskan untuk mendatangkan malapetaka atas Yehuda. Namun, karena Yosia telah merespons firman Allah dengan tepat, dengan kesedihan dan pertobatan yang sungguh-sungguh, maka Tuhan berjanji bahwa Yosia akan mati dengan terhormat sebelum malapetaka itu datang. (2 Raja-raja 22; 2 Tawarikh 34:8-28)

KEBANGUNAN ROHANI YOSIA

Raja Yosia segera dan penuh semangat mengampanyekan gerakan untuk mematuhi petunjuk Tuhan yang tertulis dalam kitab Taurat.

Pertama, ia mengumpulkan seluruh rakyat di Yerusalem dan membaca seluruh kitab Taurat dengan suara keras kepada mereka. Ia memperbarui perjanjian TUHAN, untuk mematuhi semua yang tertulis di dalam Alkitab yang baru saja dibacanya. Dia mengundang orang untuk berjanji melakukan perintah Tuhan, dan mereka pun melakukannya.

Selanjutnya, Yosia mengadakan perjalanan keliling Yehuda dan Israel. Ia menghancurkan kuil-kuil penyembahan palsu dan menghentikan dosa yang dilakukan atas nama berhala. Daftar dalam 2 Raja-raja 23, dari kota, kuil, berhala, dan dosa, menunjukkan kedalaman komitmen Yosia dan setiap usahanya dalam kebangunan rohani tersebut.

Ketika Yosia tiba di Betel, ia menemukan kuil lembu emas yang dibangun oleh Raja Yerobeam di Israel. Agar kuil ini tidak digunakan lagi sebagai tempat penyembahan berhala pada masa depan, Yosia pun membakar tulang-tulang para imam berhala di atas mezbah Yerobeam.

Akhirnya, Yosia menjadi tuan rumah perayaan Paskah, memperingati pekerjaan Tuhan dalam membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Tuhan telah memerintahkan umat-Nya untuk merayakan Paskah setiap tahun, tetapi ini tidak dipatuhi. Yosia memanggil orang-orang untuk merayakan, dan ia sendiri yang disertakan dengan 33.000 hewan korban, semua dari peternakannya sendiri. Semua bangsa Yehuda datang. Banyak pula orang Israel yang datang. Perayaan ini merupakan perayaan Paskah yang paling lengkap sejak zaman nabi Samuel, sekitar 400 tahun sebelumnya. (2 Raja-Raja 23:1-28; 2 Tawarikh 34:29-35:19)

KEMATIAN YOSIA

Pada tahun ke-31 pemerintahan Yosia sebagai raja, ia menghadapi krisis keamanan nasional. Mesir mengirimkan pasukan untuk menyerang Karkemis, di tepi Sungai Efrat. Untuk sampai di sana, mereka harus melintasi wilayah Yehuda.

Yosia menolak untuk mengizinkan pasukan asing ini lewat di tanahnya. Raja Mesir mengirimkan utusan untuk mengungkapkan niatnya. Yosia tidak dapat diyakinkan oleh utusan tersebut. Dia mengerahkan pasukannya dan mengambil keputusan untuk membela perbatasannya. Namun, ia terbunuh dalam pertempuran. Anaknya, Yoahas, diangkat untuk menggantikan Yosia. Namun, Mesir memiliki kekuasaan untuk mempersingkat pemerintahan Yoahas karena kemenangan mereka. (2 Raja-raja 23:29-30; 2 Tawarikh 35:20-27) (t/Davida)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Tanggal akses: 9 September 2010

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Artikel: 
King Josiah - Biography

Komentar